Dialog Imajiner dengan Rumi (1)

Dialog 1: Pengantin

Rumi: Apakah antum[1] mengunjungi diri antum secara teratur?

Murid: Tidak, Master.

Rumi: Lakukanlah itu! Mulai sekarang!

Murid: Siap Master.

Rumi: Apakah keinginanmu?

Murid: Bertemu dengan Ramadhan tahun ini.

Rumi: Hmmm…!

[Rumi siap pergi tetapi tiba-tiba berbalik dan berbicara lebih serius.]

Rumi: Kau tahu akan ada perkawinan, perkawinan dengan keabadian[2]. Itu pasti. Bersiaplah jadi pengantinnya.

Murid: ???

 

[1] Antum (Arab) adalah ungkapan akrab untuk lawan bicara (Arab: mukhatabah): “engkau”, “kamu”, “anda”, “you”.

[2] Istilah Rumi untuk kematian.

[Lanjut ke Dialog ke-2]

 

 

Advertisements