Published by Uzair Suhaimi
Intellectual Profile/
Uzair Suhaii is a thinker dedicated to bridging rigorous analytical frameworks with the depths of Islamic spirituality./ His unique perspective is forged at the intersection of a three-decade career as a government statistician and a lifelong immersion in perennial philosophy and Islamic esoteric sciences (tasawwuf)/. This synergy allows him to explore spiritual themes with a rare combination of structural clarity and profound reflective insight./
Professional & Analytical Foundation: /•Central Statistics Agency (BPS), Indonesia: Served for over thirty years as a Statistician, with extensive training in discerning patterns, analyzing complex structures, and deriving meaning from multidimensional data. /•International Labour Organization (ILO), Asia-Pacific Region: Applied this expertise as a Senior Statistician, working on regional labor market analysis./Literary Work & Authorial Focus:/He channels his analytical precision into exploring the intellectual and spiritual treasures of Islam./ His published works in English demonstrate a consistent methodology: deconstructing core Islamic concepts to reconstruct their relevance for the modern seeker./Selected Publications:/•Triad of Spiritual / Excellence: Al-Fatihah, Taqwa and Ihsan (2025)/ Ihsan: The Way of Beauty and Excellence in Islam (2024)/•Taqwa: The Master Key to Spiritual Excellence (2024)/ •Linguistic Miracle of Al-Fatihah (2024)/ All titles are available globally via Amazon KDP.
View all posts by Uzair Suhaimi
Mencermati tren angka penganggur yang dihasilkan dari hasil Sakernas, nampaknya selalu cenderung menurun meski penurunannya bervariasi antar tahun. Apakah memang demikian adanya atau “alergi” jika angkanya naik. Karena jika kita lihat lebih dalam untuk level wil adm yang lebih kecil, kab/kota misalnya, kekhawatiran akan ke valid an angka tersebut semakin tinggi. Kalau setiap tahun angka TPT menurun terus, tidak menutup kemungkinan, suatu saat atau dalam kurun kurang dari 3 tahun ada beberapa kab/kota yang seluruh angkatan kerjanya terserap dalam lapangan kerja atau tidak ada penganggur di wilayah tersebut. Apa benar demikian ??. Menurut saya, perlu ada wawasan atau sosialisasi terhadap penyaji dan pengguna data khususnya pengambil kebijakan , bahwa jangan selalu mengharapkan bahwa perubahan data sosial selalu berubah dalam kurun waktu yang pendek. Hal lain yang belum pernah disajikan oleh BPS dari hasil survei angkatan kerja adalah informasi mengenai jenis pengangguran dan penyebabnya. Karena menurut saya informasi tersebut lebih mudah digunakan untuk kebijakan di daerah.
Terimakasih
Pak Uzair Ysh,
Menarik sekali artikel ini, terutama dalam melihat ketimpangan gender yang terjadi. Penganggur di sini sebagai bagian angkatan kerja tidak bekerja atau terserap dalam pasar kerja, dengan melihat fenomena dibukanya lapangan kerja baru yang setiap bulan di berbagai kota besar adanya Job Fair yang membutuhkan banyak tenaga kerja di berbagai lini Industri, menunjukkan rasio ketercukupan lulusan pendidikan yang sesuai dengan bidang keahlian masih cenderung kurang. Kasarnya, banyak lowongan tetapi banyak yang masih menganggur. Di BPS sendiri, saya berusaha mencari publikasi data lulusan dengan tingkat keahlian yang digeluti belum ada. Misalnya, berapa lulusan dari Jurusan Matematika, Biologi dsb. Jika data tersebut ada, masih dapat dimungkinkan untuk melihat rasio ketercukupan kebutuhan tenaga ahli di seluruh lini industri di Indonesia.
Kebutuhan akan tenaga kerja-pun, dapat diantisipasi juga di berbagai Lembaga Pendidikan dalam menentukan perencanaan kuota mahasiswa dan sarjana yang diluluskan. Pemerintah juga dapat mengambil kebijakan yang lebih terarah mengenai pengangguran yang terdidik ini.
Saya juga mencoba menyajikan tulisan mengenai Tren Pengangguran Level Sarjana yang Selalu Meningkat Setiap Tahunnya
Mohon koreksinya jika ada kesalahan penyajian.
Udin Suchaini
TK komentarnya. Tulisannya bagus. Pertanyaannya: Apakah disain dan ukuran sampel Sakernas dirancang untuk mengestimasi angka pengangguran berdasarkan tingkat pendidikan rinci sampai sarjana? Salam.