Estimasi Populasi Muslim 2017


Umat Islam atau muslim baru saja merayakan iedul fitri untuk menandai berakhirnya bulan puasa yang prosesinya menurut ajaran otentik sangat sederhana: salat dua rakaat (tanpa adzan) dan melantuntkan takbir, allahu’akbar, Allah Maha Besar. Takbir ini[1] mengaskan kesadaran individu umat mengenai kebesaran rabb, sekaligus kekerdilan dirinya di hadapan-Nya. Kesederhanaan ajaran ini tidak membelenggu umat untuk mengekspresikan kegembiraan mereka secara kreatif sehigga tumbuh beragam tradisi ied antar kelompok umat. Di Indonesia, misalnya, ada tradisi halal-bi-halal dan “pulang kampung” yang menghebohkan itu semata-mata untuk memeriahkan hari raya itu.

Dalam ied semua diharapkan mampu berpartisipasi, semua, tanpa kecuali, termasuk kelompok mustadh’afin: kaum papa yang serba tidak berkecukupan, anak-anak yatim tidak punya pelindung, dan kaum “terpinggirkan” lain. Ini adalah sebagian hikmah dari kewajiban zakat fitrah yang relatif sangat ringan yaitu setara 2.7 kilogram makanan pokok atau sekitar Rp 40,000. Dengan kewajiban minimalis ini hampir setiap keluarga mampu memenuhi; disisi lain, karena kewajiban ini berlaku bagi hampir setiap jiwa, maka akan segera terkumpul dana komunitas umat dalam jumlah yang cukup untuk memastikan setiap orang, tanpa kecuali, paling tidak memperoleh makanan layak pada hari raya. Ini adalah dimensi sosial dari ibadah puasa, dimensi yang juga melekat pada semua ibadah-ibadah lain dalam Islam.

Pertanyaan yang layak diajukan adalah kira-kira berapa banyak orang yang merayakan ied tahun 2007 ini. Ini jelas bukan pertanyaan yang workable karena kita harus mendefinisikan “merayakan” dalam kasus ini dan tidak ada survei mengenai ini. Oleh karena itu, tulisan ini mengasumsikan semua umat muslim merayakannya. Asumsi ini sepintas lalu tampak overestimate karena kita mungkin perlu mengeluarkan sebagian kelompok umat dalam perhitungan: bayi yang belum tahu apa-apa, mereka yang sudah udzur karena usia, sakit parah, yang berada dalam situasi yang sangat rawan dari sisi keamanan, kaum papa yang tidak berdaya secara ekonomi dan terlupakan, yang mengalami kesulitan untuk memenuhi kehidupan dasar termasuk mereka kesulitan bahkan untuk mengakses bersih seperti yang banyak ditemukan di kawasan gurun Afrika. Walaupun demikian, overestimasi ini dikompensasikan oleh kelompok non-muslim yang turut merayakan ied yang jumlahnya sulit didefinisikan dan ditebak. Singkatnya, menggunakan estimasi populasi muslim sebagai proksi untuk memperkirakan orang yang ikut merayakan ied tampaknya lumayan realistis. Tetapi ini bukan tanpa tantangan karena data otentik mengenai populasi muslim tidak tersedia. Tulisan ini dimaksudkan untuk mengisi kekosongan ini.

Estimasi populasi global

Sebagai titik tolak kita dapat mulai menganalisis dengan mencermati estimasi populasi manusia secara keseluruhan. Untuk keperluan ini banyak sumber data yang dapat diakses secara relatif mudah. Tulisan ini mengandalkan  salah satu sumber yang dapat diakses:  http://www.worldometers.info/world-population/.

Menurut sumber ini estimasi populasi manusia global pada tahun 2017 diperkirakan sekitar 5.3 milyar jiwa. Angka ini sudah memperhitungkan angka kelahiran (komponen pertambahan jumlah penduduk), angka kematian (komponen pengurangan jumlah penduduk), tetapi mengabaikan unsur migrasi (komponen pertambahan atau pengurangan jumlah penduduk). Kenapa komponen terakhir diabaikan? Karena sejauh ini tidak ada laporan mengenai migrasi antar-planet.

Jumlah penduduk bervariasi antar negara tetapi menonjol di 20 negara sebagaimana disajikan dalam Grafik 1. Dua negara terbesar yaitu China dan India sudah mencakup sekitar 2.7 milyar atau lebih dari sepertiga penduduk global.

Dibandingkan dengan angka tahun 1998[2], total penduduk global bertambah sekitar 2.2 milyar dari sekitar 5.3 milyar. Dinyatakan secara berbeda, rata-rata angka pertumbuhan populasi global per tahun sekitar 1.8 persen. Angka terakhir ini diperoleh dari perhitungan menggunakan rumus standar dalam demografi yaitu

r = (1/t) ln (Pt/P0) ……… (1)

dimana

Pt : Populasi tahun 2017

P0: Populasi tahun 1998

r: rata-rata pertumbuhan populasi

t: jarak tahun antara 1998 dan 2017

Persamaan ini diturunkan dari persamaan yang lebih umum:

Pt = P0ert ……… (2)

muslim_gr1

Tidak ada sumber data otentik mengenai populasi muslim secara global pada tahun 2017. Oleh karena itu tulisan ini mengandalkan sumber yang tersedia mengenai populasi muslim global dan itu pun merujuk pada angka tahun 1998[3]. Data ini dilaporkan memanfaatkan berbagai sumber yang tersedia yang sebagai besar adalah CIA[4]. Sumber ini hanya  dapat memanfaatkan sumber data yang “seharusnya” untuk keperluan semacam ini– sensus penduduk atau sumber kredibel lain dari kantor statistik suatu negara– untuk 11 negara: Singapore, Canada, Australia, Hongkong, Hungary, Austria, Macau, Fidlandia dan Barbados. Indonesia tidak termasuk dalam daftar pendek ini padahal dalam kuesioner Sensus Penduduk Indonesia 1990 dan 2000 ada pertanyaan mengenai agama. Ini tampaknya perlu dicatat oleh otoritas statistik yang sebagian besar akan  menyelenggarakan sensus penduduk pada atau sekitar tahun 2020. 

Estimasi Populasi Muslim

Berdasarkan sumber data ini dapat diketahui bahwa estimasi populasi muslim pada tahun 1998 berjumlah sekitar 1.3 milyar juta jiwa. Mereka tersebar di lima benua sebagaimana diperlihatkan oleh Grafik 2. Pada grafik itu tampak tingginya konsentrasi populasi muslim di kawasan Afrika Utara, Timur Tengah dan Indonesia. Di kawasan-kawasan ini proporsi muslim mencapai 75%-100% dari total penduduk.

Grafik 2: Persebaran Geografis Populasi Muslim

muslim_gr2

Sumber: http://www.jannah.org/popstatistics/muslimpopworld.html

Menurut sumber yang sama, persebaran geografis populasi muslim sangat tidak merata. Sekitar dua-pertiga populasi Muslim tinggal hanya di 21 negara “besar”, besar dalam arti berpenduduk muslim di atas 10 juta jiwa. Grafik 3 memperlihatkan hal itu.

Konsentrasi populasi Muslim, diukur dari proporsi terhadap populasi secara keseluruhan di negara yang bersangkutan, juga tidak merata.

  • Proporsi muslim mecapai 100% di enam negara: Arab Saudi, Somalia, Mauitia, Bahrain, Maldives dan Western Sahara.
  • Proporsi di India hanya 14% tetapi totalnya mencapai angka 137,7juta jiwa, lebih besar dari populasi Pakistan secara keseluruhan yaitu 135,1 juta jiwa.
  • Total populasi Muslim di Amerika Serikat (1998) diperkirakan sekitar 5.7 juta jiwa atau hanya 2.1% dari total populasi. Angka proporsi ini lebih kecil dari angka persentase untuk, misalnya, China (3.0%) apalagi Federasi Rusia (4.7%).

Estimasi 2017

Estimasi populasi global dalam 29 terakhir bertambah sekitar 2.2 milyar dari sekitar 5.3 milar pada tahun 1998 menjadi 7.5 milyar pada tahun 2017. Dinyatakan secara berbeda, populasi global meningkat sekitar 1.81% per tahun daalm kurun waktu itu. Dalam kurun waktu yang sama populasi di 21 negara “muslim” –disini didefinsikan sebagai negara dengan populasi muslim di atas 10 juta jiwa- meningkat jauh lebih lambat yaitu 1.34% per tahun (lihat Tabel 1). Ini tampaknya tidak mendukung convetional wisdom yang mengkhawatirkan populasi muslim akan segera mendominasi populasi dunia.

Bagi 21 negara muslim (dengan definisi di atas), rata-rata pertumbuhan per tahun populasi secara keseluruhan (bukan hanya muslim) 1.34%, dengan rentang antara  0.61% untuk China dan sampai 3.26% untuk Tanzania (lihat kolom 3 Table 1).

Kita dapat mengestimasi populasi muslim tahun 2017 berdasarkan angka-angka itu. Hasilnya adalah daftar estimasi populasi muslim di negara-negara muslim tadi sebagaimana ditunjukkan oleh kolom 5 Tabel 1. Secara keseluruhan total populasi di negara-negara itu mencapai 1.3 milyar. Dalam hal ini Indonesia “paling unggul” dengan mencakup 15.7% dari total, diikuti India (12.5%) dan Pakistan (12.4%). Di sini kita mengasumsikan pertumbuhan penduduk populasi muslim dan non-muslim di negara yang bersangkutan sama.

Porsi populasi muslim dari populasi secara keseluruhan menggunakan angka-angka dalam dua baris terakhir kolom (2) adalah 57.2%. Jika kita menggunakan proporsi ini untuk menghitung populasi muslim global maka kita akan memperoleh angka sekitar 2.4 milyar atau 31.5% dari total populasi global secara keseluruhan. Inilah estimasi populasi muslim global pada tahun 2017. Di sini kita mengasumsikan angka rata-rata pertumbuhan di ke-21 negara itu sama dengan angka untuk negara-negara lainnya.

Kesimpulan dan Pilihan Umat

Sebagai kesimpulan ringkas dapat dikemukakan bahwa estimasi populasi muslim pada tahun 2017 sekitar 2.4 milyar atau 31.5% dari populasi global secara keseluruhan. Ini merupakan angka yang besar. “Bola” berada di tangan muslim untuk mempersepsikan diri apakah angka ini perlu dilihat sebagai beban atau modal. Selain itu, umat memiliki pilihan untuk menentukan pilihan alternatif ini: apakah berkomitmen untuk menjadi “umat terbaik” (al-Baqarah: al-‘Imran:110) dan menjadi “wasit” (al-Baqarah:143) yang berkemapuan mewasiti pertandingan “permainan global”, atau, menjadi pihak yang diwasiti karena pertentangan internal umat yang timbul dari permasalahan trivial, dengan mempertahankan tradisi kesukuan (sy’ubiah) dan buta terhadap ajaran universal agamanya yang by design diturunkan sebagai rahmat bagi alam (al-Anbiya:107). Terserah!

Sangat tidak realistis berharap mampu berperan sebagai wasit jika kualitas umat seperti “buih” yang tidak punya kendali, atau, berkulitas sebagai “makanan-siap-santap” bagi umat lain.  Ini bukan mengada-ngada tetapi telah diramalkan oleh Rasul saw akan dialami umat melalui salah satu haditsnya, hadits yang agaknya kurang diminati oleh para muballig untuk mempopulerkannya kepada umat……. @

[1] Menurut catatan sejarah, lafal takbir (di-senafas-kan dengan lafal tahlil dan tahmid), bergema ketika peristiwa penaklukan Kota Mekah dari kekuasaan kafir quraisy yang berlangsung secara damai tanpa pertumpahan darah. Ini miracle mengingat tradisi berperang bagi suku-suku Arab saat itu dan mengingat kelompok “penakluk” sebelumya telah diperlakukan secara sangat brutal bahkan dalam standar budaya saat itu. Kekuatan “magis” takbir, selain kehadiran wajah-damai Rasul saw, tampaknya turut membantu mengendalikan efora kemenangan ke arah yang sangat positif, penuh dignity, dan religious.

Wallahu’alam.

[2] Tahun 1998 memperoleh perhatian khusus karena akan digunakan dalam analisis selanjutnya seperti yang akan jelas nanti.

[3] http://www.jannah.org/popstatistics/muslimpopworld.html

[4] CIA World Factbook Website http://www.odci.gov/cia/publications/factbook/

One thought on “Estimasi Populasi Muslim 2017

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s