Salat Petisi dan Salat Kanonik


Salat merupakan adalah keniscayaan eksistensial bagi manusia sesuai dengan perjanjian primordial hakikat dirinya. Dalam konteks ini istilah salat (prayer) mencakup salat dalam pengertian umum (as-Shalâh), do’a, munajat, dzikir, meditasi otentik, dan hymne yang diarahkan kepada yang Absolut.

Tulisan ini membahas secara dua mode salat yaitu Salat Petisi dan Salat Kanonik. Yang pertama adalah mode ‘gaya bebas’ bagi seorang hamba untuk berdialog secara intim dan spontan dengan Tuhan ‘Personal’; yang kedua adalah mode salat yang mengandung substansi wahyu sehingga tata-caranya tidak dapat diubah.

LANJUT

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.