Konversi Lahan Petanian: Seberapa Cepat dan Di Belahan Nusantara Mana?


Artikel ini mengilustrasikan bahwa konversi lahan pertanian menjadi non-pertanian merupakan isu serius sehingga menuntut respon yang. Isu ini serius karena terkait secara langsung dengan produksi pangan– dan karenanya dengan ketahanan pengan (food security) atau mungkin lebih tepat kedaulatan  pangan (food sovereignty)–  dan secara tidak langsung dengan kualitas lingkungan hidup berupa jasa-jasa non-marketable yang disumbangkan oleh lapangan usaha pertanian. Artikel pendek sekitar 1000 kata ini mencoba menjawab: “Seberapa cepat konversi lahan pertanian berlangsung dan terjadi di belahan Nusantara mana?”  Bagi yang berminat mengakses versi lengkap artikel silakan klik: Konversi_Lahan

9 thoughts on “Konversi Lahan Petanian: Seberapa Cepat dan Di Belahan Nusantara Mana?

  1. Pak Uzair Ysh,
    Saya senang melihat tampilan baru blog ini. Sepertinya lebih user friendly. Ma’af saya belum sempat mengomentari puisi yang berjudul pemisahan dan penyatuan. Tempo hari saya sudah baca sekilas, mungkin karena cuma sekilas, saya kurang paham maksudnya. Barangkali juga karena ilmu saya belum sampai kesana (masih jauuuuuuh).
    Kali ini saya ingin sedikit mengomentari tulisan Pak Uzair tentang konversi lahan pertanian. Yang pertama, saya ingin sedikit mengedit (hehehe, kebiasaan ngedit sih dari sejak di Lisbang) dua kata yang karena kesalahan ketik, menurut saya cukup mengganggu karena berbeda pengertian. Pada halaman pertama, tertulis : Sebagian beranggapan bahwa kekurangan produksi pangan dalam negeri bukan isu besar sejauh negara memiliki kemampuan “mengekspor” pangan dalam jumlah yang memadai. Barangkali yang dimaksud disini adalah mengimpor. Selanjutnya, keterangan dan ulasan untuk gambar fungsi non-mark lahan pertanian, 19 % “konversi “ air (hal. 2), mungkin yang dimaksud Pak Uzair adalah “konservasi” air.

    Yang kedua: Pak Uzair menulis bahwa “masalah konversi lahan pertanian mungkin tidak terlalu serius jika diikuti oleh perluasan lahan pertanian baru (ekstensifikasi) dalam skala yang seimbang”. Data menunjukkan terjadi defisit lahan antara konversi dan ekstensifikasi. Sulit sebenarnya untuk menentukan yang disebut seimbang. Namun pertanyaannya adalah apakah memang diperlukan “keseimbangan” antara konversi dan ekstensifikasi? Mungkin memang bukan fokus dari artikel ini, namun saya khawatir nanti dapat terjadi penarikan kesimpulan secara kasar bahwa untuk memenuhi kekurangan produksi pangan, solusi yang pas adalah mengimbangi konversi lahan dengan ekstensifikasi. Menurut hemat saya, sesungguhnya masalahnya sangat kompleks karena ekstensifikasi juga mempunyai risiko. Ekstensifikasi lahan pertanian dapat berarti konversi juga pada lahan hutan, bila harus membabat hutan untuk bertani. Risikonya bisa berupa rusaknya ekosistem, terganggunya habitat hewan di hutan tersebut, berkurangnya penyerab karbon, berkurangnya daerah resapan air dll.
    Jadi mau konversi lahan pertanian atau konversi hutan? 🙂 Dua-duanya bukan pilihan yang enak.

    Demikian Pak Uzair, mohon ma’af sebelumnya, dan terima kasih atas pencerahannya.

  2. TK ya koreksinya; kalau sudah sempat pasti akan saya perbaiki. PR nih: Apa tulisan yang ada di bagian kepala dalam tampilan Home blog; apa artinya? Salam

    1. Assalamu alaikum.
      InsyaAllah, kaligrafi yang di kepala dalam tampilan Home blog adalah: Rabbana atmim lana nurana
      Artinya: Ya Allah sempurnakanlah cahaya terang bagi kami
      Wassalamu alaikum

  3. proud to my daddy,. blog nya makin berkembang aja..

    artikel tentang pertanian ini jga bagus bgt malu juga saya mahasiswa pertanian juga harusnya lebih banyak menulis seperti ini… tentang konservasi dan konversi mirip2 tp ternyata emang beda bgt konservasi air biasanya dibarengi dengan konservasi tanah dan air ,, yg merupakan suatu cara konvensional yg diharapkan bisa menanggulangi erosi, menyediakan air dan meningkatkan kandungan hara dalam tanah serta menjadikan lahan tidak kritis lagi. (dan teknik yg bisa dipakai teknik vegetasi, kimia, dan mekanik). sedangkan kalo konversi beda lg lebih ke merubah sesuatu menjd sesuatu…

    dan tulisan eksport import tadi mungkin emang salah ketik, maklum bapake dan gara2 kurang teliti juga yg editnya (saya).

    ^^

  4. Pupuk Organik Ajaib SO
    Harga per liter Rp. 125.000,- + ongkos kirim

    Hasil panen setelah menggunakan pupuk ajaib SO (100% Organik) :
    * Cabe Organik 8 kg/pohon/musim umur sampai 3 tahun
    * Padi Organik 18 ton / hektar ( bibit belum direndam )
    * Bawang Merah Organik diatas 30 ton / hektar
    * Jamur Tiram Organik meningkat 300 % dari biasanya, dan bebas ulat !
    * Bawang Daun Organik rata-rata 1,25 kg/batang
    * Kol Organik rata-rata 5-8 kg/pohon
    * Sawit yg sudah tidak produktif kembali lagi produktif,sedangkan yg diberi pupuk kimia tidak ada perubahan
    * Lele bibit sebesar 5-7 cm panen dalam 29 hari isi 1 kg 7-8 ekor, hemat pakan 40%.

    Kesaksian untuk hewan tanpa vaksin,antibiotik,dan vitamin lainnya :
    * Nila 3cm dirawat 2 minggu sebesar umur 2 bulan padahal pakannya hanya ampas tahu & bekatul
    * Bebek afkir yang biasanya telurnya hanya 10% meningkat jadi 50% lebih
    * Sapi beratnya meningkat di atas 2 kg/hari padahal pakannya hanya daun-daunan saja
    * Broiler panen hari ke 28-29 berat 1,5-1,7 kg
    * Pembibitan Lele angka kematian 0%
    * Budidaya Belut 3 bulan dari bibit dengan berat rata-rata 500 gram / ekor
    * Lele panen dalam 29 hari

    Panen Lele 29 hari, belut 3 bulan, udang 2 bulan, nila & bawal 1 bulan :
    • Dengan pupuk ajaib BIBIT LELE DUMBO/SANGKURIANG sebesar 5-7 cm panen dalam 29 hari isi 1 kg 7-8 ekor, hemat pakan 40%.
    • Belut dari pembibitan sebesar kabel panen dalam 3 bulan berat rata-rata 500 gram/ekor.
    • Pupuk ajaib terbuat dari bahan organik murni 100%.
    • Budidaya perikanan tanpa vaksin, antibiotik, dan vitamin lainnya.
    • Bisa dengan pakan buatan sendiri atau pabrikan.
    • Tersedia khusus tanaman/pertanian, perikanan, peternakan termasuk unggas unggas.
    • Tanpa kedaluwarsa

    sms: 021 37 87 88 27

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s