Layaknya Pertandingan Sepak Bola…


Menurut wejangan seorang kiai sepuh, melakoni kehidupan di dunia ini layaknya memainkan pertandingan sepak bola.

(Sang Kiai penggemar berat sepak bola.)

 

 

Layaknya dalam pertandingan sepak bola, hidup harus memiliki gol (sasaran, tujuan), serta mengarahkan energi hidup ke sana. Tanpa gol, hidup tidak bermakna, absurd, atau terjebak dalam penjara nihilisme. Gol bisa didefinisikan sendiri: hanya untuk kehidupan di dunia-sini-sekarang, atau untuk kehidupan di akhirat-sana-nanti; tetapi yang pasti, setiap pilihan berkonsekuensi.

… Maka di antara manusia ada yang berdoa, “Ya Tuhan kami, berilah kami (kebajikan) di dunia” dan di akhirat tidak memperoleh bagian apa pun. Dan di antara mereka ada yang berkata, “Ya Tuhan kami, berilah kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat, dan lindungilah kami dari azab neraka” (QS 2:200-201).

(Klik INI untuk melihat teks ayat dan bacaannya.)

 

Layaknya dalam pertandingan sepak bola, hidup harus menaati aturan.

Wahai orang yang beriman! Taatlah kepada Allah dan taatlah kepada Rasul dan janganlah kamu merusakkan segala amalmu (QS 47:33).

(Klik INI untuk melihat teks ayat dan bacaannya.)

 

Layaknya dalam pertandingan sepak bola, hidup harus punya musuh (tantangan, lawan) dan memperlakukannya sebagai musuh.

Sesungguhnya setan itu musuh bagimu, maka perlakukanlah ia sebagai musuh, karena sesungguhnya setan itu mengajak golongannya agar mereka menjadi penghuni neraka yang menyala-nyal (QS 35:6).

(Klik INI untuk melihat teks ayat dan bacaannya.)

 

Layaknya pertandingan sepak bola, agar lebih terarah, hidup perlu coach, guru, kiai atau mursyid. Coach diperlukan untuk memeragakan bagaimana cara “menendang bola ke arah goal”, guru untuk membantu memetakan “skenario pertandingan”, dan kiai atau musryid untuk membantu memastikan jalan yang ditempuh menuju ke arah sasaran “yang hak” serta untuk bertanya.

…. maka bertanyalah kepada orang yang mengetahui pengetahuan jika kamu tidak mengetahui (QS 16:43).

(Klik INI untuk melihat teks ayat dan bacaannya.)

 

Layaknya dalam pertandingan sepak bola, hidup lebih efektif kalau berjamaah dan saling-tolong. Untuk kepentingan yang lebih besar, untuk menggarap proyek jamaah atau kolektif, terkadang lebih terhormat memainkan peran “pemberi umpan matang” dari pada memaksakan diri sebagai “pencetak gol “.

… Maka tolong menolonglah dalam (mengerjakan) kebajikan dan takwa, dan jangan tolong menolong dalam berbuat dosa dan permusuhan (QS 5:2).

(Klik.INI untuk melihat teks ayat dan bacaannya.)

 

Layaknya pertandingan sepak bola, hidup di dunia ini, dibandingkan hidup di akhirat, hanya permainan. Kata orang arif, “kita bermimpi ketika hidup dan baru bangun ketika mati”.

Ketahuilah, sesungguhnya kehidupan dunia ini hanyalah permainan dan senda gurauan, perhiasan dan saling berbangga di antara kamu dalam kekayaan dan anak keturunan, seperti hujan yang tanaman-tanamannya mengagumkan para petani, dan kemudian (tanaman) itu menjadi kering dan kamu lihat warnanya kuning kemudian menjadi hancur. dan di akhiran (nanti) ada azab yang keras dan ampunan dari Allah serta keridaan-Nya. Dan kehidupan dunia tidak lain hanyalah kesenangan palsu (QS 57:20).

Maka adapun orang yang melampaui batas dan lebih mengutamakan kehidupan dunia maka sesungguhnya nerakalah tempat tinggalnya. Dan orang-oang yang taku kepada kebesaran Tuhannya dan menahan diri dari (keinguinan) hawa nafsunya, maka sungguh, surgalah tempat tinggal(nya) (QS 79:37-41).

(Klik INI untuk melihat teks ayat dan bacaannya.)

Wallahualam….@

 

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.