Ledakan Penduduk?

Artikel ini— menggunakan sekitar 1300 kata— mempertanyakan apakah isu ledakan penduduk itu justified.  Analisisnya menggunakan total penduduk sebagai basis data dan rasio kelangsungan hidup hasil sensus (census survival ratios) sebagai alat analisis. Artikel menyajikan sejumlah clues untuk penarikan kesimpulan sementara yang masih terbuka untuk diskusi lebih lanjut.

Jika tertarik silakan klik INI

[Untuk kembali ke Daftar Isi klik INI. ]

 

 

Besarnya Penduduk Indonesia: Hasil Sementara Sensus Penduduk 2010

Angka sementara SP2010 menunjukkan total penduduk Indonesia berjumlah sekitar 237.6 juta jiwa. Angka itu memposisikan Indonesia sebagai ’juara bertahan’ keempat setelah Cina, India dan Amerika Serikat. Dibandingkan dengan angka SP sebelumnya penduduk Indonesia bertambah sekitar 32.5 juta suatu angka pertambahan yang setara dengan total penduduk Kanada, Irak dan Maroko. Penduduk masih terkonsentrasi atau ‘memadati’ Pulau Jawa. Penduduk juga memadati lima provinsi di Luar Jawa: yaitu Sumatera Utara, Sumatera Barat, Lampung, Sulawesi Selatan dan Sulawesi Utara.

Bagi yang berminat mengakses artikel lengkap silakan klik  INI

The English version of the article can be uploaded freely by clicking HERE

[Untuk kembali ke Daftar Isi klik INI]

 

Demographic Profile and Trends in Early Childhood Mortality Rates of Timor-Leste

This paper is aimed at presenting demographic profile and early childhood mortality rates of Timor-Leste mainly based on the data of last two population censuses in 1990 and 2004. Analysis of trends in early childhood mortality rates uses also Demographic and Health Surveys (DHSs). In the analysis, four indicators are used; namely, infant, child and under-5 mortality rates and life expectancy. These indicators are estimated using an indirect method as described in UN Manual X.

 

The full version of the article can be accessed freely HERE

[Untuk kembali ke Daftar Isi klik/ Back to the Table Contents click INI/THIS]

 

Sensus Penduduk 2010 yang Ambisius

SP2010 mengumpulkan data individu penduduk, rumahtangga dan perumahan yang relatif rinci dengan jumlah pertanyaan yang relatif banyak, jauh lebih rinci dan lebih banyak dari sensus penduduk sebelumnya. Dengan muatan subtansi seperti itu maka SP2010 tak-pelak lagi merupakan proyek yang ambisius.

SP2010 proyek yang ambisius

So, what?

Bagi yang berminat mengakses artikel lengkap silakan klik INI

[Untuk kembali ke Daftar Isi klik INI]

Konsep Penduduk yang Diterapkan dalam Sensus Penduduk 2010

Kegiatan pendataan Sensus Penduduk 2010 (SP2010) di Indonesia akan segera berlangsung selama sebulan penuh 1-31 May 2010. Sejalan dengan rekomendasi UN, SP2010 dimaksudkan sebagai basis yang dipercaya untuk memperoleh angka jumlah penduduk yang cermat serta bemanfaat bagi perencanaan pembangunan yang efisien. Praktek sensus penduduk pada umumnya menggunakan salah satu dari dua konsep yang berbeda yaitu de jure atau de facto.

Penggunaan kedua istilah yang terlanjur sudah sangat popular itu sebenarnya tidak direkomedasikan oleh UN karena berpotensi disalah-pahami.

Rekomendasi UN menyinggung kedua istilah itu sekedar untuk maksud penegasan.

Tulisan ini meninjau secara singkat kedua konsep itu dan menjelaskan penerpannya dalam SP2010. Bagi yang berminat mengakses silakan klik INI

[Untuk kembali ke Daftar Isi klik INI]

COHORT-PERIOD FERTILITY RATES IN WEST JAVA

Artikel ini menganalisis fertilitas kohor-periodik di Jawa Barat menggunakan data Survey Prevalensi Indonesia (SPI) 1987. Penerapan metode analisis ini banyak dianjurkan para ahli karena manfaatnya dalam memperkaya interpretasi mengenai tingkat dan tren fertilitas. Metode ini pada dasarnya didasarkan pada data riwayat kelahiran anak yang pernah dilahirkan oleh responden.

Kesimpulan studi menunjukkan bahwa tingkat fertilitas di Jawa Barat telah mengalami penurunan jauh sebelum program Keluarga Berencana diperkenalkan secara nasional; bahkan jauh sebelum Indonesia melancarkan `modernisasi” dalam arti sesungguhnya.

Versi awal artikel ini pernah dimuat majalah Forum Statistik, No: 1-2 Tahun X, Edisi Maret-Juni 1991. Bagi yang berminat mengakses artikel silakan kilik INI

[Untuk kembali ke Daftar Isi klik INI]