Bukan Pribumi: Berguru pada Ikan Salem


Seekor Ikan Salem memiliki kesadaran kongkrit bahwa di laut ini dirinya bukan pribumi; ia menyadari:

dari mana ia berasal: hulu sungai yang letaknya jauh di atas sana; dan

misi hidupnya: pulang-kampung, kembali dengan selamat ke tampat asal.

Ia menyadari perjalanan pulang-kampung sangat jauh dan berat; ia menyadari:

agar tak tersesat, ia harus mengikuti arah yang di hidayahkan oleh Rabb-nya;

cara teraman adalah melakukan perjalanan secara berjamaah;

perjalannya sangat melelahkan karena harus melawan arus; dan

perjalanannya memerlukan bekal yang cukup, semangat baja, konsistensi, dan kesabaran.

Ia menyadari di tengah perjalanan-pulang ia akan menemukan banyak kolam yang nyaman untuk ditinggali dengan sumber makanan melimpah, tapi juga menyadari:

kolam itu hanya cobaan untuk mengalihkan perhatian dari tujuan;

tinggal di kolam itu hanya jeda, sekadar untuk mengumpulkan energi dan memperbaharui komitmen; dan

harus melanjutkan perjalanan sekalipun melalui jalur terjal yang penuh bebatuan yang licin dan tajam.

Ia menyadari perjalan-pulangnya penuh risiko:

Segerombolan manusia yang siap menangkapnya di teluk ketika berkumpul dengan sesama bahkan sebelum mulai perjalanan-pulang, tapi pasrah karena menyadari pengorbananya bermaslahat bagi manusia; dan

Sekumpulan beruang yang siap menyantapnya, tapi ikhlas karena menyadari hal itu akan bermanfaat bagi kelangsungan hidup spesies beruang, juga bagi kesuburan ekosistem di sekitar.

Ia menyadari pengorbanan dirinya, jika perlu, akan sangat berharga bagi keselamatan kelompoknya: Ia mengetahui cara mati yang bermartabat.

Sekalipun menghadapi risiko mematikan ia menyadari harus melanjutkan perjalanan sebelum tiba di kampung halaman. Ketika tiba di sana ia menyadari sisa misinya adalah membuahi atau dibuahi demi kelangsungan hidup spesiesnya.

Setelah misi itu selesai ia hanya tersenyum-bahagia karena menyadari:

akan kembali kepada keharibaan Rabb-nya;

di sana bukan jurang-dalam-gelap yang menakutkan, tapi

kelimpahan cahaya abadi yang di luar bahasa makhluk untuk menggambarkan keindahannya …..@

Sumber: Google

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s