Supremasi Kulit Putih dan Teror New Zealand: Catatan Singkat

Istilah Teror New Zealand (NZ) dalam judul tulisan ini adalah teror penembakan masal di dua Masjid di negara itu beberapa hari yang lalu[1]. Teror ini oleh the Daily Best sebagai suatu serangan ganas oleh seorang penganut ideologi Supremasi Kulit Putih, ” a vicious attack by a white supremacist“. Jadi, harian itu melihat adanya kaitan antara ideologi itu dengan teror yang terjadi.

Kaitan itu terbaca jelas dalam manifesto yang dirilis oleh Brenton Tarrant, pelaku utama teror itu, sebelum melancarkan aksinya. Manifesto ini sempat beredar di internet tetapi agaknya sudah diblokir. Manifesto ini sempat dikirimkan ke PM NZ beberapa menit sebelum tragedi teror berlangsung. Isi mmanifesto pada intinya merefleksikan pandangan ideologi Supremasi Kulit Putih (White Supremacy).

PM NZ menilai manifesto itu sebagai ekstrem, tidak mendapat tempat di NZ, bahkan di belahan dunia mana pun. PM ini mungkin benar tetapi sukar untuk mengabaikan gejala maraknya pandangan ekstrem ini di kawasan Eropa dan lebih-lebih di Amerika Serikat (AS).

Maraknya ideologi ekstrem di AS sebenarnya tidak mengherankan paling tidak karena dua alasan. Pertama, ideologi ini Americanism dalam arti lahir di AS kira-kira satu-setengah abad yang lalu, tepatnya 1867-70. Kedua, Presiden AS yang sekarang ini sangat terkesan “ramah” terhadap penganut ideologi ini. Tidaklah mengherankan ada laporan bahwa manifesto yang dirilis dilaporkan menyinggung Sang Presiden. Yang perlu ditegaskan, ideologi ekstrem ini sama sekali tidak mewakili masyarakat AS secara keseluruhan. Yang juga pasti, teror ini tidak mewakili masyarakat NZ yang menurut CNN sangat terkejut, terpana serta menyatakan belasungkawa dan empati yang jujur dan mendalam (genuine, deep and profound, istilah penyiar CNN).

Definisi Supremasi Kulit Putih

Apa itu Supremasi Kulit Putih (SKP)? SKP adalah suatu kepercayaan, terori, doktrin; atau singkatnya, suatu ideologi yang berbasis rasial. Menurut kamus[2], istilah SKP merujuk pada

kepercayaan, teori, atau doktrin bahwa orang kulit putih secara inheren lebih unggul daripada orang-orang dari semua kelompok ras lain, terutama orang kulit hitam, dan karena itu merupakan kelompok dominan di masyarakat mana pun.

the belief, theory, or doctrine that white people are inherently superior to people from all other racial groups, especially black people, and are therefore rightfully the dominant group in any society.

Dari definisi itu jelas bahwa ideologi SKP bersifat ekstrem dalam arti tidak sejalan dengan norma pergaulan global yang berlaku sekarang. Ideologi ini pasti bertentangan dengan norma agama yang pada intinya menegaskan kesatuan Umat Manusia dan menegaskan pula bahwa keragaman suku atau warna kulit dalam lingkungan ras manusia sebagai sesuatu rancangan Rabb AWT atau realisasi dari kehendak-Nya (lihat QS 49:13).

Korban Ideologi SPK

Dalam sejarahnya ideologi ini memicu tindakan kekerasan yang tidak masuk akal (senseless violence) serta menghina harkat kemanusiaan. Sejarah mencatat korban manusia yang dipicu oleh ideologi ini tidak dapat dibayangkan jumlahnya. Lihat saja kasus kebiadaban NAZI ketika Perang Dunia ke-2, khususnya terhadap kelompok masyarakat Yahudi di Jerman dan sekitar.

Yang perlu dicatat adalah bahwa peristiwa kebiadaban Nazi itu belum lama berlangsung, belum seabad yang lalu. Anehnya, sebagian masyarakat Erop, khususnya kalangan usia muda sudah melupakannya. Anehnya lagi, ide-ide model Nazi justru marak akhir-akhir ini. Banyak bukti mengenai hal ini. Jelas tidak wise “menguburkan kepala dalam pasir” karena enggan melihat gejala maraknya gerakan-gerakan berbasis kebencian termasuk antiimigrant, antisemitism, islaphobia, dsb.

Korban Teror NZ

Laporan terkini mengungkap korban teror NZ paling tidak 50 orang meninggal dan sekitar 50 orang terluka. Latar belakang mereka bermacam-macam. Menurut the Daily Best termasuk di antara korban itu adalah

  • Seorang pengungsi Suriah yang melarikan diri dari negaranya yang dilanda perang;
  • Seorang wanita yang dengan berani melindungi suaminya yang berkursi roda dari penembaknya;
  • Seorang ayah baru pemain bola untuk tim lokal; dan
  • Seorang balita kecil yang sedang berdoa bersama keluarga mereka.

Harian ini merilis beberapa nama dan profil dari 22 korban teror ini sebagai berikut.

1. Mucad Ibrahim (3)

Anak kecil umur tiga tahun ini dilaporkan hilang dan diduga kuat turut jadi korban meninggal. Ia ikut Salat di Masjid Al Noor bersama ayah dan saudara tuanya. Ayahnya selamat walaupun sebelumnya diduga meninggal.

2. Abdullahi Dirie (4)

Anak ini (meninggal) ikut Salat bersama ayah dan empat saudaranya yang semuanya selamat. Meninggalnya anak ini dikonfirmasi oleh pamannya Abdulrahman Hashi (60) yang berprofesi sebagai iman di Masjid Al Hijrah Mosque in Minneapolis (AS).

3. Sayyad Milne (14)

John Milne, ayah anak ini mengatakan ia belum memperoleh konfirmasi dari pihak berwajib tetapi yakin sudah meninggal karena dia melihatnya. Ia mengaku sangat kehilangan anaknya yang dilabelinya “seorang tentara kecil pemberani”.

4-5. Khaled Mustafa; Hazma Mustafa (14)

Kelompok Solidarits Suriah NZ mengkonfirmasi meninggalnya Khaled Mustafa dan anaknya Hamza Mustafa yang baru berukur 14 tahun. Khaled bersama istri dan tiga orang anaknya baru pindah dari Sufriah 2018 yang lalu. Teman Hamza yang berumur belasan dilaporkan juga meninggal.

6 Haji Daoud Nabi (71)

Haji Daouud imigran asal Afganistan. Kedua anaknya, Omar dan Yama, mengkonfirmasi meninggalnya Haji ini.

7. Atta Elayyan (33)

Almarhum warga Kuwait, seorang ayah baru, dan semasa hidupnya berprofesi sebagai penjaga gawang tim futsal Canterbury.

8-9. Naeem Rashid (50), Talha Rashid (21)

Menurut Kemenlu Pakistan Naeem dan Talha adalah dua dari enam warga Pakistan yang menjadi korban teror. Naeem semasa hidupnya adalah seorang guru lokal dan dilaporkan merebut senjata dari pelaku teror sebelum akhirnya tertembak.

10. Syed Jahandad Ali (34)

Syed Jahandad Ali adalah warga Pakistan. Istrinya mengaku berbicara terakhir dengan suaminya ketika sarapan

11 Syed Areeb Ahmed (27) 

Areeb Ahmed, warga Pakistan, satu-satunya anak laki-laki orang tuanya, seorang akuntan yang pergi ke NZ untuk bekerja.

12-13 Sohail Shahid, Mahboob Haroon

Keduanya warga Pakistan.

14 Husne Ara Parvin (42)

Husne Ara Parvin dilaporkan tertembak karena melindungi suaminya Farid Uddin yang di kursi roda yang selamat.

15 Ali Elmadani (66)

Menurut penuturan anak perempuannya Ali Elmadani (66) sebelumnya adalah seorang insinyur emigran asal Uni Emirat Arab yang beremigrasi ke NZ tahun 1988. Almarhum meninggal di dalalm masjid Al Noor.

16 Farhaj Ahsan (31)

Almarhum, seorang Insinyur berasal dari India, seorang suami dan ayah dari tiga orang ank perempuan dan seorang anak laki-laki berumur enam bulan.

17 Hussein Al Umari (36)

Hussein Al Umari adalah seorang emigran dari Uni Emirat Arab (1997), jamah tetap Masjid Al Noor. Dia dilaporkan berencana makan siang dengan keluarganya usai Salat Jumat.

18. Abdus Samad (67)

Abdus Samad adalah seorang warga Bengladesh, pensiunan dosen (2012), bermigrasi bersama istri dan dua anaknya (2013) dan memperoleh kewarganegaraan NZ. Sebelum meinggal almarhum adalah seorang dosen tamu di the Lincoln University in Christchurch. Saudaranya, Habibur Rahman, told Al Jazeera that Samad biasa menjadi imam di masjid Al Noor.

19. Lilik Abdul Hamid

Meninggalnya Lilik dalam teror itu dikonfirmasi oleh Kemenlu RI. Dia dikenal sebagai seorang ayah yang dihormati dari dua orang anak yang bekerja sebagai insinyur perawatan pesawat terbang NZ. Menurut Ibu Menlu (Retno Marsudi) Lilik sudah 6 tahun sebagai anggota tim insinyur berharga di Christchurch, NZ

20. Matiullah Safi

Safi adalah satu dari dua orang yang berasal dari Afganistan yang menjadi korban teror. Kedubes Afganistan di Canberra mengkonfirmasi meninggalnya Safi dan tiga warganya yang terluka.

21. Junaid Mortara (35)

Menurut saudaranya, Javed Dadabhai, Mortara adalah pemberi nafkah keluarganya, pendukung ibunya, dan tiga orang anak berumur 1-5 tahun. Almarhum mewarisi suatu toko dari ayahnya dan penggemar kriket.

22. Husna Ahmed (45)

Ahmed adalah seorang istri dari Farid Ahmed ketika teror berlangsung. Ketika mulai penembakan pasangan ini terpisah ke kamar mandi.

 

Foto dari pojok-kiri-atas: Atta Elayan, Haji Daoud, Husne Ara Parvin, Mucad Ibrahim Naeem Rasyid dan Sayyad Milna.

Sumber: The Daily Beast

Demikianlah catatan singkat mengenai ideologi ekstrem dan korban teror New Zaeland menurut the Daily Beat. Harian ini bermaksud memperbaharui profil korban begitu datanya tersedia. Bagi seorang Muslim, semua korban ini syahid, Insya Allah. Doa bagi korban: “Allahummagfir lahum, wa’afi’hum, wa’fu ‘anhum. Bagi keluarga korban, semoga saja dianugrahi-Nya ketabahan, kesabaran, serta keikhlasan ditinggal orang terkasih…..@

Amin…..@

[1] Posting mengenai ini dapat diakses di SINI.

[2] Dictionary.com Unabridged Based on the Random House Unabridged Dictionary, © Random House, Inc. 2019,  https://www.dictionary.com/browse/white-supremacy