Menimbang Popularitas Trump

Sang Presiden yang satu ini pasti populer dalam arti umum kata itu. Betapa tidak. Ia adalah presiden satu negara yang paling kuat dari sisi ekonomi (walaupun terus dibayangi China), maupun dalam hal pengaruh global (sekalipun semakin diimbangi oleh Rusia). Ada faktor lain yang mendukung popularitasnya: keunikannya dalam hal rekor pribadi, gaya bicara, kepemimpinan, dan perspektif (soal kancah internasional), serta kecerdikan.

Banyak yang mencela Trump termasuk dari para (eks) pendukung utamanya, tetapi tidak sedikit yang memuji serta mendukungnya secara mati-matian. Pendukung Trump dengan karakter semacam itu dikecam oleh Hillary menggunakan kata deplorable (tercela). Trump secara sigap memanfaatkan kata itu mengompori pendukungnya yang “sudah panas”. Itulah salah satu tanda kecerdikan Trump. Keberadaan pendukung “tercela” ini sebagian menjelaskan kenapa Trump– sekalipun kalah populer dari Hillary dalam perolehan jumlah suara– memenangkan perebutan kursi kepresidenan. Keberadaan mereka juga sebagian menjelaskan kenapa dia masih bertahan di kursinya– paling tidak saat ini– sekalipun di dera oleh hiruk pikuk isu terkait impeachment yang semakin heboh.

Dalam konteks semacam itulah kata populer digunakan secara umum. Kata ini, dalam bagian tulisan ini selanjutnya, digunakan dengan konotasi yang berbeda, lebih terkait dengan pencitraan. Yang ingin dijawab ini: Apakah orang percaya (confidence) Trump melakukan hal yang benar dalam hal urusan dunia (world affairs)? Karena isunya “urusan dunia” maka kita membandingkan Trump dengan beberapa tokoh dunia yang lain.

Untuk menjawab pertanyaan ini kita memanfaatkan hasil kajian PEW Research Center mengenai topik ini. PEW dipilih karena penulis tidak sempat mengakses sumber lain. Selain itu, pencermatan terhadap aspek metodologi, kajiannya secara metodologis dapat dipertanggungjawabkan.

Kalah dari Putin

Dalam surveinya PEW mengajukan pertanyaan yang kira-kira artinya begini: “Apakah Anda percaya Merkel (Jerman), Macron (Prancis) , Xi (China), Putin (Rusia), atau Trump (AS) melakukan hal benar terkait urusan dunia?” Hasil survei menunjukkan Trump kalah bahkan oleh Putin. Ini mengejutkan karena survei mencakup kawasan luas di 25 negara, termasuk kawasan Eropa Barat (Inggris, Jerman, Prancis dan Spanyol) yang secara umum mempersepsikan Putin negatif bahkan musuh. Lebih mengejutkan lagi, secara kesejarahan, Eropa Barat adalah aliansi AS yang sangat dekat. Yang terakhir mengisyaratkan Barat melihat Trump berbeda secara signifikan (dalam konotasi negatif) dengan presiden-presiden AS sebelumnya.

Hasil survei itu memberikan skor 30 untuk Putin; artinya, 30% responden mengiyakan Putin melakukan “hal benar”. Berapa skor untuk Trump? Ternyata hanya 27. PEW dalam laporannya menyebutkan perbedaan angka itu signifikan. (Ini mengisyaratkan hasil survei relatif sangat akurat, atau margin kesalahannya relatif sangat kecil.)

Siapa yang memperoleh skor tertinggi? Ternyata Merkel. Ini juga mengejutkan karena survei ini belum lama dilakukan (2018) ketika popularitas Merkel di negaranya sendiri mulai merosot. Citra Merkel secara internasional memang bagus bahkan di mata Obama yang pernah mengatakan “history in your side” dalam hal kebijakan migrasi internasional. Seperti ditunjukkan oleh Grafik 1, popularitas Macron menempati urutan kedua (skor 46) setelah Merkel (skor 52), sementara Presiden Xi di urutan ketiga (skor 34). Bagaimana citra Trump dibandingkan dua presiden AS pendahulunya?

Grafik 1: Citra Trump dibandingkan Tokoh Dunia yang Lain

Bush, Obama dan Trump

Hasil survei menunjukkan citra Obama sangat positif dengan skor popularitas sekitar 75. Pada era awal kepresidenan jilid pertama, skor Obama bahkan sekitar 90, paling tidak bagi Jerman dan Prancis.

Citra Obama agak merosot sejalan dengan periode ke presidennya sekalipun skor masih relatif sangat tinggi. Kemerosotan citra yang lebih kentara dalam kasus Bush dengan skor sedikit lebih tinggi dari skor Trump. Yang terakhir citranya kira-kira setara dengan citra Bush ketika berada dalam titik nadir popularitasnya. Grafik 2 mengilustrasikan semua cerita ini.

Grafik 2: Citra Trump dibandingkan Dua Presiden AS pendahulunya

Demikianlah citra Trump menurut survei PEW yang diselenggarakan pada musim panas tahun lalau. Hasil survei patut diduga dapat berbeda jika survei serupa diselenggarakan sekarang ketika kursi kepresidenannya tengah digoyang keras oleh Kongres AS melalui upaya ke arah impeachment.

Hasil sementara upaya itu serta pemberitaan media mengenainya mengisyaratkan nasib Trump ke depan sulit diduga sehingga tidak ada yang berani meramalkan hasil akhirnya dengan argumen yang meyakinkan. Siapa berani berani menjawab pertanyaan ini:

  • Trump akan segera jatuh kepresidenannya?
  • Bertahan sampai akhir masa kepresidenan jilid 1?,
  • Melenggang sebagai kandidat presiden dalam Pemilu Presiden tahun depan, atau
  • Merebut jatah kepresidenan jilid ke-2.

Itulah serunya cerita Trump.

 

Contact: uzairsuhaimi@gmail.com