Published by Uzair Suhaimi
Intellectual Profile/
Uzair Suhaii is a thinker dedicated to bridging rigorous analytical frameworks with the depths of Islamic spirituality./ His unique perspective is forged at the intersection of a three-decade career as a government statistician and a lifelong immersion in perennial philosophy and Islamic esoteric sciences (tasawwuf)/. This synergy allows him to explore spiritual themes with a rare combination of structural clarity and profound reflective insight./
Professional & Analytical Foundation: /•Central Statistics Agency (BPS), Indonesia: Served for over thirty years as a Statistician, with extensive training in discerning patterns, analyzing complex structures, and deriving meaning from multidimensional data. /•International Labour Organization (ILO), Asia-Pacific Region: Applied this expertise as a Senior Statistician, working on regional labor market analysis./Literary Work & Authorial Focus:/He channels his analytical precision into exploring the intellectual and spiritual treasures of Islam./ His published works in English demonstrate a consistent methodology: deconstructing core Islamic concepts to reconstruct their relevance for the modern seeker./Selected Publications:/•Triad of Spiritual / Excellence: Al-Fatihah, Taqwa and Ihsan (2025)/ Ihsan: The Way of Beauty and Excellence in Islam (2024)/•Taqwa: The Master Key to Spiritual Excellence (2024)/ •Linguistic Miracle of Al-Fatihah (2024)/ All titles are available globally via Amazon KDP.
View all posts by Uzair Suhaimi
Niat merupakan sesuatu pendorong.
Dalam ilmu fisika.
W = F.S (Usaha=Gaya. Jarak).
Dalam psikologi.
Usaha=Niat x, yang dilaksanakan.
Niat menjadi titik nol (diperlukan energi/gaya), ketika tidak bergerak dari titik nol (tidak ada jarak), maka belum dapat dikatakan melakukan usaha (hasilnya pun akan nol/dalam sholat menjadi sia-sia).
Dalam Sholat, ketika diawali dengan niat yang menjadi titik nol, (diawali dengan prosesi lain seperti wudhu, bersih dari hadats, berpakaian yang rapih dst) ketika niat itu direalisasikan dalam bentuk gerakan (simbol) dan lafadz. maka dapat disebutkan telah bergerak dari titik nol.
Ketika Gaya (niat) semakin besar, maka harapannya adalah jaraknya (hasil) akan semakin jauh (semakin baik). Dan hal ini dikatakan sudah melakukan usaha.
Semoga semakin variatif tulisannya.
Mantap
Salam
Insya Allah
wah ternyata, niat, yang merupakan hal yg paling sederhana dalam keseharian kita,, gag begitu mudah memahami kata niat tsb dg tepat ya! perlu pemikiran yg ckup dlam dlam n dlam uy!
meski sederhana, tapi sebuah niat memiliki arti yang luar biasa. niat sepadan dengan kehendak, yang merupakan sebuah ungkapan yg mencerminkan keseluruhan diri kita. wujud dari keinginan terdalam kita, kondisi emosional kita,
jiwa kita, anfus kita,
saluttt dahhh!!
top abiss!!!
tesis yg i.Allah berguna bet!
ahhaaayy ,,…
Berjuta saraf yg ada di dalam otak manusia. Disisi lain di tubuh manusia ada hati dan nafsu yg saling berebut pengaruh. Jadi tidak salah hadits menganjurkan segala perbuatan harus didahului dgn niat. Niat ibarat program yg hrs kt install dulu jika ingin menjalankannya. Awalnya pasti ada kesulitan dlm menjalankan program tersebut, tapi apabila kita latihan terus akan menjadi lancar. Begitu juga jika melakukan sesuatu perbuatan. niatkan dulu dan jalankan secara istiqamah. Wallahualam
Salam