Do We Really Pray?

Menghidupkan Salat, Menghidupkan Diri

For those who aspire to make their prayers truly transformative—to become khāshi‘ūn (those who pray with deep presence and humility), dā’imūn (those who remain constant in prayer), and yuḥāfiẓūn (those who carefully guard their prayers)—these two books may, in shā’ Allāh, be helpful companions.

Bagi yang berkeinginan agar salat tidak sekadar dilakukan, tetapi benar-benar menghidupkan diri—menjadi خاشعين (khāshi‘ūn), دائمون (dā’imūn), dan يحافظون (yuḥāfiẓūn)—dua buku ini, insyaallah, layak dibaca

📘 THE LIVING CORE
How Prayer Rebuilds the Human Person—and Our Shared Civilization

An exploration of how prayer can once again become the living center of human life—shaping the heart, rebuilding the person, and contributing to the renewal of civilization.

Tentang bagaimana salat dapat kembali menjadi inti kehidupan manusia: membentuk kehadiran batin, menata diri, dan pada akhirnya ikut membangun kembali peradaban

📕 THE VERTICAL ANCHOR
How Prayer Holds Us Steady in the Digital Age

A reflection on how prayer serves as a vertical anchor, keeping us grounded in Allah amidst the distractions and pressures of the digital age.

Tentang bagaimana salat menjadi jangkar vertikal yang menjaga kita tetap tegak dan terhubung kepada Allah di tengah derasnya arus distraksi dan kehidupan digital.

Two books, one aspiration:
to restore prayer from a routine act to the very center of life.

Dua buku, satu ikhtiar:
mengembalikan salat dari sekadar rutinitas menjadi pusat kehidupan.


:🔗 THE LIVING CORE
Amazon

🔗 THE VERTICAL ANCHOR
Amazon

Woman wearing a hijab praying in mosque with head touching prayer rug
A woman in modest attire performs a prayer inside a mosque during sunset.

Leave a Reply