Total Penduduk Indonesia Masa Depan


Berapa total penduduk Indonesia 10, 30, atau 80 tahun mendatang? Dugaan penulis tidak ada yang berani memastikannya. Siapa yang berani memastikan peristiwa masa depan?

Masalahnya, kita tidak dapat hidup dalam kegelapan mutlak mengenai masa depan kita. Kita perlu tahu sekarang, mengenai gambar besar 10-30 tahun mendatang berbasis ilmiah perkiraan, misalnya, ratus-jutaan mulut yang harus diberi makan, jutaan balita yang perlu dimonitor berat badannya, puluhan juta penduduk usia muda yang siap membanjiri pasar kerja, puluhan juta angkatan kerja terdidik dalam usia prima, dan jutaan wanita usia subur yang siap memasok generasi penerus. Kita perlu sedikit titik terang– sekalipun tidak benderang– mengenai semua isu itu untuk memberikan sedikit kelegaan serta memandu kita menata masa depan.

Dalam konteks ini para ahli demografi menyandang tugas profesional untuk memberikan titik terang yang dimaksud. Berdasarkan dua data sensus penduduk terakhir (2000 dan 2010), misalnya, mereka mampu menawarkan gambar besar profil penduduk ke depan. Caranya sederhana yaitu dengan menghitung rata-rata pertumbuhan penduduk per tahun (=r) dalam periode 2000-2010 dan mengekstrapolasikan total penduduk ke masa depan berdasarkan angka itu dan total penduduk tahun dasar. Hasilnya, proyeksi penduduk berbasis suatu model matematik.

Tapi mereka juga mengingatkan bahwa model itu terlalu sederhana untuk membuat gambar masa depan, paling tidak karena tiga alasan. Pertama, terlalu menyederhanakan persoalan jika angka r suatu populasi diasumsikan tidak berubah (konstan) di masa depan, apalagi masa depan yang jauh. Kedua, r mencerminkan berbagai kekuatan yang belum tentu searah gerakannya: kekuatan positif (faktor penambah) yaitu kelahiran (B, birth) dan Migrasi Masuk (I, immigrant), serta kekuatan negatif (pengurang) yaitu kematian (D, death) dan migrasi keluar (E, emigrant). Singkatnya, Pt=P0+(B-I)-(D+E) di mana Pt=populasi tahun t dan P0 populasi dasar dan Pt. Semua “kekuatan” ini logisnya perlu dipertimbangkan dalam kalkulus perkiraan penduduk masa depan. Model perkiraan masa depan (proyeksi, prediksi) dengan mempertimbangkan kekuatan-kekuatan itu yang umumnya dipraktikkan oleh para ahli demografi dalam kapasitasnya sebagai perorangan atau mewakili lembaga termasuk PBB.

Bagaimana dengan alasan ketiga?

Perkiraan penduduk masa depan, seperti halnya perkiraan mengenai apa pun, perlu mempertimbangkan secara cermat faktor ketidakpastian (uncertainty factors). Mengenai faktor ini berlaku rumus umum: semakin panjang rentang waktu perkiraan semakin besar faktor itu, atau, dengan perkataan lain, semakin tidak akurat perkiraan itu. Perkiraan total penduduk 2050, misalnya, lebih akurat dengan perkiraan total penduduk 2100.

“Hebatnya”, PBB “berani” membuat perkiraan penduduk global yang dirinci menurut negara dan karakteristik wilayah sampai 2100 dalam publikasinya berjudul “World Population Prospects: Highlight[1]. Yang perlu dicatat, dalam perkiraannya, PBB menggunakan faktor “kekuatan” postif maupun negatif sebagaimana dibahas sebelumnya serta telah mempertimbangkan faktor ketidakpastian.

PBB tentu memiliki alasan yang cukup untuk mempublikasikan perkiraannya: PBB berkepentingan untuk memperoleh gambar besar masa depan penduduk global dan juga –dugaan penulis– untuk memfasilitasi banyak pihak yang tengah bersemangat dalam arti positif membuat apa yang dikenal mega-trends dengan berbagai variannya. CSIRO, misalnya, menerbitkan buku dengan judul yang provokatif secara intelektual: Our Future World: Global megatrends that will change the way we live[2].

Bagaimana gambar masa depan penduduk global menurut PBB? Penduduk global masih akan bertambah sehingga pada tahun 2100 totalnya diperkirakan akan mencapai 10.9 milyar jiwa. Menurut PBB, sebenarnya pertumbuhan penduduk di semua wilayah telah mencapai puncaknya sehingga terus berkurang, tetapi dalam hal ini Afrika adalah satu-satunya kekecualian: penduduk di benua itu akan terus tumbuh bahkan setelah akhir abad 21. Gambaran lebih rinci dapat dilihat di sini[3].

Bagaimana dengan Indonesia? Jawabannya disajikan pada Grafik di bawah:

  • Total penduduk Indonesia pada tahun 1950 sekitar 30 juta.
  • Total itu menjadi sepuluh kali pada tahun 2030, sekitar 300 juta.
  • Pertumbuhan penduduk mencapai puncaknya pada tahun 2060 dengan total penduduk sekitar 325 juta; selanjutnya akan terus menurun.

Pertumbuhan penduduk mencapai puncaknya pada tahun 2060 dengan total penduduk sekitar 325 juta; selanjutnya akan terus menurun.

Skenario di atas menggunakan model perkiraan moderat dalam arti mengacu pada estimasi titik atau median dalam interval probabilitas estimasi yang lebar dan melebar.

Wallahualam…@

[1] https://population.un.org/wpp/Publications/Files/WPP2019_Highlights.pdf

[2] https://publications.csiro.au/rpr/download?pid=csiro:EP126135&dsid=DS2

[3] https://uzairsuhaimi.blog/2019/11/18/world-population-trend-forecasts/

One thought on “Total Penduduk Indonesia Masa Depan

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.