Anak yang Bekerja dan Pekerja Anak

Sebagai warga negara yang baik kita harus peduli mengenai aset negara yang mungkin paling berharga bagi dan menentukan nasib masa depan bangsa yaitu anak. Itulah sebabnya negara memberikan perlindungan hukum yang cukup—bahkan dalam standar internasional—kepada aset negara yang tak ternilai ini.  Tetapi perlindungan semacam itu sulit dilakukan jika anak berada dalam pasar kerja baik sebagai ‘anak yang bekerja’ maupun ‘pekerja anak’.

Pada pertengahan tahun 2009 total anak pada kelompok umur 5-17 tahun diperkirakan mencapai 58.8 juta jiwa atau hamir sekitar  25% dari total penduduk. Tetapi yang menjadi fokus keperhatinan global, regional maupun nasional adalah pekerja anak, bukan anak yang bekerja secara keseluruhan. Menurut SPA,  total pekerja anak mencapai angka sekitar 1.8 juta jiwa, setara dengan 3.0 % dari total anak 5-17 tahun atau 43.3% dari total  anak yang bekerja.

[Lanjut]