Estimasi Pekerja Rumah Tangga

Pembantu atau  Pekerja Rumah Tangga (PRT) atau Pekerja Domestik (Domestic Worker) menjadi keprihatinan global. Alasannya, PRT rawan menjadi obyek eksploitasi ekonomi dan seksual, juga sulit terjangkau oleh perlindungan hukum. Penggunaan istilah “pembantu” (bukan “pekerja:) dalam survei-survei resmi diduga turut menyulitkan upaya hukum untuk melindunginya: Kementrian NakerTrans konon menganggap urusan “pembantu” bukan bagian dari wilayah kerjanya. (Aya-aya wae!)

PRT dapat dapat diidentifikasi melalui salah atau survei reguler BPS yaitu Survei Angkatan Kerja Nasional (Sakernas). Metodologi untuk mengidentifikasi DW, estimasi dan trennya dapat diakses di SINI.

 

 

Pekerja Anak: Hand-Out Seminar

ILO-BPS mendiseminasikan hasil Survey Pekerja Anak (SPA) melalui seminar setengah hari, 11 Februari 2010, di Hotel Borobudur. Hasil survey itu antara lain menunjukkan bahwa dari sekitar 58.8 juta anak umur 5-17, sekitar 4.05 juta atau 6.9 persen tergolong sebagai anak yang bekerja (children in employment). Dari total anak yang bekerja, 1.76 juta atau 43.3 persen tergolong pekerja anak (child workers).

[Lanjut]