Kesadaranku Menunjukkan


Kesadaranku Menunjukkan

Uzair Suhaimi

uzairsuhaimi.wordpress.com

Kesadaranku menunjukkan inteligensiku bukan apa_apa kecuali  mampu membedakan yang Mutlak atau yang Riil atau Atma atau yang Satu dengan yang lain: yang relatif atau ilusi atau maya.

Kesadaranku menunjukkan kehendakku tak_bermakna kecuali  terhubung atau berasimilasi dengan yang  Satu.

Kesadaranku menunjukkan kualitas jiwaku didefinsikan oleh keearatan hubungan atau intensitas asimiliasi itu.

Kedasaranku mengatakan selain yang Mutlak bisa ada bisa tidak: jika ber-ada maka (a) realitasnya hanya dapat dipahami sebagai relatif terhadap yang Mutlak; (b) keberadaannya merupakan bukti dari dan tunduk pada homogenitas hukum yang merujuk pada yang  Satu.

Kesadaranku menunjukkan inteligensiku yang suprarasional lebih berdaya dari pada pikiranku yang rasional.

Kesadaranku menujukkan bakat bawaan suprarasionalitas inteligenisku mampu menjangkau yang tak_terhingga, salah satu aspek dari yang Satu.

Kesadaranku menunjukkan kehendakku tak_pernah terpuaskan kecuali oleh yang Satu, yang Tak_terhingga.

Bersyukurlah jika yang Satu memancarkan cahaya sehingga terhindar dari ilusi yang koruptif: inteligensiku hanya untuk yang relatif, kehendakku hanya untuk yang maya.

Bersyukurlah aku yang Satu berkenan memancarkan cahaya kebijakan abadi: kebijakan nir-waktu dan universal kebijakan yang mendasari prinsip-prinsip doktrin-doktrin, simbol-simbol, seni-seni suci, dan praktek-praktek spiritual semua agama dunia,

Bahwa yang Satu itu dan hanya yang Satu itu saja yang Mutlak; yang lainnya, termasuk alam raya, alam imajinal, konsep atau bayangan kontemplasiku mengenai yang Satu, semuanya relatif …..@

4 thoughts on “Kesadaranku Menunjukkan

  1. Hanya orang-orang yang senantiasa berifikir sesuai fitrohnya yang akan senantiasa sadar akan dirinya

    Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, dan silih bergantinya malam dan siang terdapat tanda-tanda bagi orang-orang yang berakal (3:190).
    (yaitu) orang-orang yang mengingat Allah sambil berdiri atau duduk atau dalam keadan berbaring dan mereka memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi (seraya berkata): “Ya Tuhan Kami, Tiadalah Engkau menciptakan ini dengan sia-sia, Maha suci Engkau, Maka peliharalah Kami dari siksa neraka (3:191).

    Maka hadapkanlah wajahmu dengan Lurus kepada agama Allah; (tetaplah atas) fitrah Allah yang telah menciptakan manusia menurut fitrah itu. tidak ada peubahan pada fitrah Allah. (Itulah) agama yang lurus; tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui (30:30)

    1. Dear Edi; TK Komentarnya yang saya yakin memperkaya.
      Kalau Edi cermati, inti artikel itu terkait dengan wisdom yang menjadi underlying semua agama agama atau tradisi yang bersifat universal dan “abadi” (nir waktu, khalidiyah, prennial). “Wisdom” dengan kualifikasi itu yang menurut saya makna dari “Al-Din Hanif” dalam Surat (30:30) yang Edi terjemahkan “agama Allah”. Wisom itu bersifat essesnsial yang mengambil bentuk (form) -atau mengejawantah” dalam bentuk- agama atau tradisi. Yang menarik, sejauh yang saya fahami, istilah al-Islam dalam banyak ayat benar-benar inklusif dan lebih merujuk pada agama-agama (yang sama) yang dibawa para Rasul dalam tradisi monoteisme paling tidak sejak Ibrahim AS, bukan ekslusif hanya pada agama yang dibawa Rasul Muhammad saw. Setju?

  2. Subhanallah…tulisan yang sangat indah, kalimatnya penuh makna bersayap.

    Yth Pak Uzair……

    ditengah kesibukan yang begitu padat…terkadang terlupakan bahwa hidup adalah berujung. terlupakan akan bekal yang akan dibawa sesudah kehidupan. Dengan tulisan bapak…begitu menggugah saya untuk selalu mengingat Yang Satu…Yang Mutlak…Dunia Maya yang Pasti.

    Semoga Rahmat dan Kasih Sayang Nya senantiasa menyertai Bapak dan Keluarga.

    …” segala puji bagi Allah yang tidak mempunyai anak dan tidak (pula) mempunyai sekutu dalam kerajaan-Nya dan Dia tidak memerlukan penolong dari kehinaan dan agungkanlah Dia seagung-agungnya”….

    Salam Hormat Ananda

    Chryssanti Widya

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s