Angka Bunuh Diri Amerika Serikat

Angka bunuh diri di Amerika Serikat (AS) dilaporkan meningkat paling tidak dalam periode 2014-2017. Argumennya sebagaimana disajikan oleh Grafik 1. Tampak meyakinkan.

Angka itu pada periode 2016-17– sebagaimana tampak pada grafik itu– tidak berubah, tetap pada angka 6.2. Angka itu dinyatakan per 100,000 penduduk. Artinya, untuk tahun 2017 misalnya, angka 6.2 diperoleh dari hasil pembagian total kasus bunuh diri tahun 2017 dengan total penduduk pada tahun yang sama, dikalikan dengan 100,000. (Angka perkalian dibubuhkan untuk memudahkan baca angka mengenai sesuatu yang peristiwanya jarang terjadi.)

Grafik 1: Angka Bunuh Diri Amerika Serikat (Per 100,000 Penduduk)

Sumber: Diolah dari Ini

Kalau seorang statistisi secara iseng ditanya apakah angka dalam kurun 2016-17 menunjukkan adanya kenaikan, penurunan atau tidak berubah, maka dia, dengan hanya bermodalkan Grafik 1, tidak akan mampu menjawab. Itulah “bodohnya” seorang statistisi.

“Bodohnya” Statistisi.

Alih-alih menjawab pertanyaan di atas seorang statitisi akan “rewel” dengan mengajukan beberapa pertanyaan:

(1) “Apakah angka-angka pada Grafik 1 merupakan hasil sampel survei?”

Jika dijawab “ya”, “bagaimana dengan tingkat kepercayaan estimasinya?” Dia mungkin curiga jangan-jangan angka angka-angka itu hasil pembulatan (misalnya, 6.20 dan 6.24) dan estimasinya sedemikian cermat. Yang terakhir ini menghasilkan interval estimasinya yang sempit; misalnya:

    • 2016: 6.18-6.22 dan
    • 2017: 6.23-6.25.

Jika kasusnya demikian, si statitisi itu akan menjawab secara meyakinkan, “Terjadi kenaikan signifikan antara tahun 2016 dan 2017, tetapi….”.

(2) “Apakah angka total penduduk di kedua tahun itu dapat dipercaya?”

Pertanyaan ini timbul dari keraguan jangan-jangan angka penyebutnya tidak berbanding secara sempurna; yakni, ada perbedaan tingkat under- overestimation tahun 2016 dan 2017. Jika dijawab dapat dipercaya dan angkanya masing-masing 322,179,605 dan 324,459,463[1] maka dia bersedia menghapus “tetapi” dalam jawaban di atas.

Bagaimana jika dijawab bahwa angka-angka pada Grafik 1 hasil registrasi atau administrasi yang mencakup seluruh populasi? Sang satistisi akan mengajukan pertanyaan ini..

(3) “Apakah tingkat cakupan registrasi tahun 2016 dan tahun 2017 sama?”

Di sini dia curiga perbedaan angka terjadi semata-mata karena perbedaan tingkat cakupan itu. Jika dia diyakinkan “sama” maka dia baru berhenti “tutup mulut”. Lebih dari itu, dia kemungkinan akan berbaik hati dengan menghadiahi sang penanya dengan Tabel 1 dan Grafik 2. Begitulah “baik-hatinya” seorang statistisi.

Grafik 2: Perkiraan Total Kasus Bunuh Diri Amerika Serikat 2016-2017

(Hasil Hitungan sendiri)

Perbedaan Antar State

Jika persoalan di atas dianggap tuntas maka pertanyaan berikut adalah apakah ada perbedaan dalam angka bunuh diri antar state? Pertanyaan ini penting karena angka nasional kurang bermakna jika mengabaikan perbedaan angka untuk wilayah yang lebih kecil atau antar state.

…angka nasional kurang bermakna jika mengabaikan perbedaan unit wilayah yang lebih kecil …

Angka bunuh diri ternyata bervariasi antar state sebagaimana disajikan oleh Grafik 3. Angka itu memiliki rentang (interval) antara 0 dan 14.4).

Grafik 3: Angka Bunuh Diri Amerika Serikat menurut State, 2017

Sumber: Diolah dari INI

Angka bunuh diri di atas angka 12 terjadi di tiga states: Lousiana (LA), Alabama (AL) dan Missipi (MS). Hal ini mengindikasikan bahwa rendahnya angka bunuh diri berasosiasi secara statistik dengan derajat kesehatan secara umum. Rangking tiga negara itu masing-masing ke- 50, 48 dan 49 tertinggi (atau ke-1, 3 dan 2 terburuk) dari 50 states di AS (Sumber ini).

…. rendahnya angka bunuh diri berasosiasi secara statistik dengan derajat kesehatan secara umum…

Bagaimana dengan states yang angka bunuh dirinya 0? Kondisi ideal ini terjadi di enam states yaitu Maine (ME, 16), New Hamsphire (NH, 6), (North Dakota, ND, 13) Rhode Island (RI,14), Vefmont (VT, 4), dan Wyoming (WY, 24). Angka dalam kurung menunjukkan rangking  derajat kesehatan dari yang terbaik. Dari rangking itu tampak angka angka bunuh diri juga berasosiasi dengan derajat kesehatan dengan sedikit kekecualian untuk Wyoming.

Demikianlah cerita singkat kasus bunuh diri di AS. Demikianlah kira-kira tanggapan seorang statitisi berdasarkan pengalaman pribadinya. Tapi jangan menuding dulu: kemajuan pesat bidang iptek di era modern dimungkinkan antara lain karena ilmu statistik, ilmu orang “bodoh”, “rewel” dan “baik hati”.

Contact person: uzairsuhaimi@gmail.com