Covid-19 Indonesia: Menduga Kasus Berdasarkan Angka Kematian


Kalau Anda menganggap judul di atas sensasional maka Anda tergolong normal karena secara normal pola pikir kita begini: berapa kasusnya, berapa yang meninggal, dan berdasarkan pengetahuan ini menarik kesimpulan mengenai angka kematian. Tapi pandemi Covid-19 belum normal, pergerakan angkanya masih sangat dinamis dan arahnya masih sulit diduga, can go any direction (kata DG WHO). Akibatnya, untuk memperoleh angka yang masuk akal, kita dituntut untuk berpikir supra normal. Inilah yang ingin disodorkan oleh tulisan ini.

Data Dasar

Menurut Worldmeter, di Indonesia total kasus Covid-19 (=c) per tanggal 1 April 2020 pukul 09.50 GMT ada sebanyak 1,677 kasus dan yang meninggal (=d) sebanyak 157 kasus. Jika angka kematian (=CFR) kita hitung berdasarkan dua angka ini maka CFR=d/c=9.4%. Yang wajib-segara-catat, seperti yang akan dijelaskan secara singkat dalam tulisan ini, rasio itu sangat ketinggian, highly overestimate. Argumennya plain and simple: penyebut dari rasio ini, angka c, sangat kerendahan atau highly underestimate. Tulisan ini dimaksudkan utamanya untuk menunjukkan hal itu berdasarkan beberapa asumsi dan logika sederhana.

Asumsi

Dari banyak sumber informasi dapat diakses bebas melalui berbagai media kita menemukan banyak variasi angka terkait dengan Covid-19 ini: angka kematian (=CFR), selang waktu antara terinfeksi dan meninggal (=s), dan waktu-ganda (=k, doubling time). Tulisan ini mengambil posisi moderat, memilih angka-angka moderat. Asumsinya: (1) CFR=1%, (2) s=20 hari dan (3) k=5 hari. Tulisan ini juga berasumsi angka kematian yang dilaporkan di atas (d=157) menggambarkan keadaan yang sebenarnya. Ini asumsi ke-4. Ini semua asumsi awal yang perlu diperbaiki sesuai hasil perhitungan terakhir (disajikan pada bagian akhir tulisan).

Angka Kasus yang Kerendahan

Berapa kasus Covid-19 di Indonesia yang sebenarnya? Wallahualam. Yang pasti tidak ada bukti keras (hard evidence) mengenai angka kasus sebenarnya dalam arti berbasis penduduk (population-based). Ini berlaku bagi Indonesia maupun di negara lain termasuk negara-negara maju. Yang diketahui adalah kasus yang dilaporkan, reported case (=rc).

Karena tidak semua orang diperiksa statusnya apakah terinfeksi Covid-19 atau tidak, maka kasus yang dilaporkan (=rc) pati lebih kecil dari kasus yang sebenarnya (=c>cr). Lebih dari itu, orang yang diperiksa belum tentu teridentifikasi positif terinfeksi semata-mata karena yang bersangkutan belum menunjukkan gejalanya: yang teridentikasi bias ke kasus yang sudah parah. Singkat kata, angka kasus yang kita ketahui sangat kerendahan.

Menduga Kasus Sebenarnya

Saatnya kita menduga kasus Covid-19 berdasarkan 4 asumsi di atas.

  1. Karena diasumsikan CFR=1% (asumsi ke-1) maka 157 kasus yang dilaporkan (asumsi ke-4) meninggal patut diduga berasal dari 15,700 kasus yang terinfeksi.
  2. Karena diasumsikan s=20 maka 15,700+ kasus infeksi itu adalah kasus terinfeksi 20 hari yang lalu, c(t-20), 12-13 Maret 2020 lalu.
  3. Dengan pola pikir yang sama, dan dengan asumsi k=5, maka kasus-kasus c(t-15), c(t-10), c(t=5) dan c(t) dapat diduga masing-masing sebagai berikut:
    • c(t-15), atau 17-18 Maret 2020: 31,400+ (=15,700×2),
    • c(t-10), atau 21-22 Maret 2020: 62,800+ (=31,400 x 2),
    • c(t-5), atau 26-27 Maret 2020  : +125,600 (=62,800 x 2), dan
    • c(0), 1 April 2020: +251,200 (=125,600 x 2).

Dengan dengan d=157 dan c(t)=251,200, maka CFR = (157/251,200) =0.06% atau lebih rendah. Jadi, asumsi awal, CFR=1%, masih terlalu ketinggian. Yang wajib-segera-catat, hitungan-hitungan di atas perlu dilihat sebagai angka sementara. Alasannya, dalam konteks ini kita semua perlu rendah hati untuk mengamini nasehat ourwoldindata:

Most of our work focuses on established problems, for which we can refer to well-established research and data. COVID-19 is different. All data and research on the virus is preliminary; researchers are rapidly learning more about a new and evolving problem. It is certain that the research we present here will be revised in the future.

*****

Sebagai catatan akhir, Anda mungkin menganggap enteng angka itu, CFR=0.625%. Walaupun anggapan itu sah-sah saja tetapi itu tidak dapat digunakan sebagai pembenaran untuk tidak hati-hati. Argumennya plain and simple: kemungkinan Anda terkena terinfeksi Covid-19 >0; demikian juga kemungkinan Anda menularkan kepada orang lain atau meninggal karena terinfeksi Covid-19.

Wallahualam….@

One thought on “Covid-19 Indonesia: Menduga Kasus Berdasarkan Angka Kematian

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.