Besarnya Penduduk yang Tidak Bekerja Sama-sekali: Hasil Survey Terkini


Istilah ‘tidak bekerja sama sekali’ merujuk pada istilah teknis ‘penganggur’ (unemployed) yaitu bagian angkatan kerja tidak bekerja atau terserap dalam pasar kerja. Artikel ini memotret seberapa besar penduduk Indonesia yang tidak bekerja sama sekali menurut survey terkini yang tersedia yaitu  Sakernas 2010 (February), dirinci menurut jenis kelamin dan provinsi.

Bagi yang berminat mengakses artikel yang dimaksud silakan klik: Nganggur (edit terakhir: 17 September 2010)

3 thoughts on “Besarnya Penduduk yang Tidak Bekerja Sama-sekali: Hasil Survey Terkini

  1. Mencermati tren angka penganggur yang dihasilkan dari hasil Sakernas, nampaknya selalu cenderung menurun meski penurunannya bervariasi antar tahun. Apakah memang demikian adanya atau “alergi” jika angkanya naik. Karena jika kita lihat lebih dalam untuk level wil adm yang lebih kecil, kab/kota misalnya, kekhawatiran akan ke valid an angka tersebut semakin tinggi. Kalau setiap tahun angka TPT menurun terus, tidak menutup kemungkinan, suatu saat atau dalam kurun kurang dari 3 tahun ada beberapa kab/kota yang seluruh angkatan kerjanya terserap dalam lapangan kerja atau tidak ada penganggur di wilayah tersebut. Apa benar demikian ??. Menurut saya, perlu ada wawasan atau sosialisasi terhadap penyaji dan pengguna data khususnya pengambil kebijakan , bahwa jangan selalu mengharapkan bahwa perubahan data sosial selalu berubah dalam kurun waktu yang pendek. Hal lain yang belum pernah disajikan oleh BPS dari hasil survei angkatan kerja adalah informasi mengenai jenis pengangguran dan penyebabnya. Karena menurut saya informasi tersebut lebih mudah digunakan untuk kebijakan di daerah.
    Terimakasih

  2. Pak Uzair Ysh,

    Menarik sekali artikel ini, terutama dalam melihat ketimpangan gender yang terjadi. Penganggur di sini sebagai bagian angkatan kerja tidak bekerja atau terserap dalam pasar kerja, dengan melihat fenomena dibukanya lapangan kerja baru yang setiap bulan di berbagai kota besar adanya Job Fair yang membutuhkan banyak tenaga kerja di berbagai lini Industri, menunjukkan rasio ketercukupan lulusan pendidikan yang sesuai dengan bidang keahlian masih cenderung kurang. Kasarnya, banyak lowongan tetapi banyak yang masih menganggur. Di BPS sendiri, saya berusaha mencari publikasi data lulusan dengan tingkat keahlian yang digeluti belum ada. Misalnya, berapa lulusan dari Jurusan Matematika, Biologi dsb. Jika data tersebut ada, masih dapat dimungkinkan untuk melihat rasio ketercukupan kebutuhan tenaga ahli di seluruh lini industri di Indonesia.
    Kebutuhan akan tenaga kerja-pun, dapat diantisipasi juga di berbagai Lembaga Pendidikan dalam menentukan perencanaan kuota mahasiswa dan sarjana yang diluluskan. Pemerintah juga dapat mengambil kebijakan yang lebih terarah mengenai pengangguran yang terdidik ini.
    Saya juga mencoba menyajikan tulisan mengenai Tren Pengangguran Level Sarjana yang Selalu Meningkat Setiap Tahunnya
    Mohon koreksinya jika ada kesalahan penyajian.

    Udin Suchaini

    1. TK komentarnya. Tulisannya bagus. Pertanyaannya: Apakah disain dan ukuran sampel Sakernas dirancang untuk mengestimasi angka pengangguran berdasarkan tingkat pendidikan rinci sampai sarjana? Salam.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s