Dialog Musa-Fir’aun: Model Penyampaian Misi Secara Tegas_Lembut

Dalam tradisi agama samawi, Musa a.s dan Fir’aun adalah dua tokoh besar dalam kedudukan masing-masing. Artikel ini membahas secara singkat episode ketika kedua tokoh besar itu terlibat dalam suatu dialog yang terekam dalam teks suci. Bagi penulis, dialog ini mengilustrasikan model didaktis qurani dalam hal penyampaian suatu misi secara tegas -pesan diampaikan secara jelas, tanpa ambigu—tetapi caranya tetap ‘lembut’. Bagi yang berminat menagkses artikel pendek dengan 707 kata ini silakan klik: dialog-musa-firaunrevRev

Unsur dan Sasaran Risalah: Kesamaan dan Perbedaan Misi Muhammd SAW dengan Rasul Sebelumnya

Unsur dasar risalah agama samawi sama: kabar gembira dan peringatan. Cakupan sasaran berbeda: sebelum era Muhammad saw bersifat lokal; sejak rasul terakhir itu bersifat universal dan global sebagaimana tercermin dari ungkapan ‘wahai manusia’ ketika memanggil umat, bukan ‘wahai kaumku’ seperti seruan Rasul sebelumnya. Artikel mengekplorasi topik ini ini, merupakan versi penyempurnaan dari artikel sebelumnya. Bagi yang berminat mengaksesnya silakan klik:  unsursasaranrevRev

Rasa Keberagaman: Tantangan Bagi Ahli Sain_Teknologi

Rasa   keberagamaan   mucul  dari  rasa   takjub  yang  bersifat manusiawi. Teks suci mengendaki agar intensitasnya ditingkatkan dengan menggunakan secara optimal dan proporsional seluruh perangkat rohaniah manusia: akal, perasaan dan hati. Karena sudah terlatih memanfaatkan kekuatan akal, para ahli sain_teknologi memiliki peluang lebih besar –dibandingkan kebanyakan— untuk memiliki rasa keberagamaan yang intens. Tantangannya,  memanfaatkan  kekuatan hati secara optimal. Penjelasan lebih lanjut dapat dibaca dalam artikel lengkap (kurang dari 950 kata) — merupakan versi perbaikan dari artikel serupa sebelumnya– dapat diakses dengan meng-klik rasakeberagrevRev

Derajat Kesehatan Penduduk Indonesia Berdasarkan Hasil Sensus Penduduk

Indonesia –dari sisi ketersediaan data—semakin kaya karena Sensus Penduduk 2010 sudah membuahkan hasil sekalipun yang didiseminasikan baru terbatas pada beberapa variabel pokok, termasuk umur dan jenis kelamin. Artikel ini menganalisis dua variabel pokok sensus itu untuk memotret derajat kesehatan penduduk, menggunakan alat analisis Rasio Kelangsungan Hidup Antarsensus. Hasil analisis memeberikan indikasi bahwa derajat kesehatan penduduk Indonesia dalam kurun 1990-2010 membaik kecuali untuk laki-laki.

…. derajat kesehatan penduduk Indonesia dalam kurun 1990-2010 membaik kecuali untuk laki-laki.

Bagi yang berminat silakan klik INI

[Untuk kembali ke Daftar Isi klik INI]

 

 

 

Keadilan Sosial yang Berketuhanan: Kerangka Kerja Pemikiran Keislaman_Keindonesiaan

Jika ada ajaran yang dapat dinyatakan secara padat, inklusif, relatif bebas_kontroversi, serta cocok dengan Indonesia, maka ajaran itu adalah Keadilan Sosial yang Beketuhanan (KSB), suatu ajaran yang sesuai dengan nilai-nilai keislaman maupun keindonesiaan. Artikel ini [sekitar 1200 kata] mengeksplorasi makna dan potensi manfaat dari “ajaran” yang dimaksud yang dapat diakses secara bebas dengan cara meng-klik: Pancasila_01