Badai Harvey: Suatu Tinjauan Singkat


Warga Amerika Serikat (AS), khususnya warga di wilayah tenggara Texas dan sekitar, tengah mengalami musibah dahsyat terkait dengan Badai Harvey, badai tropis terbesar yang mendarat di AS sejak Wilma 2005. Kita tentunya turut prihatin dan berempati dengan mereka dan berharap yang terbaik buat mereka. Kita tidak boleh melupakan keprihatinan, empati, simpati serta bantuan dari warga global (termasuk warga AS) kepada kita ketika terjadi bencana tsunami Aceh akhir 2004 lalu. Ketika itu warga AS sempat mengutus salah satu putra terbaiknya, mantan presiden yang sangat dihormati, Jimmy Carter.

Badai Harvey berkembang dari gelombang tropis ke timur Antilles Kecil, yang mencapai status badai tropis pada 17 Agustus. Badai melintasi Kepulauan Windward yang pada keesokan harinya melintas tepat di sebelah selatan Barbados dan kemudian dekat Saint Vincent. Harvey sempat melemah pada awal 19 Agustus karena hembusan angin moderat di utara Kolombia sehingga statusnya menjadi gelombang tropis. Ketika melinatasi Teluk Campeche pada 23-24 Harvey kembali menguat cepat sehigga kembali berstatus badai tropis. Sementara badai bergerak secara umum ke barat laut, fase intensifikasi Harvey terhenti sedikit dalam semalam dari 24-25 Agustus, namun segera melanjutkan penguatan dan menjadi topan Kategori 4 pada akhir Agustus 25. Beberapa jam kemudian, Harvey mendarat di dekat Rockport, Texas, pada intensitas puncak.

Dalam periode empat hari, di beberapa daerah, Badai Harvey mencurahkan hujan lebih dari 40 inci (1.000 mm) dan dengan akumulasi puncak 51,88 in (1,318 mm) sehingga tercatat sebagai “topan tropis terbasah”. Terkait dengan badai itu Direktur FEMA Brock Long menyebut Harvey sebagai bencana terburuk di sejarah Texas dan memperkirakan pemulihan tersebut akan memakan waktu bertahun-tahun. Perkiraan awal kerugian ekonomi berkisar antara $ 10 miliar sampai $ 160 miliar, sebagian besar kerugian dialami oleh pemilik rumah yang tidak diasuransikan[1].

Akibat badai itu dilaporkan ribuan orang mengungsi (displaced), sekitar 72,000 orang diselamatkan dan 47 jiwa meninggal. Dari sisi korban bencana itu tidak sedahsyat bencana tsunami yang diperkiakan menelan korban sekitar 200,000 jiwa[2]. Walaupun demikian, Badai Harvey jelas tergolong dahsyat sebagaimana terungkap dari beberapa angka berikut ini[3].

Besarnya angka-angka di atas mengilustrasikan signifiknasi masalah yang ditimbulkan oleh Badai Harvey yang oleh CNN dilaporkan bersifat histortical. Ini jelas memprihatinkan. Yang melegakan adalah besarnya dedikasi petugas dalam upaya penyelamatan korban bencana badai itu. Yang juga melegakan adalah bahwa musibah itu tampaknya telah memicu gerakan solidarits sesama warga AS dalam membantu dan meringankan beban penderitaan korban. Dalam kaitan ini dilaporkan banyak voluntir yang terlibat secara spontan, bersemangat dan penuh pengabdian. Ada harapan samar-samar: bencana alam ini mendorong mempersatukan masyarakat AS yang kini oleh beberapa pengamat dinilai “terbelah” dan memicu diskusi publik mengenai global warming.

Apa yang dapat dilakukan menghadapi bencana alam semacam ini? Jelas tidak banyak: kita sama-sekali tidak dapat mencegah terjadinya, kita secara kolektif–bahkan dengan tingkat IPTEK yang paling terkini– hanya dapat mengantisipasi dampaknya dengan mengupayakan agar korban sesedikit mungkin. Bencana semacam ini, untuk kesekian kali, seyogyanya memberikan pelajaran penting bagi kita untuk secara legowo “menghormati” alam: pada dasarnya kita tidak dapat mengendalikan alam, tetapi “dikendalikan alam”[4].

harvey1

[1] https://en.wikipedia.org/wiki/Hurricane_Harvey

[2] Penulis aktif terlibat dalam Sensus Penduduk Nangro Aceh dan Nias (SPAN) 2005 yang salah satu tujuan utamanya adalah untuk menghitung jumlah korban jiwa akibat tsunami. Kegaiatan ini dibayai oleh komunitas global di bawah koordinasi UNFPA.

[3] http://abcnews.go.com/US/hurricane-harvey-wreaks-historic-devastation-numbers/story?id=49529063. Sebagian angka-angka itu masih mungkin berubah karena situasi masih sangat cair ketika tulisan ini disiapkan. Laporan CNN Sabtu (3/9/2017) petang, misalnya, mengungkapkan korban meninggal terkait Harvey menjadi 50 jiwa.

[4] Mengenai yang terakhir ini lihat https://uzairsuhaimi.blog/2011/12/06/dikuasai-alam/

One thought on “Badai Harvey: Suatu Tinjauan Singkat

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s