Mata Pelajaran untuk Anak: Refleksi Surat Lukman


Sumber Gambar: Google

Ada pepatah: di belakang seorang besar selalu ada seorang istri setia yang mendukungnya. Ini menunjukkan pentingnya istri sebagai pendamping hidup. Tetapi imbuhan “selalu ada” dalam pepatah ini berlebihan karena banyak kasus orang besar yang istrinya bukan saja tidak mendukung tetapi malah menjadi sumber masalah. Lihat saja kasus Nelson Mandela (Afrika Selatan). Atau, kalau kasus ini belum meyakinkan, lihat saja kasus Nabi Nuh AS dan Lut AS:

Allah membuat perumpamaan bagi orang-orang kafir, istri Nuh dan istri Lut. Keduanya di bawah pengawasan dua orang hamba yang saleh di antara  hamba-hamba Kami, lalu kedua istri itu berkhianat kepada kedua suaminya…. (QS 66:10).

Ada pepatah lain: di belakang orang besar selalu ada orang tua yang mendidiknya. Kembali, imbuhan “selalu ada” dalam konteks ini berlebihan. Banyak kasus orang besar dan berhasil secara politik dan sosial, bahkan para pendidik dan ulama-ulama besar, yang terjerumus oleh perilaku anak-anaknya. (Maaf untuk kasus ini tidak diberikan contoh.)

Apa pun kasusnya, Al-Quran mewanti-wanti bahwa di antara “istri-istri” dan “anak-anakmu” berposisi “musuh bagimu” (QS 64:14). Apa pun kasusnya, siapa pun memiliki kewajiban untuk menjaga diri dan keluarga dari api neraka “yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu” (QS 66:6). Salah satu upaya ke arah ini adalah dengan memberikan pelajaran khususnya untuk anak-anak. (Untuk istri sudah telat?)

Soal pembelajaran kepada anak-anak menurut ayat terakhir jelas merupakan kewajiban orang tua. Ayatnya sangat eksplisit. Menyerahkan anak kepada ustaz, guru atau lembaga pendidikan, perlu dilihat sebagai upaya ke arah ini tetapi tidak menggugurkan kewajiban orang tua melihat eksplisitnya ayat ini.

Al-Quran sangat serius mengenai masalah pendidikan anak sehingga menyajikannya secara relatif rinci. Hal ini dapat disimak dalam tujuh ayat dalam Surat Lukman (QS 31:13-19) yang menceritakan bagaimana Lukman menasihati anaknya. Nasehatnya mencakup pelajaran mengenai keimanan, penghormatan kepada orang tua khususnya ibu, dan perilaku terpuji termasuk sikap rendah hati dan berkata santun:

  1. Dan (ingatlah) ketika Lukman berkata kepada anaknya, ketika di memberi pelajaran kepadanya, “Wahai anakku! Janganlah engkau mempersekutukan Allah, sesungguhnya mempersekutukan (Allah) adalah benar-benar kezaliman yang besar”
  2. Dan Kami perintahkan kepada manusia (agar berbuat baik) kepada orang tua Ibunya telah mengandungnya dalam keadaan lemah yang bertambah-tambah, dan menyapihnya dalam usia dua tahun. Bersyukurlah kepada-Ku dan kepada orang tuamu.
  3. Dan jika keduanya memaksamu mempersekutukan Aku dengan sesuatu yang engkau tidak mempunyai ilmu tentang itu, maka janganlah engkau menaati keduanya, dan pergaulilah keduanya di dunia ini dengan baik, ikutlah jalan orang yang kembali kepada-Ku. Kemudian hanya kepada-Ku tempat kembalimu, maka akan Aku beritahukan kepadamu apa yang kamu kerjakan.
  4. (Lukman berkata), “Wahai anakku! Sungguh jika ada (sesuatu perbuatan) seberat biji sawi, dan berada dalam batu atau di langit atau di bumi, niscaya Allah akan memberinya (balasan). Sesungguhnya Allah Mahahalus, Mahateliti.
  5. Wahai anakku! Laksanakan Salat dan suruhlah (manusia) berbuat makruf dan cegahlah (mereka) dari yang munkar dan bersabarlah terhadap apa yang menimpamu, sesungguhnya yang demikian itu perkara yang penting.
  6. Dan janganlah kamu memalingkan wajah dari manusia (karena sombong) dan janganlah berjalan di bumi ini dengan angkuh. Sungguh Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong dan membanggakan diri.
  7. Dan sederhanakanlah dalam berjalan dan lunakkanlah suaramu. Sungguh seburuk-buruk suara ialah suara keledai.

Dari kumpulan ayat di atas tampak jelas pentingnya menghormati orang tua. Pelajaran mengenai ini disajikan dalam dua ayat berturut-turut, diletakkan segera setelah pelajaran tauhid, dan disajikan bahkan sebelum pelajaran mengenai Salat.

Wallahualam bi maradih….@

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.