Salat yang Sempurna


Sumber Gambar: Google

Ibadah Istimewa

Dari Abu Hurairah, ia berkata : Saya mendengar Rasulullah SAW bersabda, “Sesungguhnya pertama-tama perbuatan manusia yang dihisab pada hari kiamat, adalah Salat Wajib. Maka apabila ia telah menyempurnakannya (maka selesailah persoalannya). Tetapi apabila tidak sempurna Salatnya, dikatakan (kepada malaikat), “Lihatlah dulu, apakah ia pernah mengerjakan Salat Sunat! Jika ia mengerjakan Salat Sunat, maka kekurangan dalam Salat Wajib wajib disempurnakan dengan Salat Sunatnya”. Kemudian semua amal-amal yang wajib diperlakukan seperti itu”. (HR. Khamsah dalam Nailul Authar Juz I halaman 345)[1].

Hadits di atas menyiratkan keistimewaan Salat. Keistimewaannya juga tersirat dari banyaknya ayat Al-Quran yang berbicara mengenai Salat.

Penelusuran ayat dengan Lafzi mengantarkan kita pada lebih dari 100 ayat Al-Quran mengenai Salat yang diletakkan dalam berbagai konteks. Salah satu ayat yang dimaksud adalah ini:

Dan laksanakanlah Salat pada kedua ujung siang (pagi dan petang) dan pada bagian permulaan malam. Perbuatan-perbuatan baik itu menghapus kesalahan-kesalahan. Itulah peringatan bagi orang-orang yang selalu mengingat (Allah) (QS 11:114).

Analisis Bahasa

Kata laksanakanlah dalam kutipan atas merupakan terjemahan dari kata aqimi yang berbentuk kata kerja perintah (Arab: fi’il amr). Kata ini berasal dari kata aqama (bukan qama) yang memiliki timbangan (Arab: wazan) af’ala (bukan fa’ala).

Seperti diungkapkan Shihab[2], kata af’ala berarti ’melaksanakan sesuatu pada waktunya, berbentuk, tertib urutan-urutannya, menghasilkan sesuatu, sungguh-sungguh, serta penuh kekhidmatan; singkatnya, melakukan sesuatu secara sempurna. Jadi, kalimat aqimi al-shalah (dalam ayat di atas) terjemahan lebih lengkapnya kira-kira laksanakanlah Salat secara sempurna yang berbeda dari terjemahan yang sering ditemukan yaitu “dirikanlah Salat”[3] .

Salat Sempurna

Dari analisis singkat di atas kita dapat mengidentifikasi paling lima ciri Salat yang sempurna sebagai berikut.

1. Pada Waktunya.

Salat– maksudnya lima Salat Wajib yaitu Subuh, Zuhur, Asar, Magrib dan Isya– dilakukan pada waktu yang ditetapkan. Mengenai waktu Salat ini Nash (ayat Al-Quran) mencantumkannya secara eksplisit (QS 4:103).

Rentang waktu Salat Wajib menetapkan batasan kapan dimulai dan kapan berakhir waktu Salat. Sebagai contoh, Salat Subuh dimulai dari waktu fajar dan berakhir ketika matahari terbit. Rentang waktu itu relatif panjang tetapi para Ulama agaknya sepakat untuk menyegerakannya atau di awal waktu.

2. Mematuhi Tata Cara yang Baku

Salat harus dilaksanakan dengan mematuhi tata cara yang sudah baku. Tata cara ini termasuk menghadapkan diri ke arah Kiblat, melafalkan Al-Fatihah dan bacaan wajib lainnya,  dan melakukan gerakan tubuh sesuai yang dicontohkan oleh Nabi SAW. Mengenai yang terakhir Hadits Nabi SAW menyatakannya secara eksplisit: “Salatlah sebagaimana kalian melihatku Salat.” (HR. Bukhari 631, 5615, 6008)

3. Menaati Tata Tertib

Menurut definisi Salat dimulai dengan mengucapkan Takbir dan diakhiri dengan Salam. Ucapan takbir ‘membuka komunikasi sangat pribadi dengan Allah SWT’ dan merupakan ‘lambang dari iman, dari taqwa, dari ikhlas, dan dari segala sesuatu yang bersifat pribadi’. Tetapi itu tidak cukup karena Salat harus diakhiri dengan ucapan Salam sambil menengok ke kanan dan ke kiri. Ucapan dan tindakan ini ‘menandakan bahwa setelah khusyuk berkomunikasi dengan Allah, kita tidak boleh melupakan komunikasi kita dengan lingkungan sosial kita’ (Majid, 2000:82)[4].

Di antara Takbir dan Salam ini terdapat gerak tubuh (dan bacaan) yang harus dilakukan secara tertib atau urutan yang ditentukan. Menaati tata tertib ini bersifat mutlak dalam arti menentukan keabsahan Salat.

4. Berdampak Sosial Positif

Salat dapat dikatakan berhasil-guna jika berhasil “menghadirkan” Rabb SWT ke dalam hati pelaku Salat. Al-Quran menggunakan istilah mengingat-Nya untuk maksud yang sama (QS 20:14):

Sungguh, Aku ini Allah, tidak ada tuhan selain Aku, maka sembahlah dan laksanakanlah Salat untuk mengingat-Ku.

Dalam konteks yang lebih luas, Salat dikatakan sempurna jika melahirkan dampak sosial yang positif. Mengenai hal ini paling tidak ada dua argumen. Pertama, dalam Al-Quran perintah Salat hampir selalu diikuti oleh perintah berzakat yang jelas berdimensi sosial. Kedua, dalam salah satu Surat (ke-107), Al-Quran secara eksplisit mengecam orang Salat– bahkan menuduhnya sebagai pendusta agama– tetapi mengabaikan anak yatim dan orang miskin.

5. Serius

Untuk dikatakan sempurna Salat perlu dilakukan secara serius dalam arti terbebas dari perilaku negatif termasuk malas, ria, dan lalai. Al-Quran mencirikan orang munafik dengan orang yang Salat tetapi menyandang perilaku-perilaku negatif semacam itu (QS 4:142):

Sesungguhnya orang munafik hendak menipu Allah, tetapi Allah yang menipu mereka. Apabila mereka berdiri untuk Salat mereka lakukan dengan malas. Mereka bermaksud ria (ingin dipuji) di hadapan manusia. Dan mereka tidak mengingat Allah kecuali sedikit.

Na’udzu billah min dzalik.

Demikianlah catatan singkat mengenai kesempurnaan Salat. Sebagai catatan akhir, Salat idealnya difungsikan juga sebagai wahana “Latihan Mati” sebagaimana terungkap dalam posting INI.

Wabillahit taufiq wal hidayah…  @

 

[1] https://www.fiqihmuslim.com/2015/09/kumpulan-hadist-nabi-tentang-sholat.html.

[2] Quraisy Shihab, Tafsir Al-Mishbah, Volume I (2002:176).

[3] Yang terakhir ini tidak tepat secara kebahasaan karena menggunakan timbangan fa’ala, bukan af’ala .

[4] Majid, Nurholish, Perjalanan Religius ‘Umrah Haji, PARAMADINA.

 

[Versi pdf dapat dakses di SINI]

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.