Selamat datang di uzairsuhaimi.blog! Blog ini merekam jejak pemikiran penulisnya mengenai bidang sosial-ekonomi-kependudukan dan refleksinya mengenai kebijaksanaan abadi dalam perspektif Islam.
Di zaman yang memuja konsumsi, puasa hadir sebagai revolusi sunyi. Kita diajarkan bahwa kepuasan adalah hak dan keinginan harus segera dipenuhi. Namun puasa justru menunda, menahan, dan menyederhanakan.
Bagi Ibn ‘Arabi, lapar adalah “kematian putih” — melemahnya ego sebelum kematian fisik. Yang ditundukkan bukan tubuh, tetapi nafs yang terus menuntut. Dalam pelemahan itu, kesadaran menjadi lebih jernih.
Sementara Frithjof Schuon melihat puasa sebagai cara memulihkan keutuhan di tengah dunia yang terfragmentasi. Modernitas menyebarkan perhatian kita; puasa mengumpulkannya kembali ke pusat. Puasa bukan sekadar ritual menahan diri. Ia adalah latihan ontologis — cara menata ulang hierarki dalam diri: roh di atas dorongan, makna di atas materi. Dalam lapar yang disadari, kita belajar bahwa kebebasan bukan memuaskan semua keinginan, melainkan mampu menguasainya.
Uraian agak rinci dapat di akses melalui [link] ini.
Intellectual Profile/
Uzair Suhaii is a thinker dedicated to bridging rigorous analytical frameworks with the depths of Islamic spirituality./ His unique perspective is forged at the intersection of a three-decade career as a government statistician and a lifelong immersion in perennial philosophy and Islamic esoteric sciences (tasawwuf)/. This synergy allows him to explore spiritual themes with a rare combination of structural clarity and profound reflective insight./
Professional & Analytical Foundation: /•Central Statistics Agency (BPS), Indonesia: Served for over thirty years as a Statistician, with extensive training in discerning patterns, analyzing complex structures, and deriving meaning from multidimensional data. /•International Labour Organization (ILO), Asia-Pacific Region: Applied this expertise as a Senior Statistician, working on regional labor market analysis./Literary Work & Authorial Focus:/He channels his analytical precision into exploring the intellectual and spiritual treasures of Islam./ His published works in English demonstrate a consistent methodology: deconstructing core Islamic concepts to reconstruct their relevance for the modern seeker./Selected Publications:/•Triad of Spiritual / Excellence: Al-Fatihah, Taqwa and Ihsan (2025)/ Ihsan: The Way of Beauty and Excellence in Islam (2024)/•Taqwa: The Master Key to Spiritual Excellence (2024)/ •Linguistic Miracle of Al-Fatihah (2024)/ All titles are available globally via Amazon KDP.
View all posts by Uzair Suhaimi
Published
One thought on “Puasa: Revolusi Sunyi Melawan Ego”
Puasa, juga cara pelan-pelan meredam ego dan kembali menyadari apa yang benar-benar penting dalam hidup. Aamiin
Puasa, juga cara pelan-pelan meredam ego dan kembali menyadari apa yang benar-benar penting dalam hidup. Aamiin