Silsilah Agama Samawi: Perspektif Al-Qur’an

Tulisan ini meninjau secara singkat silsilah agama samawi dalam perspektif Al-Qur’an dengan fokus pada Yahudi, Nasrani dan Islam. Karena diturunkan (unzila) dari Tuhan yang sama— dan bahkan dari ”leluhur” yang sama (Ibrahim a.s)— maka inti ajaran ketiganya sama. Kesamaan ini terjadi pada tataran normatif; pada tataran sosiologis terjadi berbagai macam penyimpangan serius.

Sekalipun memiliki inti ajaran yang sama, ketiga ajaran berbeda. Kenapa? Hakikat perbedaan adalah Rahasia Tuhan yang bukan ‘urusan kita’ untuk memikirkannya. Walaupun demikian, pada taraf analisis_deskriptif_manusiawi mungkin dapat dikemukakan bahwa perbedaan itu terletak pada penekanan atau aksentuasi: Milah Ibrahim a.s pada Iman (Faith), ajaran Musa a.s pada Islam (Law) dan ajaran Isa a.s pada Ihsan (Way). Bagaimana dengan ajaran Muhammad saw Islam?

Bagi yang berminat mengakses artikel lengkap silakan klik (edit: 8/12/2010):  Silsilah Agama Samawisilsilah-agama-samawi6

Alfâtihah

Kesan penulis, pembukaan khutbah Jum’at yang biasa kita dengar kurang memadai porsinya dan kurang memiliki ‘greget’ isinya. Kesan  ini diperkuat setelah membandingkan dengan best practices di beberapa negara arab atau ‘terarabkan’ yang pernah penulis kunjungi. Pernah penulis mendengarkan khutbah yang isinya ‘melulu’ tahmid tetapi tetap saja memukau dan ‘memaksa’ jama’ah untuk khusyu menyimak. ‘Semangat’ materi khutbah itu kira-kira seperti apa yang tercantum dalam artikel terlampir— reflekasi penulis mengenai al-fatihah. Artikel ini— mungkin memadai sebagai materi khutbah berdurasi kurang dari 20 menit—  dapat diakses secara bebas dengan cara meng-klik:   Draft Khutbah JumA