Mencintai Keindahan


Mencintai Keindahan[1]

Uzair  Suhaimi

uzairsuhaimi.wordpress.com

Tak_apa mencintai keindahan (beauty); bukankah “Dia Indah dan Mencintai Keindahan?[2]

Apa itu keindahan?

    • Keindahan adalah harmoni keragaman (the harmony of diversity);
    • Akar ontologisnya terletak jauh lebih dalam dari semua apa yang dapat dipahami oleh sain yang domainnya adalah tataran fenomena;
    • Arketipnya adalah kelimpahan dan keseimbangan kualitas-kualitas ilahiah, sekaligus kelimpahan potensi-potensi eksistensial dalam Wujud murni (pure Being).

Apa itu cinta?

    • Cinta adalah kehendak untuk melepaskan dan melimpahkan  diri_sendiri pada “yang lain”;
    • Cinta adalah totalitas yang merealisasikan keseimbangan dan keindahan sempurna dan keindahan;
    • Cinta memanifestasikan keindahan.

Tak_apa mencintai keindahan asalkan tidak berhenti pada tingkat bentuk_formal obyek partikular, melainkan berlanjut sampai tingkat inti_esensial universal:

    • Mencintai keindahan sampai tingkat bentuk berpotensi memenjarakan jiwa dan merendahkan martabatnya;
    • Mencintai keindahan sampai tingkat inti berdaya memerdekakan jiwa dan meningkatkan kualitasnya.

Pada tingkat inti, keindahan lebih dari bersinggungan dengan kebenaran (truth):  keindahan adalah penampakan luar kebenaran, kebenaran adalah inti keindahan; “Beauty is the splendor of the truth[3].

Pada tingkat inti, keindahan terkait_erat dengan kebaikan (goodness): kebaikan adalah keindahan internal, keindahan adalah kebaikan eksternal.

Pada tingkat inti, keindahan tidak hanya sekadar bersesuaian dengan kebajikan (virtue): kebajikan adalah keindahan jiwa, keindahan adalah kebajikan bentuk.

Yang memprihatinkan, kita hidup dalam peradaban modern,  “… satu-satunya peradaban yang merasa perlu mengklaim bahwa keburukan (ugliness) itu indah dan keindahan itu tidak ada” (Schuon, 2009:214).

Dimana dapat ditemukan keindahan?

    • Dalam kemurnian alamiah sekuntum bunga;
    • Dalam karya seni sakral (sacred arts);
    • Dalam struktur geometris kosmos[4];
    • Dalam drama kehidupan_kematian[5].

Apakah makna di balik drama kehidupan_kematian?

Menguji siapa yang paling indah karyanya (ahsanu ‘amalâ)[6].

Wallâhu_áalam….@


[1] Ekstraksi yang disederhanakan dari “Truths and Errors Concerning Beauty” dalam Frithjof Schuon (2009), Logic and Transcendence , halaman 2017-216.

[2] Hadits Qudsi.

[4] Al-Qur’an ( 67:3).

[5] Al-Qur’an ( 67:2).

[6] Al-Qur’an ( 67:2).

3 thoughts on “Mencintai Keindahan

  1. Keindahan bukan hanya obyek untuk dinikmati, tetapi diharapkan kita menjadi pelaku keindahan. Setiap kita agar mampu melahirkan keindahan pada rupa dan perilaku. Rasul mengajarkan do’a untuk itu: “Allahuma hasanta khuluki wakholki” (wallahu ‘alam).

    1. Dear Edi. Thanks for comment. Bagi saya, keindahan berkonotasi lebih dalam dari sekadar ajaran etis dan estetis. Ia terkait dgn misteri Wujud (dgn W besar) yg memiliki daya tarik kosmologikal : “Allahu Jamal yuhibbul jamal”. Gimana?

  2. Cinta…buat saya begitu sulit untuk mendefinisikannya….Tapi ketika cinta itu datang, sekalipun tak nampak, sekalipun sangat jauh didunia maya yang tak terjangkau oleh raga, saya dapat merasakan kehadiran Nya….dan saya begitu terpesona dengan tidak saja keindahan Nya, tapi kekuatan Nya yang mengalahkan asa apapun di dunia nyata.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s