Perayaan Hari Ulang Tahun yang Luar Biasa

Kemarin (4/7/19) rakyat Amerika Serikat (AS) memperingati hari ulang tahun (HUT) negaranya yang ke-243. Selamat untuk AS! Peringatan itu selalu dirayakan sejak AS melepaskan diri secara hukum dari koloni Inggris Raya ke-13. Tapi peringatan kali ini luar biasa.

Pasalnya, Sang Presiden menginstruksikan pihak militer untuk mendemonstrasikan kepada khalayak kehebatan sejumlah perangkat keras kemiliteran AS. Instruksi ini tentu sah-sah saja dalam kedudukannya sebagai Commander in Chief. Selain itu, wajar jika rakyat umum merasa happy dengan demonstrasi semacam itu.

Lalu, di mana letak keluarbiasaan nya? Inilah daftar pendeknya:

    1. Bentuk perayaan melibatkan unsur kemiliteran secara relatif masif  yang tidak biasa bagi rakyat AS. Selama ini mereka merayakan HUT negaranya secara santai sambil menikmati liburan.
    2. Pihak yang paling berkepentingan, para petinggi pihak militer, kebanyakan keberatan dengan bentuk perayaan yang dinilai berlebihan dan dikhawatirkan dipolitisir. Bagi mereka, makna kemerdekaan lebih besar dan lebih subtil dari pada sekadar urusan eksekutif kepresidenan.
    3. Biaya perayaan dinilai relatif besar, sekitar US$ 2.5 milyar menurut beberapa laporan. Jumlah itu mungkin tidak besar untuk ukuran AS. Masalahnya, anggaran itu dinilai lebih lebih terpuji dan tepat-sasaran jika dialokasikan, misalnya, untuk menyantuni para veteran (keluarga) yang telah menggadaikan nyawa untuk bangsa. Konon banyak dari mereka yang masih hidup dan berjuang keras menghadapi berbagai macam kesulitan: kesulitan ekonomi, buruknya kesehatan fisik dan trauma psikologis.
    4. Pidato Trump pada kesempatan itu dinilai lumayan baik dalam upaya membangun pencitraan betapa hebatnya (tentara) AS, … masa lalu. Tetapi bagi pengamat bukan itu tugas seorang presiden. Tugasnya adalah menyopiri anak bangsa pada titik ini menuju masa depan yang lebih menjanjikan dengan tetap setia pada nilai-nilai dan prinsip-prnsip kebangsaan yang diwarisi dari para founding fathers, dan
    5. Banyak yang menilai pencitraan cinta-bangsa yang dicoba dibangun Sang Presiden melalui pidatonya dalam kesempatan itu tidak sesuai bahkan bertentangan dengan perilakunya selama ini, khususnya yang terkait dengan sikap hormat pada para pejuang bangsa.

Demikianlah kira-kira inti talk show CNN pagi ini (5/7/19, WIB) yang layak direnungkan menjelang HUT Kemerdekaan RI yang ke-74… @