Luasnya Isu Kemiskinan

Dimensi dan isu kemiskinan itu luas. Luasnya isu ini, sebagian kecil, tercermin dalam lima tulisan berikut; sebagian kecil karena tidak mencakup isu-isu substantif yang pelik seperti kemiskinan-turunan (intergenrational poverty) dan nyaris-miskin (trancient poverty).

Tulisan-tulisan ini fosil dan jadul; fosil karena sudah berumur, jadul karena datanya ketinggalan zaman. Walaupun fosil mereka diharapkan tetap potensial sebagai sumber bahan bakar energi kreatif (bukankah sumber energi kita yang utama masih berbasis fosil?); soal jadul, monggo di-update!

Daftar Isi:

  1. Dimensi Kemiskinan

  2. Beberapa Isu Kemiskinan

  3. Kemiskinan Makro-Mikro

  4. Kemiskinan Kota

  5. Kesenjangan Tingkat Penduduk: Perbandingan Antar Provinsi

  6. Kemakmuran VS Keadilan:  Perbandingan Antar Provinsi

  7. Peta Kemiskinan

  8. “Poverty Mapping and GIS Application…” in Poverty Impact Analysis …. (Chapter 6, pages: 161-201)

 

Dimensi Kemiskinan dan Tantangan bagi Para Akademisi dan Pengambil Kebijakan

Banyak yang menilai definisi operasional itu terlalu sederhana dan penilaian semacam itu beralasan (justified) mengingat luasnya dimensi kemiskinan. Bahwa kemiskinan menggambarkan kekurangan pendapatan atau daya beli– sebagai dampak dari kekurangan aksesibilitas dan atau kepemilikan modal ekonomi– jelas dan tak-terbantahkan. Tetapi juga tak-terbantahkan bahwa kemiskinan juga merefleksikan kekurangan berbagai modal lainnya termasuk modal sosial, modal manusia dan modal politik. Artikel ini menyajikan ulasan singkat mengenai tantangan bagi para akademisi maupun pengambil kebijakan dalam meyempurnakan definisi kemiskinan.

Bagi yang berminat mengakses artikel lengkap silakan klik: DimensiKemiskinan