Pengetahuan Primordial

Istilah primordial dalam tulisan ini mengacu pada pengetahuan sesuatu sudah pernah dan selalu kita ketahui: sudah pernah, karena kita ketahui sejak zaman azali, era pra-ada kita, atau mungkin sesaat sebelum kita ada; selalu karena pengetahuan itu tidak akan pernah hilang sepenuhnya.

Sudah Lupa

Tetapi kita sudah melupakan zaman itu karena kejadiannya sudah sangat lama. Dalam hal ini Aivanhov menarasikannya secara apik sebagai berikut:

You already know many things, but you do not know that you know. This knowledge comes from a very long time ago, when you still dwelt in the bosom of the Eternal, in light, love and beauty.

Anda sudah tahu banyak hal, tetapi Anda tidak tahu bahwa Anda tahu. Pengetahuan ini berasal dari waktu yang sangat lama, ketika Anda masih berdiam di pangkuan Abadi, dalam cahaya, cinta dan keindahan.

Substansi Pengetahuan

Terkait dengan substansi pengetahuan primordial, Aivanhop menyebut asal-usul ilaihan dan misi kita di bumi ini:

There you learned everything about your divine origin, your predestination, the work you would have to do on earth to give expression to all the powers of your soul and your spirit.

Di sana Anda mempelajari segala sesuatu tentang asal usul ilahi Anda, takdir Anda, pekerjaan yang harus Anda lakukan di bumi untuk memberikan ekspresi kepada semua kekuatan jiwa dan roh Anda.

Kenapa Lupa

Bagi Aivanhop, alasan kita melupakan pengetahuan primordial adalah bahwa kita terlalu fokus pada pengetahuan yang tidak akan bertahan lama:

True, there are so many interesting things in the world to see, hear, read and so on. But try, all the same, not to focus too much on subjects that cannot help you change your life; apply yourself instead to improving the way you live. For that is the way you will attract true knowledge. Otherwise, what will happen is this: you will spend your time accumulating knowledge by all the means at your disposal – books, radio, cinema, television – but what you take in you will not retain for long.

“Benar, ada begitu banyak hal menarik di dunia untuk dilihat, didengar, dibaca, dan sebagainya. Tetapi cobalah… untuk tidak terlalu fokus pada mata pelajaran yang tidak dapat membantu Anda mengubah hidup Anda; terapkan diri Anda sebagai gantinya untuk meningkatkan cara hidup Anda. Karena itulah cara Anda akan menarik pengetahuan sejati. Kalau tidak, yang akan terjadi adalah ini: Anda akan menghabiskan waktu mengumpulkan pengetahuan dengan segala cara yang Anda inginkan – buku, radio, bioskop, televisi – tetapi apa yang Anda peroleh tidak akan bertahan lama.

Weltanshauung Al-Quran

Pandang-dunia, world view atau tepatnya (secara epistemologi) Weltanshauung (Bahasa Jerman, dengan huruf W kapital) Al-Quran terkait pengetahuan primordial dapat dikatakan khas. Terkait dengan zaman azali ketika pengetahuan primordial itu kita kuasai, misalnya, Al-Quran mengilustrasikan kita ketika bahkan belum punya bahkan telinga (samii’an) dan mata (bashira) (QS (76:1). Terkait dengan substansi pengetahuan primordial, sebagai ilustrasi lain, Al-Quran menyebut pengetahuan mengenai Rabb SWT dan kesaksian bahwa se. iap kita memberikan kesaksian mengenai posisi kehambaan kita di hadapan-Nya (QS 7:172):

Dan (ingatlah) ketika Tuhanmu mengeluarkan sulbi (tulang belakang) anak cucu Adam keturunan mereka dan Allah mengambil kesaksian terhadap roh mereka (seraya berfirman), “Bukankah Aku in Tuhanmu”? Mereka menjawab “Betul (engkau Tuhan kami), kami bersasi”. (Kami lakukan yang demikian itu agar di hari Kiamat kamu tidak mengatakan, “Sesungguhnya ketika itu kami lengah terhadap ini”.

Bagaimana mengenai alasan kita melupakan primordial? Al-Quran mengisyaratkan antara lain  ketebalan daki di hati kita karena kedurhakaan (Arab: fujjar) kepada-Nya.

Wallahualam…@