Refleksi

Alfatihah: Suatu Refleksi


Segala puji hanya bagi Allah pemelihara seluruh alam.

Puji Dia yang tetap terpuji sekalipun seluruh makhluk tidak memuji-Nya: “Dia Mahakaya, Maha terpuji (QS 57:24), “Apa yang di langit dan di bumi bertasbih kepada Allah” (QS 57:1), “Dan guruh bertasbih memunji-Nya, (demikian pula) para malaikat karena takut kepada-Nya, dan Allah melepaskan halilintar, lalu menimpakannya kepada siapa yang Dia kehendaki” (QS 13:13).

Bagaimana tidak terpuji padahal Dia Rabb atau Pencipta atau Pemelihara atau Pendidik dari seluruh alam: alam raya, alam Syahadah, alam Jabarut, alam Malakut.

Yang Rahman lagi Rahim.

Puji Dia yang untuk mengelola kerajaan-Nya lebih memilih pendekatan cinta, bukannya pendekatan kekuasaan. Puji Dia yang Rahman dalam esensi-Nya dan yang Rahim dalam mengelola kerajaan-Nya, padahal Dia “Mahakuat, Mahaperkasa  (QS 58:21)

Pemilik hari pembalasan.

Dia pemilik hari “ketika ruh dan para malikat berdiri bersaf-saf, mereka tidak berkata-kata, kecuali siapa yang telah diberi kepadanya oleh Tuhan yang Maha Pengasih”  (QS 79:38), hari ketika “sesorang sama sekali tidak berdaya (menolong) orang lain”  (QS 82:19).

Hanya kepada-Mu kami menyembah, dan hanya kepada-Mu pula kami mohon pertolongan.

Wahai yang Rahman-Rahim, berikanlah kami kekuatan untuk melawan kecongkakan-diri dan anugerahkanlah kami secercah cahaya untuk memahami kebenaran dasar bahwa Hanya Engkaulah yang layak disembah. Wahai yang Rahman-Rahim, didiklah kami yang diliputi noda kezaliman-diri agar mampu memahami bahwa dengan kekuasaan-Mu yang tak-terbatas hanya Engkaulah yang layak diminta pertolongan.

Hantarlah kami memasuki jalan lebar dan luas).

Wahai yang Maha Pendidik dan Maha Pemberi Petunjuk, atas asma-Mu yang Agung, berikanlah kepada kami petunjuk atau isyarat yang jelas yang mengarah pada jalan-Mu, ke arah Rida-Mu, serta anugerahkan kekuatan untuk mampu berjalan di dalam jalan-Mu, jalan Mustaqiim, secara Istiqamah, secara konsisten.

(yaitu) jalan orang-orang yang yang telah Engkau anugerahi ni’mat kepada mereka bukan jalan mereka yang dimurkai dan (bukan pula jalan) orang-orang yang sesat.

Berilah kami kekuatan untuk menghadapkan wajah kepada “agama yang lurus” (QS 30:30), agama yang telah terbukti tidak bersifat khayalan atau utopis, melainkan agama yang dapat diterapkan secara nyata pada tataran sosiologis-historis, sebagaimana telah didemonstrasikan secara meyakinkan oleh Hamba-Mu yang berakhlak Agung, Muhammad SAW, selama karier kerasulannya.

Ya Rabb, anugerahkan salawat dan salam untuk junjungan dan teladan kami Muhammad SAW yang telah mengajarkan doa yang hampir selalu kami abaikan karena kedunguan kami: “Ampunilah aku karena tidak mampu memuji-Mu secara layak”.

Advertisements
Standard

2 thoughts on “Alfatihah: Suatu Refleksi

  1. Mila Puspita arum says:

    Karena alfatihah adalah induk dari Alquran…dimana membacanya merupakan dialog antara hamba dan penciptanya melalui bahasa kasih dan cinta…ada pengakuan…pujian..keterikatan..ketergantungan dan pengharapan penuh cinta yg dijawab pula dengan cinta…itulah ..surat pembuka…alfatihah…great Ki…baru sebatas ini pemahaman Mila…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.