Selawat: Belajar dari Cicit Rasul SAW


Kata kunci: Selawat, Burdah, Imam Zainal Abidin, Doa Mustajab.

 

Bagi komunitas Muslim atau Umat, berselawat itu penting. Mereka berselawat paling tidak sembilan kali setiap harinya (ketika Salat). Mereka melakukannya karena itu perintah yang secara eksplisit bersumber dari otoritas tertinggi ajaran Islam yaitu Al-Quran: “Sesungguhnya Allah dan para malaikat-Nya berselawat untuk Nabi. Wahai orang-orang yang beriman! Berselawatlah kamu untuk Nabi dan ungkapkanlah salam dengan penuh penghormatan kepadanya  (Quran 33:56)”.

Inti Selawat adalah doa kepada Allah untuk Rasul SAW. Betapa pun tingginya penghormatan dan kecintaan Umat kepada Rasul SAW, doa mereka tetap ditujukan kepada Allah SWT, bukan kepada Rasul SAW. Inilah contoh kongkret ketegasan ajaran keesaan Tuhan (tauhid) dalam Islam. Mengenai hal ini teks suci sangat eksplisit: “Katakanlah (Muhammad), “Sesungguhnya aku hanya menyembah Tuhanku dan aku tidak mempersekutukan sesuatu dengan-Nya”. Katakalah (Muhammad),” Aku tidak kuasa menolak mudarat maupun mendatangkan manfaat (Quran72:20-21)”.

Perintah berselawat dalam Salat (tasyahhud) singkat saja: “Allahumma shalli ‘ala Muhammad wa’ala ‘ali Muhammad”. Tetapi singkatnya perintah ini tidak mengurangi hormat dan cinta Umat kepada nabinya. Mereka bahkan mengembangkan berbagai cara untuk mengekspresikan kecintaan mereka melalui puisi, nyanyian (Qasidah), kaligrafi, dan berbagai media ekspresi budaya lainnya. Karya Qasidah yang berjudul Burdah karya Al-Busyiri (1213-1296) dari Mesir[1], misalnya, sampai sekarang masih sangat populer di kalangan Umat. Burdah adalah buah 

Salah satu ekspresi kecintaan Umat kepada nabinya dicontohkan dalam Selawat Iman Ali Zainal Abidin (lahir 658/659 atau tahun 38 Hijriyah). Iman ini adalah cucu Ali RA melalui Husain RA; jadi, cicit Rasul SAW (memalui Fathimah RA). Selawat Imam ini tercantum dalam Kitab Ash-Sahifah As-Sajjadiyyah[2]. Sebagian ulama permulaan sangat menghargai kitab ini dan bahkan menyebutnya “Saudara Perempuan Al-Quran”. Bagi kebanyakan sebutan ini mungkin berlebihan tetapi Ling (ibid: xlxiii) memberikan penjelasan yang menarik:

Jika sebagian ulama permulaan merujuk Shahifah sebagai “Saudara Perempuan Al-Qura, sebagian alasannya mungkin terletak pada mosaiknya mengekspresikan keragaman spiritulaitas yang secara akurat merefleksikan model Al-Quran dan Nabi bagi kesempurnaan manusia.

Melalui Selawatnya Imam ini agaknya bermaksud tidak hanya mendidik Umat dalam hal berselawat (agar tidak terlalu “pelit”), tetapi juga menggambarkan aspreasi mendalam terhadap kedudukan, sepak terjang dan perjuangan Rasul SAW selama hidupnya.

Di bagian akhir selawatnya, Imam menyinggung isu syafaat tetapi dalam koridor tauhid yang tegas dan sekedar berupa doa. Inti doanya dua: (1) Doa agar Rasul SAW diberikan derajat tertinggi di akhirat kelak, lebih tinggi bahkan dari para malaikat dan nabi-nabi lain, dan (2) Doa agar dengan kedudukan tertinggi itu Rasul SAW diberikan kuasa untuk memberikan syafaat kepada Umat. (Sebagai catatan, yang pertama juga merupakan doa Umat ketika habis mendengarkan azan.)

Untuk memperoleh gambaran lengkap mengenai doa Imam, berikut disajikan terjemahan selawatnya lengkapnya. 

Terjemahan Selawat

Segala puji bagi Allah yang telah menganugerahkan kepada kami Nabi Muhammad SAW yang tidak diberikan kepada umat-umat sebelumnya, dengan kusa-Nya yang melampaui segala hal termasuk berat, yang tak luput dari pada-Nya meskipun itu halus.

Kemudian Dia menjadikan kami sebagai Umat yang terakhir atau Umat yang lalu, yang mengangkat kami sebagai saksi atas yang membangkang, dan memperbanyak jumlah kami atas Umat lainnya yang lebih sedikit, karena karunia-Nya.

Ya Allah, limpahkan sejahtera kepada Nabi Muhammad kepercayaan-Muyang menyampaikan wahyu-Mu yang paling unggul dari ciptaan-Mua, yang jadi pilihan-Mu di antara hamba-hamba-Mu iman kasih sayang, pemimpin kebaikan, kunci keberkahan.

Berbekal pertolongan-Mu ia bangkit menantang mereka dan menyerang mereka di tengah-tengah kampung mereka, hingga menanglah agama-Mu dan kalimat-Mu tetap tinggi nan agung meskipun orang-orang musyrik tidak menyukainya.

Sebagaimana ia telah bersusah-payah memperjuangkan perintah-Mu, mempertaruhkan raganya demi Engkau, dalam menempuh segala bahaya, menyeru kerabat dan kaumnya ke jalan-Mu.

Ia memerangi sanak keluarga demi rida-Mu, memutuskan tali keluarga demi menghidupkan agama-Mu.

Ia menjauhkan orang-rang yang dekat kepadanya karena bantahannya, dan mendekatkan orang-orang yang jauh karena penerimaannya kepada-Mu, mengikat tali persaudaraan dengan orang-orang jauh demi Engkau, dan memusuhi orang-orang yang dekat demi Engkau.

Ia menyibukkan dirinya dalam menyampaikan risalah agama-Mu, membebaninya dalam menyeru mereka ke agama-Mu, dan giat memberi nasehat kepada mereka yang menerima seruan-Mu.

Dan hijrah ke negeri yang asing ke tempat nan jauh dari kampung halaman demi menegakkan dan mengagungkan agama-Mu, dan menundukkan orang-orang kafir. Sehingga lebih mudah baginya dalam melakukan apa yang harus ia lakukan terhadap musuh-musuh-Mu, dan kian sempurna pula dalam mengemban tugas melindungi wali-wali-Mu.

Ya Allah, angkatlah derajat Nabi Muhammad sebagai balasan dan pengorbanannya demi Engkau ke tempat yang tertinggi di dalam surga-Mu, di mana tak ada satu pun yang dapat membandingkan bahkan malaikat, demikian nabi yang diutus.

Perkenankanlah ia memberi syafaat kepada keluarganya yang suci dan para umatnya yang beriman sebaik-baik apa yang telah Engkau janjikan.

Wahai yang menepati janji dan menyempurnakan ucapan, Wahai yang mengubah kesalahan menjadi kebaikan-kebaikan yang berlipat ganda, sesungguhnya Engkau Maha Pemurah dan Maha Agung, Maha Penyantun dan Mahamulia.

 

[1] https://id.wikipedia.org/wiki/Burdah

[2] Ash-Sahifah As-Sajjadiyya: Kumpulan Doa-doa Mustajab Imam Ali Zainal Abidin AS (2004), Penerbit Lentera.

 

Versi pdf (tanpa audio) dapat diakses di: https://drive.google.com/open?id=1YQeytKP5E5J-vEPkA-cTF7qtr7QJ6NFy 


 

 

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.