Trump, Golan dan Kecaman Internasional


Pada 6/12/17 Trump membuat kejutan dengan mengakui secara resmi Yerusalem sebagai Ibu Kota Negara Israel. Pada 21/3/2019 Trump kembali memberikan kejutan. Kali ini berupa pengakuan penuh atas status Dataran Tinggi Golan sebagai bagian dari Israel:

“After 52 years it is time for the United States to fully recognize Israel’s Sovereignty over the Golan Heights, which is of critical strategic and security importance to the State of Israel and Regional Stability!” (Trump, tweet , 21/3/19)

Bagi komunitas internasional, dua keputusan Trump ini kejutan sekaligus undangan kecaman. Ini rekasi wajar. Alasannya, dua keputusan Sang Presiden yang satu ini bertentangan dengan norma internasional yang kini berlaku.

golan2

Sumber Peta: INI

Mengenai Yerusalem, Keputusan Trump bertentangan dengan pengakuan internasional yang mengakui Yerusalem Timur adalah  bagian wilayah Palestina yang terjajah (occupied Palestinian) dan tidak mengakui bagian mana pun dari kota itu sebagai bagian dari wilayah Israel atau Negara Palestina (The State of Palestine). Sesuai Resolusi Majelis Umum PBB (1947) Yerusalem adalah a crpous separatuma di bawah administrasi PBB.

Alih-alih mematuhi Resolusi ini Israel malah memperluas wilayah yurisdiksi dan administrasinya dengan mencakup Yerusalem Timur segera setelah Perang Enam Hari 1967.

Keputusan Trump mengenai Yerusalem selain menuai kecaman internasional tetapi juga merusak kredibilitas AS sebagai penengah dalam konflik Arab-Israel yang dapat diandalkan oleh para-pihak yang bertikai, posisi yang dimainkan oleh beberapa Presiden AS sebelumnya. Dalam konteks ini, Palestina– sebagai pihak yang paling berkepentingan– bahkan sudah kehilangan kepercayaan kepada AS sebagai penengah dalam konflik berkepanjangan ini. Palestina– seperti banyak pihak lainnya– melihat faktor Trump bukan sebagai bagian dari penyelesaian tetapi bagian dari sumber masalah dalam konflik ini.

Kredibilitas AS yang suram mudah diduga akan semakin suram karena keputusan Trump mengenai Golan. Keputusan ini bertentangan dengan Keputusan Resolusi Dewan Keamanan PBB No. 497 yang diterima secara aklamasi pada 3/12/198. Resolusi ini membatalkan demi hukum aneksasi Golan oleh Israel dan menyerukan agar Israel membatalkan tindakannya (…“null and void and without international legal effect” and further calls on Israel to rescind its action). Beberapa butir penting lainnya dari resolusi itu adalah sebagai berikut:

ACTING in accordance with the relevant provisions of Chapter VII of the Charter of the United Nations, 1. STRONGLY CONDEMNS Israel for its failure to comply with Security Council Resolution 497 (1981) and General Assembly Resolution 36/226 B (1981);

    1. DETERMINES that Israeli measures in the occupied Syrian Golan Heights, culminating in Israel’s decision of 14 December 1981 to impose its laws, jurisdiction and administration in the occupied Syrian Golan Heights, constitute an act of aggression under the provisions of Article 39 of the Charter of the United Nations;
    2. DECIDES that all member states should consider applying concrete and effective measures in order to nullify the Israeli annexation of the Syrian Golan Heights and to refrain from providing any assistance or aid to and cooperation with Israel, in all fields, in order to deter Israel in its policies and practices of annexation….

Kecaman internasional terhadap keputusan Trump mengenai Golan sangat luas karena datang bahkan dari aliansi dekat AS termasuk Eropa Barat, Canada dan Negara-negara Teluk (termasuk Saudi Arabia). Bagaimana dengan Indonesia. Berikut adalah pernyataan resminya pada 26/3/2019 yang lalu:

    1. Indonesia firmly rejects the recognition of the Golan Heights as part of Israel.
    2. This recognition is not conducive to efforts in establishing peace and stability in the region.
    3. Indonesia maintains its recognition of Golan Heights, captured by Israel in the 1967 Arab-Israeli War, as an inalienable part of the territory of the Republic of Syria.
    4. The position of the Republic of Indonesia is in accordance with the principles of sovereignty and territorial integrity as enshrined in the UN Charter and elements stated in the United Nations Security Council resolutions on Golan Heights, including Resolution 242 (1967), 338 (1973), and 497 (1981), as follows:a. Annexation of territory by force is prohibited under international law;
      b. Calls upon the withdrawal of Israel armed forces from the territory of Golan Heights;
      c. Rejects Israel’s legal jurisdiction in Golan Heights;
      d. Reiterates that the Israeli decision to impose legal jurisdiction in Golan Heights is null and void and without international legal effect.
    5. Indonesia urges the international community to remain committed to respecting international law and the UN Charter and to continue to uphold the UN Charter in advancing the peace process in the Middle East.

Kecaman keputusan Trump dalam kasus Golan, selain luas juga spontan sebagaimana terlihat dari jam tayang beberapa cuplikan peristiwa berikut:

20:03: Text of Trump’s Official Declaration on the Golan Heights Emerges Online.

19:50: Israeli PM Calls US Recognition of Golan Heights as Part of Israel a Historic Day

Israeli Prime Minister Benjamin Netanyahu, who is currently on a visit in the US, said on Monday that Washington’s recognition of Israel’s sovereignty over the Golan Heights is a historic day.

19:43: US Decision on Golan Heights Shows Once Again That Washington Ignores Rules of Int’l Law – Ankara

The decision by US President Donald Trump to recognise Israel’s sovereignty over the Golan Heights once again confirms that the United States does not respect international law, Turkish Foreign Minister Mevlut Cavusoglu said Monday.

“The United States has once again shown that it does not respect international law. However, this decision does not in any way legalize the occupation by Israel [of the Golan Heights],” Cavusoglu wrote on Twitter.

19:40: US Decision on Golan Heights ‘Attack on Sovereignty, Territorial Integrity of Syria’ – Damascus

Syrian authorities on Monday called Trump’s decision to recognise Israel’s sovereignty over the Golan Heights an act of aggression against Syrian sovereignty and territorial integrity. 

Damascus also noted that Trump’s move makes Washington ‘the main enemy’ of Arabs. 

19:38: Russia Doesn’t Recognise Israel’s Sovereignty Over Golan Heights – Senior Official

First Deputy Chairman of the Federation Council Foreign Affairs Committee Vladimir Dzhabarov said on Monday that Moscow doesn’t recognise Israel’s sovereignty over the Golan Heights.

On the same day, Russian Foreign Minister Sergei Lavrov told US Secretary of State Mike Pompeo on Monday over the telephone that the US’ plan to recognise Israel’s sovereignty over the Golan Heights would lead to a gross violation of international law, the Russian Foreign Ministry said in a statement.

“It was also stressed that the US intention to recognise Israeli sovereignty over the Golan Heights would lead to a gross violation of international law, prevent the settlement of the Syrian crisis, and aggravate the situation in the Middle East,” the statement said.

Dengan memburuknya cita AS di mata internasional maka tidak realitas untuk berharap negara itu AS dapat lagi memainkan peran penengah dalam konflik Arab-Israel yang berkepanjangan ini. Jangan-jangan benar dugaan beberapa pihak yang menuduh Trump sebagai bagian dari masalah dan bukan solusi dalam konteks konflik ini.

Ini catatan akhir. Langkah Trump terkait dengan Golan ini mungkin dapat meredam sementara perhatian publik AS yang tengah asyik memperdebatkan Laporan Mueller. Pertanyannya, apakah langkah ini menguntungkannya dalam Pilpres 2020? Tindakan “gagah” Netanyahu mungkin memberi keuntungan jangka pendek baginya dalam pemilu Israel mendatang. Pertanyannya, apakah tindakan itu dalam jangka menguntungkan warga Israel di tengah semakin maraknya Antisemitisme?

Wallahuaalam.… @

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.