Hubungan dengan yang Absolut

Manusia membutuhkan dua macam hubungan agar terhindar atau terselamtakan dari kehinaan: hubungan vertikal dengan yang Absolut dan hubungan horizontal dengan sesama. Putusnya hubungan vertikal, mulai bad ke 14, memicu tumbuh-kembangnya budaya serakah dengan segala kerusakan yang ditimbulakannya. Kembali terhubung dengan yang Absolut melalui ajaran tradisonal primordial mungkin satu-satunya cara yang masuk akal agar peradaban kontomprer dapat  terselamatkan.

Bagi yang beminat mengakses artikel lengkap (edit kerkini 26/10/2010) silakan klik:  DuaMacamKebutuhanRev

Melek Huruf, Melek Statistik dan Peradaban

Jika melek huruf didefinisikan sebagai kemampuan baca-tulis maka melek statistik dapat didefinsikan sebagai kemampuan ‘membaca’ informasi statistik. Melek huruf memungkinkan manusia melalukan lompatan kuantum dalam peradaban karena membuka peluang bagi masyarakat luas untuk  mengakses sumber informasi yang sebelumnya tertutup dan hanya dimiliki oleh segelintir elit. Analog dengan ini, melek statistik membuka  peluang bagi masyarakat  kontemporer untuk melakukan lompatan kuantum lebih lanjut dalam ranah peradaban. Bagi Indonesia yang tengah ‘belajar’ berdemokrasi dan membangun konsensus politik yang cerdas dan beradab, melek statistik memiliki arti strategis dan khas.

Bagi yang berminat mengakses artikel lengkap (edit terkini: 22/4/2010) silakan klik: MelekHuruf_StatistikRev1

Do’a ketika Bercermin

Makna doa ketika bercermin ternyata sangat dalam karena mencerminkan ajaran moral mengenai hubungan positif antara sifat penciptaan dan karakter atau akhlak. Secara sederhana dapat dikatakan bahwa misi Islam adalah menyempurnakan atau rektifikasi akhlak atau karakter yang didasari kebenaran metafisis sesuai ajaran Tauhid, dibimbing oleh aturan-ilahiah sesuai dengan hukum syar’i (Islam), dan memiliki platform keindahan ilahiah yang abadi sesuai ajaran Ihsan dan keteladanan Rasul yang ummi.

Bagi yang berminat mengakses artikel lengkap silakan klik: DoaBercermin

Tingkat Kemakmuran dan Keadilan Masyarakat: Perbandingan Antar Propinsi

Artikel ini memotret posisi-relatif propinsi terhadap posisi nasional dalam hal terkait-kemakmuran dan keadilan, menggunakan “alat potret” sejumlah indikator sosial-ekonomi yang dianggap relevan. Alat potret yang digunakan merupakan produk BPS terkini sehingga profil yang ditampilkan menggambarkan status-terkini pula. Hasil pemotretan antara lain mengindikasikan bahwa empat propinsi yang tergolong ideal dalam arti  relatif makmur wilayahya dan relatif kaya penduduknya: Jakarta, Riau dan Kepulauan Riau dan Kalimantan Timur.

Bagi yang berminat mengakses artikel lengkap silakan klik (edit terakhir: 9/4/2010): Makmur_Adil

Signifikansi Keindahan dalam Ajaran dan Peradaban Islam

Istilah keindahan dalam artikel ini merupakan terjemahan bebas kata Arab husn yang menunjukkan kualitas baik dan indah. Keindahan sangat terkait dengan cinta sebagaimana terungkap dalam sabda Junjugan: “Allah itu indah dan mencintai keindahan”. Artikel ini melihat secara sepintas lalu signifikasi keindahan dalam ajaran Islam— khususnya pilar Ihsan– dan dalam peradaban Islam, khusunya bidang kesenian. Bagi yang berminat mengakses artikel lengkap (diedit terakhir 3/4/2010) silakan klik:  Cinta dan Keindahan