Siginfikansi Wahyu Pertama


Semua ulama sepakat bahwa wahyu pertama yang diturunkan kepada Rasul saw yang bergelar al-Amîn itu adalah lima ayat pertama dari Surat al-’Alaq. Wahyu ini diturunkan ketika Rasul saw tengah melakukan penyendirian spiritual di suatu gua di Bukit Hira’. Wahyu kedua yang diterima Rasul saw adalah Surat 68. Selanjutnya ada masa jeda yang sempat membuat beliau khawatir sebelum akhirnya diturunkan wahyu ketiga yang sekaligus memuat perintah pertama berkaitan langsung dengan misi kerasulan Muhammad saw.

Melalui artikel penulis berupaya mencandra signifikansi ketiga wahyu itu dengan fokus pada wahyu pertama. Bagi yang berminat mengakses artikel lengkap silakan klik:  Wahyu Pertama

6 thoughts on “Siginfikansi Wahyu Pertama

  1. Surat Al-‘Alaq harusnya menjadi sumber inspirasi bagi mereka yang ingin belajar Islam secara menyeluruh. Saya sendiri menyadari dalam membaca surat Al-‘Alaq masih seperti membaca koran yang sudah tentu tidak ada kehebatan yang dapat kita peroleh. Padahal kata Iqra mempunyai spektrum arti yang sangat luas dan mendalam seperti yang diuraikan oleh pak Uzair yaitu Kumandangkan! Dengungkan! Dan Proklamasikan! Terimakasih pak Uzair semoga kita dapat menjadi ihsan yang ma’rifatullah dalam arti yang sebenarnya.

    1. Mohon koreksi bila comment saya ada yang salah.
      saya fokus pada Surat Al-‘Alaq, adalah tentang perintah “baca”.
      Ada tahapan dalam proses “baca”. Tahap awal adalah belajar bagaimana cara baca (arti sesungguhnya). Tahap berkutnya adalah apa yang bisa dibaca. Nah pada tahap inilah menurut saya tahap yang berat, karena membaca tidak hanya ,elihat sederetan huruf saja tetapi semua yang ada di alam ini adalah seseuatu yang perlu di “baca” (perilaku binatang, tanda2 alam, dan lain-lain). Berikutnya adalah memberikan ruh pada apa yang dibaca sehingga bisa mengambil pelajaran dari yang dibaca tersebut, untuk kemudian di terapkan.

      Semoga bisa mengambil ibro dari semuanya.
      Amiiin. Salam buat Mas Djoko.

      1. Untuk ‘pengayaan’ tafsiran Roni saya kira betul dan berguna. Tetapi hemat saya dalam menerjemahkan teks suci kita dituntut untuk tidak keluar dari arti dasar atau arti turunan masing-masing kata yang eksplisit digunakan dalam teks. Nah arti dasar membaca, sejauh itu merupakan terjemahan qaraa, adalah menghimpun dengan arti turunan (sebagaimana dikemukana dalam artikel) “menyampaikan, menelaah, membaca, mendalami, meneliti, mengetahui ciri-ciri sesuatu”. Dengan arti dasar dan makna turunan ini maka bisa jadi kegiatan membaca tidak memerlukan ucapan atau bahan bacaan tertentu tertentu seperti buku. Thanks anyway for your inspirational comments. Salam

  2. Salam kenal. Terimakasih utk kunjungan Anda ke blog saya. Selamat berjuang demi tegaknya Dinul-Islam di dunia!

  3. pak, fani gag ngerti yg ini. Cerita Ibrahim atau Muhammad Udah banyak dijelasin dmana2. buku apapun. soal wahyu pertama, lum pernah fani baca artikel sebelumnyaa.
    Inspired, Informatif,
    bpk buat fb donk spy bs chating chatingan bapakkke

  4. Subhanallah , tiada kitab yg sesempurna Al Qur’an. didalamnya tidak ditemukan sedikitpun kecatatan. kehilangan makna, kekurangan, maupun kelebihan didalamnya. dan memuat seluruh kesempurnaan isi dan kualitas yg mencakup segala hal dengan absolut tanpa terbantahkan, .
    Tidak Diragukan lg kerasulan Muhammad SAW, seorang wakil Allah yg berperan sebagai Rahmatan lilalamin, yg walaupun seorang yg ummi tapi karena keistimewaan dari ALLAH SWT yg diberikan padanya mampu menyampaikan firman ilahi kepada seluruh umat manusia melalui Al’Quran yg luarbiasa kebermaknaannya.
    melalui wahyu pertama ini, moga makin menambahkan iman kita kepada Allah dan makin menambah kecintaan kita kepada baginda Rasullullah SAW

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s