Covid-19 Update: Pergeseran Episentrum

Menurut satu sumber yang dapat dipercaya, per tanggal 20 Maret 2020 pukul 10.01 GMT, total kasus kumulatif Covid-19 secara global adalah 246,774 kasus. Dari total ini sebanyak 1,880 di antaranya kasus baru dalam 24 jam terakhir. Bacaan terhadap tren kasus baru per hari menunjukkan wabah Covid-19 belum akan berakhir dalam waktu dekat walaupun episentrumnya beralih ke luar China.

Yang menarik untuk dicatat, dari 18,880 total kasus baru itu, sebanyak 577 kasus atau 42% adalah sumbangan USA. Yang lebih menarik lagi untuk dicatat, dari total kasus baru itu, sebanyak 1,207 kasus atau 88% adalah sumbangan negara-negara industri maju termasuk Luxemburg (149 kasus), Australia (120), Germany (119), Czechia, (80), Denmark (75) dan USA (577). Ini memberikan indikasi kuat bahwa episentrum kasus Covid-19 telah bergeser dari China ke kawasan Barat termasuk USA. Selain itu, sebanyak tujuh negara Barat (termasuk USA) menyumbangkan lebih dari 52% dari total kasus terinfeksi Covid-19 yang meninggal.

… episentrum kasus Covid-19 telah bergeser dari China ke kawasan Barat termasuk USA.

…..kawasan ini menyumbang lebih dari 52% total kasus terinfeksi Covid-19 yang meninggal.

Tabel 1 menyajikan 10 negara yang memberikan sumbangan terbesar terhadap kasus baru Covic-19. Secara bersamaan, 10 negara ini memberikan sumbangan lebih dari 88% terhadap kasus baru pada level global. Yang juga layak catat, dengan 60 kasus baru, Indonesia termasuk kelompok 10 penyumbang terbesar kasus baru global, rangking ke-8 setelah Denmark (75 kasus baru) dan sebelum Thailand (50 kasus baru).

Tabel: 10 Negara Terbesar Kasus Covid-10

…. dengan 60 kasus baru, Indonesia termasuk kelompok 10 negara penyumbang terbesar kasus baru global, rangking ke-8 setelah Denmark (75 kasus baru) dan sebelum Thailand (50 kasus baru).

Ada pembelajaran baru dari kasus USA: kelompok penduduk remaja-dewasa muda (18-54) yang belum tergolong berusia lanjut ternyata juga rentan terpapar Covid-19. Ini counterfactual terhadap conventional wisdom bahwa hanya yang berlanjut usia yang rentan terhadap paparan Covid-19. Temuan ini tentunya penting bagi strategi kampanye sadar-bahaya-Covic-19 yang dilaporkan cenderung dianggap enteng oleh kalangan muda-usia, paling tidak dalam pelajaran social distancing.

Wallahualam…@