Yesus dalam Al-Quran

Nama Yesus banyak disebutkan dalam Al-Quran, tentu tidak secara harfiah tetapi dalam padanan Arabnya yaitu Isa. Kitab Suci ini mencantumkan nama Isa AS secara eksplisit sebanyak 27 kali dalam 26 ayat. Ini fakta qurani yang menarik karena penyebutan Muhammad SAW secara eksplisit hanya sebanyak 4 kali dalam 4 ayat. Yang mungkin lebih menarik, penyebutan nama Maryam RA sebanyak 34 kali dalam 31 ayat[1]. Tulisan ini membahas secara singkat ayat-ayat yang terkait dengan Isa AS dan Maryam RA. Sebelum memasuki topik utama ini, untuk memberikan konteks yang lebih luas, berikut ini disajikan perspektif Al-Quran mengenai rasul secara keseluruhan[2].

Konteks

Al-Quran “tidak membeda-bedakan” para rasul-Nya dan mengakui “kelebihan” masing-masing. Ayat-ayat mengenai hal ini sangat eksplisit. Mengenai yang pertama QS(2:136) menarasikan sebagai berikut:

Katakanlah “Kami beriman kepada Allah dan kepada apa yang diturunkan kepada kami, dan kepada apa yang diturunkan kepada Ibrahim, Ismail, Ishak, Yakub dan anak cucunya. dan apa yang diberikan kepada Musa dan Isa serta kepada apa yang diberikan kepada nabi-nabi dari Tuhan mereka. Kami tidak membeda-bedakan seorang pun di antara mereka, dan kami berserah diri kepada-Nya (teks: muslimun).

(Teks ayat: Klik di sini)

“Kami tidak membeda-bedakan”, la nufarriqu. Penegasan yang sama dapat ditemukan dalam QS(2:185) dan QS(3:84). “Kami berserah diri kepada-Nya” menegaskan makna inklusif dari istilah muslimun; artinya, berlaku bagi umat-umat terdahulu sebelum Umat Muhammad SAW.

Terkait dengan “kelebihan masing-masing”, QS (2:253) menarasikannya sebagai berikut:

Rasul-rasul itu Kami lebihkan sebagian mereka dari sebagian yang lain. Di antara mereka ada yang (langsung) Allah berfirman dengannya dan sebagian lagi ditinggikan beberapa derajat. Dan Kami berikan putra Maryam beberapa mukjizat dan Kami perkuat dengan Roh Kudus…”

(Teks ayat: Klik di sini)

Para penafsir sepakat narasi “yang (langsung) Allah berfirman” merujuk pada Nabi Musa AS. Musa AS, bersama Isa AS dan Muhammad SAW, masing-masing membawa kitab suci untuk umat masing-masing: Taurat-Yahudi (Musa AS), Injil- Nasrani[3] (Isa AS) dan Al-Quran-Muslim (Muhammad SAW). Tiga  agama ini yang kini  dikenal sebagai agama samawi[4], agama “langit”, agama berbasis wahyu.

Terkait dengan Ibrahim AS, Al-Quran menyebutkan istilah milah-hanif yang kira-kira setara dengan agama tetapi dalam bentuk yang lebih longgar. Dengan milah itu Ibrahim AS diakui sebagai leluhur semua agama samawi[5]. Lebih dari itu, ketika berargumen soal agama dengan para ahli kitab Muhammad SAW diperintahkan untuk merujuk milah hanif sebagai karakteristik ajaran yang dibawanya (QS 2:135)

Isa Ibnu Maryam

Dalam banyak ayat (14 dari 26 kasus), penyebutan Isa AS selalu dikaitkan dengan ibunya, Maryam RA. Jadi nama lengkap Isa AS adalah Isa Ibn Maryam. Karakterisasi Maryam AS dalam Al-Quran sangat terhormat dan boleh dikatakan unik:

  • Beliau satu-satunya wanita yang namanya tercantum secara eksplisit dalam Al-Quran.
  • Sebagaimana disinggung sebelumnya, nama beliau tercantum tidak hanya sekali melainkan 34 kali dalam 31 ayat Al-Quran. Lebih dari itu, salah satu nama Surat Al-Quran berjudul Maryam (Surat ke-19).
  • Al-Quran menggelarinya sebagai sangat terhormat: tersucikan dan terpelihara (3:42).

Gambaran umum mengenai beliau dapat dilihat dalam QS (66:12):

… dan Maryam putri ‘Imran yang memelihara kehormatannya, maka kami tiupkan ke dalam rahimnya sebagian dari roh (ciptaan) kami, dan dia membenarkan kalimat-kalimat Tuhannya dan kitab-kitabnya, dan dia termasuk orang-orang yang taat.

(Teks ayat: Klik di sini)

Penyaliban dan Trinitas

Soal penyaliban Isa AS QS(4:157) sangat eksplisit:

.. dan (Kami hukum juga) karena ucapan mereka: “Sesungguhnya kami telah membunuh Al-Masih ‘Isa putra Maryam, Rasul Allah”, padahal mereka tidak membunuhnya dan tidak (pula) menyalibnya, tetapi (yang mereka bunuh adalah) orang-orang yang diserupakan dengan Isa…

(Teks ayat: Klik di sini)

Demikian juga soal trinitas. QS(4:171) sangat eksplisit mengenai ini:

Wahai Ahli Kitab! Janganlah kamu melampaui batas dalam agamamu dan janganlah kamu mengatakan terhadap Allah kecuali yang benar. Sungguh, Al-Masih putra Maryam itu adalah utusan Allah dan (yang diciptakan) dengan kalimat-Nya yang disampaikan kepada Maryam, dan (dengan tiupan) roh dari-Nya. Maka berimanlah kepada Allah dan rasul-rasul-Nya dan janganlah mengatakan, “(tuhan itu) tiga”, berhentilah dari ucapan itu).

(Teks ayat: Klik di sini)

Al-Quran menganggap isu trinitas sangat serius sehingga seolah-olah meminta konfirmasi langsung pada Nabi Isa AS dalam suatu “dialog”:

Dan (ingatlah) ketika Allah berfirman, “Wahai “Isa putra Maryam! Engkaukah yang mengatakan kepada orang-orang, jadikanlah aku dan ibuku bagai dua tuhan selain Allah?” (‘Isa) menjawab, “Mahasuci Engkau, tidak patut bagiku mengatakan apa yang bukan hakku. Jika aku pernah mengatakannya tentulah Engkau telah mengetahuinya… (5:116).

(Teks ayat: Klik di sini)

Wallahualam…@

[1] Penyebutan secara eksplisit Ibrahim AS dan Musa AS masing-masing sebanyak 71 kali (65 ayat) dan 158 kali (149 ayat).

[2] Dalam Islam istilah rasul merujuk kepada nabi (penerima wahyu) yang berkewajiban menyampaikan ajaran-Nya kepada Umat. Istilah rasul dalam Al-Quran terkadang merujuk kepada malaikat yang diutus untuk menyampaikan wahyu kepada seorang rasul.

[3] Dalam artikel ini digunakan istilah Nasrani, bukan Kristen, karena lebih bersifat qurani dalam arti tercantum dalam Al-Quran.

[4] Karena memiliki kitab suci maka semua umat agama samawi ini berhak bergelar ahli kitab. Jika Al- Quran menggunakan istilah ahli kitab tidak termasuk Islam maka hal itu karena Al-Quran masih dalam proses pembentukan. Berbeda Taurat dan Injil, Al-Quran diturunkan secara bertahap dalam waktu relatif lama, lebih dari 20 tahun.

[5] Dalam Islam, penghormatan (tahiyyah) terhadap Ibrahim AS terlembagakan karena merupakan bagian bacaan Salat (tepatnya pada tasyahud akhir).