COVID-19 dan Angka Fatalitas


COVID-19: Coronavirus Disease 2019. Masyarakat global kini tengah memprihatinkan kasus penjangkitan jenis virus ini yang juga dikenal sebagai nCoV-Novel Coronavirus. Seperti halnya MERS-CoV[1] dan SARS-CoV[2], COVID19 tertular ke manusia melalui hewan[3]: unta bagi MERS-CoV dan musang bagi SARS-CoV. Bagi COVID-19 belum jelas; yang jelas, penyebarannya berawal dari suatu pasar hewan dan unggas di Wuhan, Ibukota Provinsi Hubei, RRC, yang berpenduduk sekitar 11 juta jiwa[4].

Yang paling mengkhawatirkan dari COVID-19 adalah kecepatan penyebarannya. Dilihat dari kecepatannya, agaknya tidak ada yang berani mengabaikan kemungkinan penjangkitan COVID-19 menjadi pandemik dalam arti mewabah secara nasional, regional bahkan global. Kuncinya terletak pada kemampuan RRC menghentikan penyebaran itu.

Belum Melambat

Besar masalah COVID-19 tercermin dalam laporan WHO per 18 Februari 2020[5] berikut ini:

  • Global: 73,332 kasus terkonfirmasi (1901 baru), 1,873 meninggal (101 baru), dan penilaian risiko[6] tinggi; dan
  • Cina: 72,528 kasus terkonfirmasi (1891 baru), 1870 meninggal (3 baru), dan penilaian risiko sangat tinggi.

Besarnya angka-angka itu sudah memprihatinkan. Tapi yang lebih memprihatinkan adalah perkembangannya per hari. Angka 73,442 (total kasus), sebagai contoh, 27 hari sebelumnya kurang dari 1000. Grafik 1 menunjukkan perkembangan itu selama 27 hari terakhir sampai 18 Februari 2020.

Grafik 1: Total Kasus COVID-19

Grafik 1 juga menyiratkan terus bertambahnya kasus baru dan belum menunjukkan adanya perlambatan. Grafik 2 menunjukkan hal itu secara lebih langsung.

Grafik 2: Kasus COVID-19 Baru

Hasil studi menunjukkan adanya hubungan positif yang kuat antara umur dengan paparan COVID-19; artinya, semakin tua seseorang, semakin besar risikonya terpapar COVID-19, ceteris paribus. Tidak ada laporan kasus bayi atau anak-anak terpapar COVID-19. Pertanyaannya, apakah ini semacam bentuk involuntary check (meminjam istilah Malthus) untuk mengoreksi struktur umur populasi yang semakin membesar ke umur-umur tua?

Angka Fatalitas

Berapa yang meninggal karena COVID-19? Pertanyaan ini sangat menggoda sehingga banyak orang yang memprediksi angkanya, angka fatalitas (case fatality rate, CFR). Upaya semacam ini tentu sah-sah saja. Yang perlu dicatat, saat ini prediksi semacam itu dapat menghasilkan angka yang menyesatkan. Masalahnya, proses penjangkitan masih berlangsung dan arahnya sukar untuk diprediksi.

CFR pada prinsipnya menyajikan proporsi kasus suatu penyakit  yang pada akhirnya meninggal karena penyakit itu. Rumusnya sederhana:

CFR = death/cases …..(1)

di mana death menunjukkan jumlah kasus yang meninggal, dan ceses adalah total kasus.

Tetapi rumusnya itu hanya berlaku jika epidemi COVID-19 telah berakhir. Karena epideminya masih berlangsung maka penerapan rumus itu, istilah WHO, paling tidak naif (“naïve”) dan sangat menyesatkan[7].

Jika kasusnya masih berlangsung maka rumusnya menjadi:

CFR = deaths at day (x) / cases at day (x-{T}) …..(2)

dimana T= rata-rata periode waktu antara kasus dikonfirmasi dan meninggal.

Kita dapat menerapkan ke dua rumus di atas pada data WHO per 8 Februari 2012. Menurut data itu secara global tercatat ada 813 kematian (total kumulatif) dan 37,552 kasus (total kumulatif).

Dengan rumus (1) yang menyesatkan itu kita dapat menghitung

CFR = 813/37,552 = 2.2%.

Kita bisa terapkan rumus (2) dengan T=7, rata-rata periode waktu antara kasus terkonfirmasi dan meninggal yang berarti merujuk pada kasus terkonfirmasi pada 1 Februari 2012 yang dilaporkan sebanyak 14,381. Hasilnya:

CFR = 813/1,438 = 5.7%.

Jadi hasil perhitungan kedua rumus itu sangat berbeda. Sebagai catatan, CFR adalah ukuran keparahan kematian (death severity) yang berbeda dengan angka insiden kematian (death incidence) yang biasa diukur dengan angka mortalitas atau mortality rate.

Lebih Rendah

Jika kita percaya pada angka CFR=5.7% maka kita dapat menyimpulkan angka CFR COVID-19 sebenarnya relatif rendah dibandingkan dengan, misalnya, CFR untuk SARS (CFR sekitar 10%) maupun MERS (CFR=34%)[8]:

At a briefing on 17 February WHO’s director general, Tedros Adhanom Ghebreyesus, said that more than 80% of patients with covid-19 have a “mild disease and will recover” and that it is fatal in 2% of reported cases. In comparison, the 2003 outbreak of severe acute respiratory syndrome (SARS) had a case fatality rate of around 10% (8098 cases and 774 deaths), while Middle East respiratory syndrome (MERS) killed 34% of people with the illness between 2012 and 2019 (2494 cases and 858 deaths).12

However, despite the lower case fatality rate, covid-19 has so far resulted in more deaths (1871) than SARS and MERS combined (1632).

Lebih Bijak

Menyikapi angka-angka itu, khususnya terkait COVID-19, mungkin akan lebih bijak jika kita mencermati peringatan Heyyman bahwa semua hasil perhitungan masih bersifat sementara, “They aren’t truth[9]:

Various epidemiological models estimate that the real number of cases is 100,000 or even more. Experts urged caution in interpreting those estimates.

“These are very early models that make several assumptions based on what evidence is available,” said David Heymann, an epidemiologist at the London School of Hygiene and Tropical Medicine. “They aren’t truth — they’re just one step in trying to better understand this outbreak.”

Singkatnya, kita harus mengakui belum tahu banyak mengenai COVID-19. Pertanyaannya, apakah lebih bijak lagi jika menilai penjangkitan penyakit ini sebagai suatu misteri, misteri bukan berarti sesuatu yang sukar atau mustahil dipahami atau dijelaskan, tapi, meminjam istilah Schuon (2007:119)[10], sesuatu yang “something God“?

By “mystery” we do not mean something incomprehensible in principle– unless on the purely rational level– but something that opens on the Infinite or envisage in this respect, so that intelligibility becomes limitless and humanly inexhaustible. A mystery is “something of God”.

Wallahualam…@

Coronavirus, MERS, SARS, CFR, pandemi COVID-19, Wuhan

[1] Middle East Respiratory Syndrome.

[2]  Severe Acute Respiratory Syndrome.

[3] . https://www.who.int/health-topics/coronavirus

[4] https://en.wikipedia.org/wiki/Wuhan

[5] https://www.who.int/docs/default-source/coronaviruse/situation-reports/20200218-sitrep-29-covid-19.pdf

[6] WHO risk assessment

[7] https://www.who.int/docs/default-source/coronaviruse/situation-reports/20200218-sitrep-29-covid-19.pdf

[8] https://www.bmj.com/content/368/bmj.m641

[9] https://www.nytimes.com/interactive/2020/world/asia/china-wuhan-coronavirus-maps.html

[10] F. Schuon, Spiritual Perspectives & Human Facts, World Wisdom.

2 thoughts on “COVID-19 dan Angka Fatalitas

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.