Mengenali Desa Kita


“Tidak semua desa di Indonesia pedesaan”. Ini pernyataan penulis dalam suatu seminar sekitar delapan tahun lalu. Yang mengagetkan, banyak peserta yang kaget, atau mungkin tepatnya bingung. Untuk merespons, penulis menjelaskan kira-kira begini:

“desa” merujuk pada unit administrasi terkecil, “pedesaan” tipe wilayah “desa”. Tipe wilayah mengukur tingkat urbanitas suatu desa dilihat dari sumber utama mata-pencaharian utama penduduk (pertanian VS non-pertanian) dan ketersediaan dan atau aksesibilitas (ada VS tidak ada) fasilitas perkotaan (listrik, pasar, bank, dan sebagainya).

Secara umum peserta seminar terdiam (tidak jelas, mengerti apa tidak). Tapi ada yang “protes” yang menganggap “definisi” BPS mengenai pedesaan kurang “nyambung”. Baginya (seorang sosiolog), pedesaan mestinya mencerminkan– selain jumlah dan kepadatan penduduk dan sumber mata pencaharian– ini: (1) kedekatan dengan alam, (2) penduduk yang homogen, (3)  stratifikasi sosial yang tradisional, (4) mobilitas sosial yang rigid, (5) solidaritas sosial yang tinggi, dan (6) kontrol keluarga terhadap perilaku individu. Rupanya pemrotes mengacu litertur sosiologi antara laian pada tulisan INI.

Kepada pemrotes penulis merespons singkat “Noted, Bu. Tkb”. Kepada forum penulis menjelaskan bagusnya substansi “protes” itu, juga menggambarkan sulitnya pengumpulan datanya jika di scaled-up pada level nasional yang mencakup lebih dari 75,000 desa, dengan responden aparat desa atau informan di tingkat ini. Pada saat yang sama penulis menyadari kelemahan diseminasi mata-data statistik resmi kepada pemangku kepentingan bahkan di tingkat kementerian. Hal ini khususnya terkait dengan konsep-konsep dasar termasuk penduduk, ketenagakerjaan , kemiskinan dan “desa”.

Demikianlah catatan penulis mengenai “desa” (sebagai “unit administrasi”) dan pedesaan. Catatan lainnya, khusus mengenai “desa”, sebagian terangkum dalam tiga tulisan berikut.

 

Daftar Isi

  1. Podes dan Mitigasi Bencana Alam

  2. Profil Desa Kita

  3. Konversi Lahan Pertanian

2 thoughts on “Mengenali Desa Kita

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.