Obama dan Teror New Zaeland


Terkait dengan teror New Zaeland (NZ)[1]  Obama menyatakan belasungkawa melalui tweeter  singkatnya (15/3/19):

Michelle dan saya mengirimkan belasungkawa kami kepada orang-orang Selandia Baru. Kami berduka dengan Anda dan komunitas Muslim. Kita semua harus melawan kebencian dalam segala bentuknya:

Michelle and I send our condolences to the people of New Zealand. We grieve with you and the Muslim community. All of us must stand against hatred in all its forms.

Yang menarik untuk dicatat, lebih dari 100 orang me-retweet dan lebih 650,000 orang menyukai tweet itu. Hampir semuanya berisi pujian, terima kasih, dan dukungan, dan … harapan.

Sebagian yang merespons tweeter itu menyatakan harapan agar Obama berbicara dengan Jacinda Ardern, PM NZ:

I bet Prime Minister Jacinda Ardern wishes she could talk to you at a time like this. Come to think of it…bet she has.

Sebagian membandingkan PM itu dengan POTUS (Preseident of the United States) dalam hal menangani tragedi penembakan masal:

Cara PM itu menangani teror NZ dinilai oleh hampir semua kalangan sangat terpuji. Belum seminggu setelah teror itu PM sudah mengeluarkan kebijaksanaan untuk melarang penggunaan senjata model militer oleh masyarakat umum. PM itu agaknya menganut filsafat: “Kalau mau membengkokkan baja maka lakukan itu ketika membara”.

Ia juga berjanji melakukan perubahan mendasar dalam undang-undang penggunaan senjata bagi masyarakat sipil. (Untuk merealisasikan ini tentu saja perlu waktu karena memerlukan persetujuan parlemen sekalipun diperkirakan akan memperoleh dukungan penuh termasuk dari kelompok opisisi.)

Singkatnya, apa yang dilakukan PM itu kontras dengan apa yang dilakukan POTUS.

Demikian terpujinya cara PM itu menangani teror sehingga salah seorang yang merespons tweet Obama berharap dukungan Obama untuk mencalonkan PM NZ sebagai penerima hadiah Nobel Perdamaian:

Kia Barack, thanks for the message and support, from a Christchurch-born Kiwi. I have a request I hope you may consider… I believe NZ Prime Minister, Jacinda Ardern should be nominated for a Nobel Peace Prize for her leadership and handling of the situation…

Harapan itu tidak berlebihan. Lihat saja apa yang dikatakan dan dilakukannya sepenuh hati terkait teror NZ. Lihat saja kiprahnya ketika mengunjungi lokasi sekitar Masjid saat ribuan Muslim melaksanakan Salat Jumat pertamakali setelah tragadi itu. Masjidnya masih belum dapat diguanakan, masih dipasangi garis polisi.

[1] Posting mengenai teror ini dapat dikases di SINI….. @

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.