Terjemahan Khotbah Imam Gamal Fouda

Catatan:

Berikut adalah terjemahan khotbah Imam Gamal Faouda di lokasi dekat masjid Al-Noor New Zealand pada Jumat 15 Maret 2019. Terjemahan diambil dari teks lengkap berbahasa Inggris setelah mencermati rekaman videonya.

Isi Khotbah:

Innal hamda lillaah. Nahmaduhuu wa nasta’iinuhuu wa nastahdihii wa nastaghfiruh.  Wa na’uudzubillaahi min syuruuri anfusinaa, wa min sayyi-aati a’maalinaa. Innahuu man yahdihillaahu fa laa mudhillalah, wa man yudh-lil fa laa haadiyalah. 

Wa asy-hadu an laa-ilaaha illallaah, wahdahuu laa syariikalah. Wa asyhadu anna muhammadan ‘abduhuu warasuuluh.
Yaa ayyuhalladziina aamanuttaqullaaha haqqa tuqaatih. Wa laa tamuutunna illaa wa antum muslimuun.
Uushiikum wa nafsii bitaqwallaahi subhaanahuu wa ta’aalaa. 

Wa as-alullaaha ‘azzaa wajall, an yataqabblasy-syuhadaa’, ma’ash-shiddiiqiina wasy-syuhadaa-i wash-shaalihiin. Innahuu samii’un qariibun mujiibuddu’aa’. Ammaa ba’du. Ayyuhal ikhwatul muslimuun.

Saudara dan saudari dalam Islam; Saudara dan saudari dalam kemanusiaan, Saudara dan saudari di Selandia Baru.

Jumat yang lalu, saya berdiri di masjid ini, dan melihat kebencian, dan kemarahan, di mata teroris itu yang membunuh dan menyiksa 50 orang tak berdosa. Yang terluka, empat puluh dua. Dan menyakiti hati jutaan manusia di seluruh dunia.

Hari ini, dari tempat yang sama, saya memandang keluar, dan saya melihat cinta, dan kasih sayang, di mata ribuan orang Selandia Baru, dan manusia dari seluruh dunia, yang memenuhi hati jutaan manusia yang lain, yang tidak sedang bersama kita secara fisik, tapi jiwa mereka bersama kita.

Teroris ini berusaha untuk merobek-robek bangsa kita,
dengan ideologi jahat, yang telah membuat dunia terpecah. Tapi kita justru telah menunjukkan bahwa Selandia Baru tidak bisa dipecah-belah, dan bahwa dunia, dapat melihat di dalam kita, sebuah contoh, tentang cinta dan persatuan.

Hati kami tersayat, tapi kami tidak hancur. Kami masih hidup. Kami tetap bersama, kami tidak goyah, untuk tidak membiarkan siapa pun memecah-belah kami. (aplaus).

Kami bertekad, untuk saling mengasihi, dan untuk mendukung satu sama lain. Ideologi supremasi kulit putih yang jahat ini, tidak menyerang kami lebih dulu, tapi kami terkena paling keras.

Jumlah orang yang terbunuh, tidak biasa, tapi solidaritas di Selandia Baru adalah luar biasa.

Kepada keluarga para korban, orang yang Anda kasihi tidak meninggal sia-sia.

Darah-darah mereka telah menyirami benih-benih harapan. Melalui mereka, dunia akan melihat keindahan Islam, dan keindahan persatuan kita.

Dan Allah subhanahu wa ta’ala berfirman di dalam Al-Quran yang suci:

Wa laa tahsabannalladziina qutiluu fii sabiilillaahi amwaat (diulang dua kali), bal ahyaa’ (diulang dua kali), wa laa kin laa tasy’uruun.

[Jangan katakan tentang mereka yang telah terbunuh di jalan Allah itu, bahwa mereka mati. Mereka hidup, bersukacita dengan Rabb mereka].

Mereka adalah yang terbaik di antara kita, direnggut dari kita pada hari terbaik, di tempat terbaik, dan melakukan amal terbaik.

Dan mereka bukan saja syuhada Islam, tapi mereka adalah syuhada bangsa ini, Selandia Baru. (aplaus)
Kehilangan kami dari Anda (para syuhada), adalah kemaslahatan untuk persatuan dan kekuatan Selandia Baru.

Kepergian Anda (para syuhada) adalah kebangkitan, bukan hanya untuk bangsa kita, tapi untuk seluruh umat manusia.

Kesyahidan Anda membuka lembaran kehidupan baru bagi Selandia Baru, dan peluang kemakmuran bagi banyak orang.

Berkumpulnya kita di sini, dengan semua corak keragaman kita, adalah sebuah kesaksian atas kebersamaan kemanusiaan kita. Kita di sini, ratusan bahkan ribuan, bersatu untuk satu tujuan. Bahwa kebencian akan kita lepaskan, dan kita akan menebusnya dengan cinta (aplaus).

Kami diajari oleh Nabi kami Muhammad shallallahu ‘alayhi wasallam, bahwa kamu tidak akan sungguh-sungguh pernah menunjukkan rasa syukur kepada Allah subhanahu wa ta’ala, jika kamu tidak mampu untuk berterima kasih kepada sesamamu.

Kepada rakyat Selandia Baru, terima kasih. Terima kasih atas air mata Anda. Terima kasih atas Haka (tradisi di Selandia Baru untuk menunjukkan solidaritas, kekuatan, dan persatuan) Anda.

Terima kasih atas bunga-bunga yang Anda kirimkan. Terima kasih atas cinta dan kasih sayang Anda.

Kepada Perdana Menteri kita, terima kasih. (aplaus). Terima kasih atas kepemimpinan Anda. Ia (kepemimpinan Anda) telah menjadi pelajaran bagi para pemimpin dunia. Terima kasih telah membuat keluarga-keluarga kami menjadi dekat, dan menghormati kami dengan sebuah syal yang sederhana. (aplaus) Terima kasih atas kata-kata dan air mata Anda yang penuh kasih. (Ibu Jacinda Ardern tampak mengangguk pelan). Terima kasih, telah menyatu dengan kami. (Ibu Jacinda Ardern tampak meletakkan telapak tangan di dadanya)

Terima kasih kepada pemerintah Selandia Baru dan rakyatnya yang luar biasa, yang telah menunjukkan kepada kami, bahwa kami penting dan tidak dilupakan. Terima kasih kepada kepolisian kita, (aplaus) dan layanan garis depan. (aplaus). Anda menempatkan hidup kami, di atas hidup milik Anda sendiri, setiap hari.

Terima kasih kepada para tetangga, yang membuka pintu-pintu rumah, untuk menyelamatkan kami dari sang pembunuh. (aplaus)

Terima kasih kepada merek yang menepikan mobil mereka untuk membantu kami. (aplaus)

Terima kasih kepada mereka, yang membawakan kami makanan dan menyangga kami, ketika kami merasa sulit untuk berdiri. (aplaus).Terima kasih.

Terima kasih, Selandia Baru, yang telah mengajari dunia tentang arti cinta dan kepedulian. (aplaus)

Kepada Saudara dan Saudariku. Mereka yang ada di sini, hari ini, untuk melaksanakan ibadah salat Jumat setiap minggu, terima kasih telah atas kehadiran Anda kembali untuk salat berjamaah. Adalah mudah untuk merasa hilang, setelah trauma, yang Anda dan saya alami. Tetapi janji Allah yang telah dibuat-Nya kepada kita, adalah benar.

Wa basy-syirish-shaabiriin (diulang dua kali).
Alladziina idzaa ashaabat-hum mushiibatun qaaluu, qaaluu innaa lillaahi wa innaa ilayhi raaji’uun.

Berikan kabar gembira kepada orang-orang yang sabar. Mereka, yang saat ditimpa musibah, mereka berkata, kepada Allah, kita semua milik-Nya, dan kepada-Nya, kita akan kembali.

Mereka adalah orang-orang yang akan Allah turunkan rahmat-Nya kepada mereka. Terima kasih atas kekuatan dan pengampunan Anda. Terima kasih atas amarah Anda yang Anda kendalikan, dan atas kemurahan hati Anda yang terus mengalir.

Terima kasih atas ketabahan Anda, dan kemampuan Anda untuk berdiri tegar, ketika banyak orang yang lain akan terjatuh.

***

Islamophobia membunuh. Umat Muslim telah merasakan sakitnya selama bertahun-tahun di seluruh dunia.

Islamofobia itu nyata. Ini adalah kampanye yang ditargetkan untuk tidak manusiawi dan takut terhadap orang Muslim secara tidak rasional. Takut apa yang kita kenakan. Pilihan makanan yang kita makan. Takut akan cara kita berdoa dan cara kita mempraktikkan iman kita.

Kami menyerukan kepada pemerintah di seluruh dunia, termasuk Selandia Baru dan negara-negara tetangga, untuk mengakhiri kebencian berbicara dan politik ketakutan.

Kemartiran 50 orang dan luka-luka 42 tidak terjadi dalam semalam, itu adalah hasil dari retorika anti-Muslim dari beberapa pemimpin politik, agensi media dan lainnya.

Peristiwa pekan lalu adalah bukti dan bukti bagi seluruh dunia bahwa terorisme tidak memiliki warna, tidak memiliki ras dan tidak memiliki agama. Munculnya supremasi kulit putih dan ekstremisme sayap kanan adalah ancaman global yang besar bagi umat manusia dan ini harus berakhir sekarang.

Saya ingin mengambil kesempatan ini untuk mengucapkan terima kasih kepada saudara-saudari Muslim dan non-Muslim saya karena menghadiri hari ini. Dan saya juga ingin mengucapkan terima kasih kepada tamu internasional kami yang telah datang untuk mendukung dan membantu kami dalam masa-masa sulit ini.

Kasihanilah kami semua. Oh, Allah, berikan kata perdamaian, keamanan dan kemakmuran.

Oh, Allah, lindungi Selandia Baru dan lindungi warga Selandia Baru.

Terima kasih.

Ud’ullaaha yastajiblakum.

[English version]

[Rekaman Video khotbah]

[Kembali ke posting utama]