Mengenal Muhammad Mursi

Sumber gambar: Google

Dunia Muslim kehilangan tokoh ini yang meninggal Selasa 18 Juni 2019 di tengah masa persidangannya terkait berbagai tuduhan yang ditujukan kepadanya. Nama lengkapnya Muḥammad Mursī ʿĪsā al-ʿAyyāṭ. Ia adalah mantan Presiden Mesir (yang ke-5) yang dijabat hanya setahun, dari 30 Juni 2012- 3 Juli 2013, mungkin paling singkat dalam sejarah Mesir. Jabatan itu digantikan oleh General Abdel Fattah el-Sisi melalui suatu kudeta militer.

Kehidupan dan Karier Pendidikan

Almarhum Mursi AS terlahir dari keluarga sederhana di Desa El-Adwah, Mesir Utara pada 8/8/1951: bapaknya petani dan ibunya pengurus rumah tangga biasa. Untuk bersekolah di desanya ia dilaporkan masih menunggangi keledai.

Pada 1960-an almarhum memperoleh gelar sarjana muda dengan pujian tinggi sebagai insinyur dari Universitas Kairo. Sekitar 1975-76 ia mengikuti wajib militer dan bekerja sebagai di unit persenjataan kimia.

Setelah menyelesaikan program master selanjutnya almarhum melanjutkan studi di Universitas California Selatan, Amerika Serikat, melalui bea siswa pemerintah. Di sana ia meraih gelar PhD dengan disertasi “High-Temperature Electrical Conductivity and Defect Structure of Donor-Doped Al2O3“. Ia sempat menjabat asisten profesor di Universitas Negara California 1982-85 dan bekerja di NASA (awal 1980-an) membantu membangun mesin Pesawat Ruang Angkasa.

Singkatnya, karier pendidikan dan profesi sebagai insinyur, almarhum gemilang. Bagaimana kariernya di bidang politik?

Karier Politik

Untuk sampai menjadi presiden, karier politiknya tentu gemilang. Sayangnya tidak bertahan lama, hanya setahun beberapa hari, sebelumnya akhirnya dijatuhkan melalui kudeta militer. Kenapa dijatuhkan? Untuk menjawab ini secara memuaskan tentu diperlukan kajian mendalam yang bukan porsi dari tulisan ini yang fokusnya hanya pada hal-hal pokok yang bersifat indikatif.

Tinjauan singkat sejumlah bacaan terkait dengan isu ini mengarah pada beberapa faktor yang patut diduga menyebabkan kejatuhan karier politik almarhum: kurang-akurnya dengan pihak militer, ketegasan sikapnya mengenai sejumlah isu politik global khususnya di Timur Tengah, kedekatannya dengan Iran (dan Qatar) dan –ini mungkin paling menentukan– “kejahatan” media-massa yang secara sistematis memfitnah atau memojokkannya dengan cara mengutip ucapannya di luar konteks.

Hubungannya dengan pihak militer didorong oleh keyakinannya bahwa seorang presiden adalah panglima tertinggi dan menghendaki agar anggaran militer accountable. Ia memecat beberapa petinggi militer yang dinilai tidak sejalan dan menggantikan dengan mereka yang dinilai cocok, termasuk El-Sisi (presiden sekarang). Masalahnya ini: (1) Almarhum Mursi RA bukan seorang militer, dan (2) akuntabilitas anggaran kemiliteran merugikan kepentingan para petinggi militer yang selama ini dinikmati secara leluasa.

Terkait dengan isu lain, sikap Mursi RA sangat tegas:

  • Ia mengancam Peristiwa 9/11, sekaligus mengkritik AS terlalu gegabah menghukum sejumlah negara Muslim.
  • Ia menegaskan hak kewargaan penuh bagi Umat Kristen di Mesir, sekaligus tidak mentolelir sikap tidak hormat terhadap Rasul SAW.
  • Ia mengakui Umat Agama Yahudi sebagai ahli kitab sesuai ajaran Al-Quran dan sangat menaruh respek kepada mereka, tetapi sekaligus mengecam kebrutalan Pemerintah Israil terhadap warga sipil Palestina. (Diksi terakhir ini mudah dipahami membuat tidak nyaman pemerintah Amerika Serikat dan sekutu-sekutunya.)

Mengenai Israil sebenarnya ia berhubungan sangat baik dengan PM Israil ketika itu tetapi hal itu malah dipelintir oleh lawan-lawan politiknya dan masyarakat Inilah salah satu contoh dari “kejahatan” media masa”. Kejahatan serupa terjadi dalam kasus hubungan baiknya dengan Iran yang dinarasikan sedemikian rupa sehingga menumbuhkan sikap permusuhan internal di kalangan Suni.

Memahami Pandangan Mursi

Ucapan seseorang dapat diasumsikan menggambarkan sikap genuine orang itu. Jika pernyataan benar maka kutipan-kutipan berikut layak dijadikan rujukan untuk memahami pandangan Mursi AS dalam berbagai bidang kehidupan (Sumber: ini):

  1. There cannot be peace in the Middle East without giving Palestinians their full rights.
  2. The Zionists have no right to the land of Palestine. There is no place for them on the land of Palestine.
  3. The world is not uni-cultural. We must live together rather than seeking to dominate each other. The people in the world cannot accept domination anymore.
  4. Freedom of expression comes with responsibilities, especially when it comes with serious implications for peace.
  5. The revolutions of the Arab Spring happened because people realized they were the power.
  6. I’m very keen on having true freedom of expression. True freedom of faith. And the free practice of religious faith.
  7. There is no power above people power.
  8. I will treat everyone equally and be a servant of the Egyptian people.
  9. I am the first Egyptian civilian president elected democratically, freely, following a great, peaceful revolution.
  10. The world stage is very difficult. It’s not easy to be on the world stage.
  11. I will not betray my country.
  12. Egyptians are always and will always be supportive of their Palestinian brothers, all Palestinians.
  13. When the Egyptians decide something, probably it is not appropriate for the U.S. When the Americans decide something, this, of course, is not appropriate for Egypt.
  14. Egypt is practicing its very normal role on its soil and does not threaten anyone and there should not be any kind of international or regional concerns at all from the presence of Egyptian security forces.
  15. We must confront this Zionist entity. All ties of all kinds must be severed with this plundering criminal entity, which is supported by America and its weapons, as well as by its own nuclear weapons, the existence of which is well known. It will bring about their own destruction.
  16. If you want to judge the performance of the Egyptian people by the standards of German or Chinese or American culture, then there is no room for judgment.
  17. I never meant to antagonize anyone.
  18. There is a positive and personal relationship between the Egyptian people and the Syrian people.
  19. We Egyptians reject any kind of assault or insult against our prophet.
  20. The president of the Arab Republic of Egypt is the commander of the armed forces, full stop.
  21. Egypt now is a real civil state. It is not theocratic, it is not military. It is democratic, free, constitutional, lawful and modern.
  22. I will not use my legislative powers except in a very limited framework.
  23. The situation in Egypt is stable. We are ready for tourism and investment
  24. Conflict does not lead to stability in the world.
  25. We all have to announce our full solidarity with the struggle of those seeking freedom and justice in Syria and translate this sympathy into a clear political vision that supports a peaceful transition to a democratic system of rule that reflects the demands of the Syrian people for freedom.
  26. If there is a spot where you have a dictatorship, where people are not free, people are not satisfied, they do not find food and shelter, they are under the poverty level, this is a dangerous spot for the whole world, because those people will move, and they will move to different places. They will be carrying bad feelings towards others.
  27. When I say, ‘I am supporting the police or the army,’ I am talking about the army in general and the police in general. In general, those institutions are good institutions.
  28. I know about technology, about research, scientific applications, culture, civilization, differences between nations of the world, the nature of history.
  29. The most important thing for me is to have a real friendship between Egyptians and Americans.

Mudah-mudahan kutipan-kutipan di atas membantu memahami secara proporsional pandangan Mursi RA dalam berbagai bidang. Insyaallah beliau wafat sebagai seorang syahid: allhummanagfir lahu warhamhu wa’afi’hu wa’fu ‘anhu…..@

Contact: uzairsuhaimi@gmail.com