Berkah: Pendalaman Makna


Wajar jika kita berharap mendapatkan satu pohon dari satu benih yang kita tanam. Tapi, bagaimana jika kita mendapatkan 10 pohon? Atau, 10 tahun kemudian, kita mendapatkan hutan kecil sebagai hasilnya? Jika hal itu terjadi, dan itu tidak mustahil, maka tindakan kita menanam satu benih mengandung berkah. Demikianlah kira-kira gambaran Shad Hamid ketika menjelaskan makna berkah (Arab: barakah). Ia menegaskan bahwa itu baru sebagian dari makna berkah. Jadi apa makna berkah? Tulisan ini bermaksud menjawab pertanyaan singkat ini secara singkat pula.

Makna Lingustik Berkah

Kata barakah kira-kira setara dengan blessing (Inggris) yang umumnya dikaitkan dengan suatu obyek yang dianggap memiliki kualitas atau dapat memberikan pengaruh luar biasa. Obyek itu dapat berupa orang (“orang suci”), bangunan (“bangunan suci atau kramat”), tempat (“tempat suci atau kramat”), dan obyek lainnya. Pemahaman ini sangat problematik karena membatasi kedalaman dan keindahan maknaa berkah; dalam Bahasa Shad, “limits it’s actual deep and beautiful meaning“.

Makna pertama berkah, seperti disinggung sebelumnya, terkait dengan pertumbuhan, penambahan, atau peningkatan. Jadi, sesuatu yang mengandung keberkahan berarti tumbuh. Tetapi pertumbuhan itu melampaui harapan (Arab: fawqa thawaqqu).

Makna kedua dari berkah terkait dengan kesinambungan, bukan bersifat sementara. Sesuatu yang terus bertambah atau tumbuh terlalu cepat– misalnya bangunan yang terus bertambah lantainya, atau pertumbuhan ekonomi yang terlalu cepat– biasanya mengundang risiko terpapar keambrukan (crash). Kata berkah bersifat berkesinambungan sehingga tidak mengandung unsur risiko semacam itu.

Ada makna ketiga berkah dan ini terkait dengan unta. Ini penjelasannya:

… the third part of the meaning of Barakah has something to do with camels. The Arabs call a camel that kneels or sits down as Barakah. This is because anyone who has had any experience with a camel will know that when a camel sits down it’s very difficult to get the camel to stand back up again, and when the camel has sunk in the sand, the camel is extremely stable and stays in its place. Meaning, there is no risk in the camel or the rider falling down, it doesn’t go anywhere.

Similarly, Barakah is something that is stable. It’s not like an economy that rises and crashes, it’s not like the fashion that comes and goes, it is something that stays.

… bagian ketiga dari makna Barakah ada hubungannya dengan unta. Orang-orang Arab menyebut unta yang berlutut atau duduk sebagai Barakah. Ini karena siapa pun yang pernah memiliki pengalaman dengan unta akan tahu bahwa ketika unta duduk, sangat sulit untuk mendapatkan unta untuk berdiri kembali, dan ketika unta tenggelam di pasir, unta sangat stabil dan tetap di tempatnya. Artinya, tidak ada risiko unta atau pengendara jatuh, ia tidak pergi ke mana pun.

Demikian pula, Barakah adalah sesuatu yang stabil. Ini tidak seperti ekonomi yang naik dan turun, tidak seperti mode yang datang dan pergi, itu adalah sesuatu yang tetap.

Singkatnya, menyetarakan berkah dengan blessing sangat problematik. Lebih dari itu, dalam perspektif Islam, juga berbahaya. Kenapa? Karena hanya Dia SWT yang menggenggam kemaslahatan maupu kemudaratan. Buktinya, lihat saja ayat ini “Katakanlah (Muhammad), “Aku tidak kuasa menolak mudharat maupun mendatangkan kebaikan kepadamu” (QS 29:21).

Kata Berkah dalam Al-Quran

Kata berkah bersifat qurani dalam arti tercantum dalam banyak ayat Al-Quran. Sebagian di antaranya ditemukan dalam QS 6:92, 44:3, 25:1, 17:1, 37:113, dan 7:96. Semuanya layak direnungkan. Dalam konteks ini, makna linguistik kata itu sebagaimana dibahas sebelumnya diharapkan dapat meningkatkan apresiasi kita terhadap makna barakah yang tercantum dalam ayat-ayat tersebut. Ayat terakhir (7:96) mungkin dapat dijadikan contoh kasus uji coba bagi kita:

Dan sekiranya penduduk negeri beriman dan bertakwa, pastilah Kami akan melimpahkan kepada mereka berkah dari langit dan bumi, tetapi ternyata mereka mendustakan (ayat-ayat Kami), maka Kami siksa mereka sesuai dengan apa yang mereka kerjakan

Pembangunan yang Berkah: Suatu Refleksi

Kesimpulannya: tumbuh, berkesinambungan dan stabil. Trilogi inilah kira-kira yang merangkum makna linguistik berkah. Kalau sekarang populer istilah SDGs– artinya, Sustainable Development Goal atau Sasaran Pembangunan yang Berkelanjutan– maka kita dapat memperkenalkan pembangunan yang berkah. Ini berarti Sasaran Pembangunan yang Berkelanjutan dan Stabil atau Sustainable and Stable Development Goals, SSDGs. [Istilah pembangunan (development) secara implisit mengandung makna pertumbuhan (growth); yang kedua adalah syarat perlu untuk yang kedua, bukan syarat cukup.]

Sumber Gambar: Pinterest

Huruf S kedua dalam SSDG dapat membantu mengingatkan pentingnya aspek stabilitas ekonomi, keamanan, sosial-kultural dalam pembangunan berkelanjutan. Tanpa stabilitas, SDGs tidak dapat termanifestasi dalam realitas bumi. (Dalam hal ini kita perlu belajar dari Pak Harto?) Sisipan S kedua juga dapat membantu kita memiliki balance equation yang tidak hanya mendaftar apa yang harus dilakukan, tetapi juga item apa saja yang tidak boleh dilakukan. Dengan sisipan itu kita ibarat pasien yang cerdas, tidak hanya melakukan apa diperintahkan dokter, tetapi juga menghindari apa yang dilarangnya.

Mungkin banyak yang keberatan dengan istilah “pembangunan yang berkah” dengan argumen dalam kata “berkesinambungan” terkandung makna “stabil”. Tapi konotasi dua istilah terakhir berbeda. Jika yang pertama erat terkait dengan isu lingkungan alam atau faktor eksternal bagi populasi manusia, maka yang kedua dengan berkonotasi lebih faktor “internal” manusia dalam arti perilaku sosial-politik mereka. Jika mengacu kepada salah satu dokumen SDGs, yang pertama lebih terkait dengan dimensi planet dan people, yang kedua dengan peace. Terkait yang kedua ini dokumen itu mengingatkan:

We are determined to foster peaceful, just and inclusive societies which are free from fear and violence. There can be no sustainable development without peace and no peace without sustainable development.

Make sense?

Contact: uzairsuhaimi@gmail.com

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.