Tsunami, Lagi

Pray for seventeen band… terkena ombak saat manggung di pantai carita… beberapa crew dan personil blm ditemukan… mohon do’a agar semuanya baik2 saja

Kembali kita dikagetkan oleh berita bencana alam yang melanda kawasan nusantara ini. Untuk ke sekian kalinya. Kali ini bencana itu adalah tsunami yang melanda sebagian kawasan Lebak, Serang dan Lampung. CNN, berdasarkan laporan resmi per Sabtu pagi, melaporkan bencana ini mengakibatkan korban meninggal paling tidak 20 orang, cedera 165 orang dan hilang 2 orang. Informasi terakhir ini (kasus yang hilang) agaknya patut dipertanyakan. Indikasinya terlihat dari kutipan di atas yang ditulis Rian (dikutip Kompas Minggu 23/12/2018)[1]. Tetapi kita memakluminya karena peristiwanya baru terjadi.

Kita yang jauh dari lokasi kejadian hanya dapat turut prihatin serta berdoa: semoga para korban memperoleh bantuan pelayanan yang layak dari pihak berwajib dan keluargan mereka diberkati-Nya kesabaran dan keikhlasan untuk menerima ketentuan takdir ini secara ikhlas.

Paling tidak ada dua catatan pinggir yang yang layak kita direnungkan. Pertama, Indonesia ditakdirkan dilewati oleh apa yang dikenal sebagai kawasan Cincin Api Pasifik (Pacific Ring of Fire). Dikatakan cincin karena bentuk kawasan ini secara keseluruhan berbentuk cincin (tidak mirip-mirip amat sih, terbuka lagi). (Lihat Gambar).

 

Seperti terlihat pada gambar, hampir semua kawasan Indonesia tercakup dalam kawasan ini. Artinya, Indonesia ditakdirkan rawan bencana alam khususnya gempa vulkanik, gempa tektonik serta bencana “turunannya” termasuk tsunami.

Kedua, bencana semacam ini sulit (kalau dapat) diprediksi. Taraf sains-teknologi kita sejauh ini tak berdaya memprediksi kejadiannya, apalagi mencegahnya.

Singkatnya, dua catatan itu adalah takdir dan ke-tak-berdaya-an manusia. Ini fakta sederhana, plain and simple. Jadi, jelas keliru istilah-gagah “kita mengendalikan alam”; yang realistis “kita dikendalikan alam”. Jika tertarik lebih lanjut mengenai hal ini klik saja di SINI.

Menghadapi fakta plain-and-simple ini, bagaimana menyikapinya? Yang realistis adalah berserah diri kepada penguasa alam ini; aslama dalam Bahasa Arab-nya, seakar kata dengan Islam…..@

[1] https://entertainment.kompas.com/read/2018/12/23/050900410/tsunami-banten-grup-band-seventeen-belum-ditemukan#utm_source=insider&utm_medium=web_push&utm_campaign=band_seventeen_231218_07.00&webPushId=MzA3MA==#insider-primary-action=insider-primary-action

Advertisements