Sidik dan Tidak Kikir: Karakter Kaum Muhajirin dan Ansar


Dalam artikel ini istilah sidik dan kikir masing-masing merujuk oada kata shiddiq dan shuhh, dua istilah teks suci ketika mendeskripsikan karakteristik khas dua komunitas sahabat Rasul saw yang istimewa yaitu Kaum Muhajirin dan Kaum Ansar. Sidik dipahami sebagai identik dengan benar_jujur tetapi penerapan kata itu dalam teks suci menunjukkan bahwa maknanya lebih luas dan lebih dalam dari sekedar benar_jujur. Sidik mencerminkan keyakinan pada tingkat intelektual jernih dan komitmen kuat untuk merealisasikan kehendak pada tingkat praksis kehidupan kongkrit sehari-hari.

Jika sidik merupakan karakter khas Kaum Muhajirin maka tidak kikir atau tepatnya ‘terpelihara dari sifat kekikiran diri’ merupakan ciri khas Kaum Ansar, komunitas yang— sekalipun  tergolong fakir atau ‘memiliki keperluan mendesak’ — tidak mengharapkan harta rampasan yang merupakan hak mereka karena mengutamakan  kaum Muhajirin.

Bagi yang berminat mengakses artikel lengkap silakan klik: Sidik

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s