Andai Saja Bapakku….


 

Mengenakan busana terbaik yang diolesi sedikit wewangian kesukaan

Dia berjalan perlahan ke arah masjid untuk salat sunat Hari Raya

Hatinya berbunga melihat sekelompok anak-anak bermain ceria tanpa beban

Lari ke sana-kemari penuh vitalitas, tertawa lepas

Tapi ada satu anak di bawah pohon sana menangis lirih-sedih-merana

Penanya:

“Apa yang membuatmu bersedih Nak?”

Si Anak:

“Aku menangis karena bapakku telah tiada”

“dia meninggal ketika berperang bersama Nabi”

“Ibu juga telah tiada, juga saudara, juga paman-bibi”

“Aku menangis karena tidak ada makanan yang tersedia”

“Aku bersedih karena tidak ada baju baru untuk lebaran”

Penanya:

“Maukah kamu menjadikan Muhammad sebagai bapakmu”

“Aisyah menjadi ibumu”

“Fatimah menjadi bibimu dan Ali menjadi pamanmu”

“dan Hasan-Husain menjadi saudara-saudaramu”

Si Anak:

(setelah kaget mengetahui yang bertanya ternyata Nabi)

“Kalau demikian tentu saja mau ya Nabi”

 

Nabi SAW membawa si anak ke rumah

diberinya makan-minum sampai kenyang, dibersihkan

dikenakannya pakaian baru

 

Si anak kembali ke rombongan teman

dengan penuh kegembiraan ikut bermain

 

Anak lain:

“Kenapa sekarang Kamu gembira padahal tadi menangis sedih”

Si Anak:

“Tadi Aku menangis karena lapar, sekarang aku gembira karena kenyang”

“Tadi Aku menangis karena tidak memakai baju baru, sekarang bajuku baru”

“Tadi aku bersedih karena tidak punya bapak-ibu”

“Sekarang aku gembira karena punya Bapak Muhammad dan Ibu Aisyah”

“Tadi Aku bersedih karena tidak punya bibi, paman dan saudara”

“Sekarang Aku gembira karena punya bibi Fathmah, punya paman Ali dan punya saudara Hasan Husain”

Anak lain:

Andai saja Bapakku ikut perang bersama Nabi dan meninggal di sana maka aku akan punya bapak Nabi”

Catatan:

  1. Menurut Santa Thresia, masalah kita adalah diameter lingkaran keluarga yang kita definisikan terlalu pendek”
  2. Konon kebahagiaan hanya mungkin diperoleh dengan cara berbagi
  3. Jika premis ( 1) dan (2) benar maka kesimpulannya:

“Kebahagiaan berbanding lurus dengan diameter lingkaran keluarga: Semakin panjang diameter, Semakin besar kebahagiaan”

 

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.