Pidato Abu Lahab dalam Jamuan Makan Rasul SAW

 

Sumber Gambar: Google

 

“Mereka (yang hadir) ini adalah saudara-saudara bapak-bapakmu dan anak keturunan saudara bapak-bapakmu. Maka (sekarang) bicaralah! Dan hentikan penyelewenganmu (dari agamamu) itu”

“Jangan engkau menyerang agama kaummu. Jangan kau serahkan mereka kepada bangsa Arab, sebab sesungguhnya kaummu tidak akan sanggup melawan bangsa Arab keseluruhannya. Mereka (kaummu) tidak sanggup berperang dengan mereka”.

“Kaummu sudah tahu maksudmu, hendak meruban agama mereka. Tidak tersembunyi bagi mereka, apa urusanmu (yang sebenarnya), dan bahwa engkau mengajak mereka kepada penyelewengan, (mengajak mereka) supaya keluar dari tradisi nenek moyang (kita)”.

“Awaslah, jaga keselamatan dirimu dan keselamatan keturunan bapakmu. Ketahuilah bahwa bangsa Arab tidak akan membiarkanmu (begitu saja). Tidak sukar bagi mereka untuk menyerangmu, dan membunuhmu…”.

“Kembalilah kepada agama bapakmu dan nenek moyangmu. Itulah lebih baik bagimu. kalau tidak, kamu akan penjarakan engkau sampai engkau sehat kembali penyakitmu itu, sehingga kami dapat melindungimu dari (kemurkaan) bangsa Arab”.

“Kami lebih patut dan pantas mendidikmu dan sampai pikiranmu sehat kembali sehingga engkau bebas dari penyakitmu”.

“Keluargamu lebih wajar mendidikmu dan berhak untuk menangkapmu dan memenjarakanmu, bila engkau terus bertahan pada pendirianmu; dan itu lebih memudahkan bagimu dan bagi mereka daripada apabila Quraisy menerkammu dengan bantuan bangsa Arab (lainnya)” (Natsir, 2008:186).

Referensi:

Mohammad Natsir (2008), Fiqhud Da’wah, Yayasan Capita Selecta dan Media Dakwah”.

[Kembali ke Artike Utama]