Misteri Waktu: Weltanschauung Al Quran

Tulisan ini membahas secara singkat misteri waktu dalam pandangan-dunia (Inggris: worldview) atau tepatnya Weltanschauung Alquran. Istilah Weltanschauung berasal dari Bahasa Jerman (selalu menggunakan huruf kapital W) yang konotasinya setara tetapi luas dan lebih dalam dari konotasi worldview.

Persepsi kebanyakan kita mengenai lintasan waktu hidup manusia terbatas pada kehidupan di dunia ini, mulai dari lahir (=b, birth) sampai meninggal (=d, death). Dalam perspektif ini lintasan waktu itu dapat dinyatakan dengan model:

f1 = S(t) ….. (1)

di mana t = (b,d).

Model ini mewakili perspektif jahiliayyah sebagaimana tersurat dalam (QS (45:24):

وَقَالُوا۟ مَا هِىَ إِلَّا حَيَاتُنَا ٱلدُّنْيَا نَمُوتُ وَنَحْيَا وَمَا يُهْلِكُنَآ إِلَّا ٱلدَّهْرُ ۚ وَمَا لَهُم بِذَٰلِكَ مِنْ عِلْمٍ ۖ إِنْ هُمْ إِلَّا يَظُنُّونَ

Dan mereka berkata: “Kehidupan ini tidak lain hanyalah kehidupan di dunia saja, kita mati dan kita hidup dan tidak ada yang akan membinasakan kita selain masa”. Tetapi mereka tidak mempunyai pengetahuan tentang itu, mereka hanyalah menduga-duga saja.

Model ini didasarkan pada aksioma yang menegasikan ide keabadian jiwa manusia sehingga dapat diterapkan tidak hanya pada era Nabi SAW yang menjadi rujukan awal ayat di atas. Dalam konteks ini Islam menawarkan model lain:

f2 = S(ti) ….. (2)

di mana i=1,2,3,4 dan t1: (g1-b), t2: (b-d), t3: (d,g2) dan t4: (g2,g3).

Dalam model ini ada tiga momen gaib dalam arti tidak dapat dipersepsikan oleh manusia:

  • g1: momen alastu atau momen ketika manusia membuat perjanjian dengan Rabb SWT (QS 7:172),
  • g2: masa pembalasan (yaumul jaza), kehidupan surga atau neraka, dan
  • g3: masa akhir hari akhirat, masa ketika manusia kembali ke haribaan-Nya.

Tidak ada istilah khusus untuk durasi t1. Durasi t2 disebut kehidupan dunia, durasi t3 kehidupan alam barzah (alam antara), dan durasi t4 alam akhirat.

Selain durasi t2, durasi waktu lainnya tidak dapat dipersepsikan oleh manusia tetapi Alquran memberi isyarat jauh lama dari pada durasi t2. Mengenai durasi t3, misalnya, QS(20:114) memberikan sedikit isyarat yang dimaksud dalam perbandingannya dengan durasi t2.

نَّحْنُ أَعْلَمُ بِمَا يَقُولُونَ إِذْ يَقُولُ أَمْثَلُهُمْ طَرِيقَةً إِن لَّبِثْتُمْ إِلَّا يَوْمًۭا

Kami lebih mengetahui apa yang mereka katakan, ketika orang yang paling lurus jalannya mengatakan: “Kamu tinggal (di dunia), tidak lebih dari sehari saja”.

Wallahualam….. @

[Kembali ke artikel induk]