Harga Kekuasaan: Perang dan Pengikisan Kemanusiaan

Tulisan ini adalah refleksi tentang perang yang melampaui strategi dan geopolitik—menempatkan penderitaan manusia sebagai pusat, serta menegaskan pentingnya etika dan rujukan moral yang lebih tinggi.

Refleksi lebih lanjut dapat diakses disini

The Price of Power: War and the Erosion of Humanity

Soldiers with weapons and civilians expressing fear and pain in a war setting

This is a reflection on war beyond strategy and geopolitics—centering the human cost, the ethics of power, and the urgent need for a higher moral horizon.

More reflection is here.

What if..

What if…

What if something in our prayers has dimmed—
not the words, but the fire within them?

What if the connection we seek…
is still waiting to be entered?

Two books.
Quiet. Honest. Freely shared—for a time.

Open.

If you feel it—

this link is yours.


Bagaimana jika…

Bagaimana jika salat kita terasa kering—
kata-kata tetap ada, tetapi apinya hilang?

Bagaimana jika kita berbicara…
namun kehilangan sambungan terdalam dengan Yang Ilahi?

Dua buku.
Tenang.
Dibagikan bebas. Untuk sementara waktu.

Berhenti sejenak.

Buka.Jika ada sesuatu yang merespons dalam diri Anda— tautan ini untuk Anda


SALAM: On the Threshold Between Devotion and the World

It begins with a quiet unease—
a world unsettled by violence, uncertainty, and unseen wounds.

But beyond what is happening,
a deeper question calls:
what is peace?

Caliphate as Cosmic Synthesis (2026) invites us to return—
to rediscover Salam not as mere absence of conflict,
but as an inner harmony,
a resonance between the self, the cosmos, and the Divine.

Here, the Caliphate is reimagined—
not as power, but as presence;
not as control, but as conscious participation in a greater whole.

Title: Caliphate as Cosmic Synthesis
Author: Uzair Suhaimi
Publisher: PT. Nas Media (Indonesia).

Not everything sacred is meant to be left behind—some of it is meant to be carried back.

The author’s brief reflections can be found here

Salam: Momen Kecil yang Menentukan Khalifah Kosmik

Bagaimana jika selama ini kita terlalu cepat meninggalkan bagian terpenting dari ṣalāh?

Apa yang terjadi pada Salam—penutup ṣalāh—mungkin justru lebih penting daripada seluruh rangkaian sebelumnya.

Lalu mengapa kita begitu cepat melewatinya?

Tulisan ini bukan tentang cara mengakhiri ṣalāh,
tapi tentang bagaimana kita kembali ke dunia setelahnya.

Jika selama ini kita merasa ibadah belum benar-benar mengubah cara kita hidup, mungkin kita melewatkan sesuatu di bagian paling akhir itu.

Barangkali ini bukan untuk dibaca sekali,
tapi untuk dipikirkan pelan-pelan.

Barangkali ini bukan untuk dibaca sekali,
tapi untuk dipikirkan pelan-pelan.

Tampilan buku yang berhalaman: xii + 115 halaman, 15.5×23 cm ini:

(1) Judul: Khalifah sebagai Sintesis Kosmia: Fusi Hikmah Mulla Sadra dan Tanggung Jawab Global

(2) Penulis: Uzair Suhaimi

(3) Penerbit: PT. Nas Media Indonesia

Link penjualan ini https://shopee.co.id/product/992175805/46807994563/

Uraian lebih lanjut mengenai isi buku dapat diakses di sini.