Sepuluh-Perintah-Tuhan dalam Al-Quran


Bagi Muslim Al-Quran menyajikan panduan lengkap apa yang harus dikerjakan (DOs) dan apa yang terlarang (DONTs). Dari sumber ini mereka dapat menyusun semacam daftar DOs dan DONTs. Dalam konteks ini QS(17:22-36) menarik untuk disimak karena mengisyaratkan sejumlah DOs yang utama dan di sisi lain sekitar 10-DONTs yang sangat “dibenci” Rabb SWT. QS(17:36) menggunakan istilah DONTs ini sebagai kejahatan yang “kejahatannya sangat dibenci di sisi Tuhanmu”[11. Melakukan kejahatan dalam kategori ini tentu merupakan dosa besar. Oleh karena itu dalam tulisan ini istilah 10 DONTs diganti dengan istilah 10-Dosa-Besar, sekadar untuk memudahkan ingatan. Yang menarik untuk dicatat, dalam tradisi dua agama samawi lain yaitu Yahudi dan Kristen dikenal apa yang disebut 10-Perintah-Tuhan. Tulisan ini dimaksudkan untuk menunjukkan kesamaan dan perbedaan substansi ajaran dua “10” ini: 10-Perintah-Tuhan dan 10-Dosa-Besar.

Kitab Keluaran dan Kitab Ulangan

Substansi 10-Perintah-Tuhan patut diduga diakrabi oleh Umat Yahudi dan Kristen karena tercantum dalam Kitab Keluaran (Exodus ) dan Kitab Ulangan (Deuteronomy). Kedua Umat Agama Samawi ini juga patut diduga mengenali berbagai tradisi keagamaan mereka termasuk Talmud (Jewish Talmud, T), Kristen Reformasi (Reformed Christian, R), Septuagint (LXX). Philo (P), Lutheran (L), Samaritan (Samaritan Pentateuch, S), Augustine (A), dan Gereja Katolik (Catechism of the Catholic Church), C).

Sekalipun ada perbedaan narasi, substansi 10-Perintah-Tuhan dalam semua tradisi itu konsisten satu sama lain. Ada sedikit perbedaan mengenai penomoran. Angka 10 agaknya lebih merupakan alat bantu mengingat ketimbang masalah teologis[2].

Tabel 1: Daftar 10 Perintah-Tuhan[3] menurut Kitab Keluaran dan Kitab Ulangan (Sumber: Wikipedia)

Lima catatan mengenai Tabel 1 perlu disisipkan di sini:

  1. Nomor pertama jelas menunjukkan Subjek pemberi perintah, bukan jenis perintah.
  2. No. terakhir tidak tercantum dalam semua tradisi kecuali Gereja Katolik (C) yang agaknya baru diintroduksi oleh Pop John Paul 2 pada 1992.
  3. Dalam 3 tradisi (S,L,A,C), No. 2-3 dianggap sebagai satu perintah.
  4. Hampir semua perintah dalam kolom (2) bersifat larangan.
  5.  Redaksi ayat QS( 24:27) mengenai No. 11 berbicara umum mengenai larangan memasuki rumah orang lain sebelum memperoleh izin dan mengucapkan salam. Secara makna ini mungkin juga termasuk No. 12-13 dalam tabel tetapi secara harfiah tidak eksplisit.

Tabel 1 menunjukkan hampir semua dari 10-Perintah-Tuhan (Kolom 2) ada padanannya dalam Al-Quran (Kolom 3). Tiga perintah pertama (No 2-4) tidak lain dari pada ajaran Keesaan Tuhan atau ajaran Tauhid dalam terminologi Islam. Selain ajaran tauhid, Kolom 3 menunjukkan ada enam perintah lainnya yang ada padananya dalam Al-Quran. Fakta ini– kesamaan ajaran Tauhid dan enam ajaran lainya– selayaknya menjadi pijakan bersama, common denominator, atau kalimatun sawa (dalam istilah Al-Quran) bagi Umat agama-agama samawi yaitu Umat Yahudi, Umat Kristen, dan Umat Islam. Gelar Al-Quran untuk dua Umat yang pertama adalah ahli kitab, suatu gelar terhormat.

… kesamaan ajaran Tauhid dan enam ajaran lainnya sudah selayaknya menjadi pijakan bersama Umat agama-agama samawi …

Versi Al-Quran

Kolom (3) Tabel 1 menyajikan ayat Al-Quran yang relevan dengan kolom sebelumnya. Narasi ayat pada Kolom (3) sangat eksplisit dan kuat dari sisi kebahasaan. Berikut adalah beberapa ilustrasinya.

Terkait No. 1-3 (Keesaan Tuhan), redaksi Al-Quran mengacu pada cuplikan dialog antara Musa AS (leluhur Umat Yahudi) dengan Allah SWT: “Sungguh, Aku in Allah, tidak adalah tuhan selain Aku, maka sembahlah Aku dan laksanakanlah salat untuk mengingat Aku”. Redaksi ini jelas berbentuk dialog: pihak pertama (Arab: mutkallim) adalah Allah SWT, pihak kedua atau orang yang diajak bicara (Arab: mukhatabah) adalah Musa AS. Karena posisi mukhatabah ini maka Musa AS bergelar Kalimullah.

Terkait No. 6, perintah “menghormati orang tua”, narasi Al-Quran terkesan “senapas” dengan larangan menyekutukan-Nya karena keduanya tercantum dalam ayat yang sama (ayat ke-23). Mengenai perintah menghormati orang tua Al-Quran malah menambahkan satu ayat dengan bahasa yang sangat tegas tetapi juga elegan (ayat ke-24):

Dan Tuhanmu telah memerintahkan agar kamu jangan menyembah selain Dia dan hendaklah berbuat baik kepada ibu bapak. Jika salah seorang di antara keduanya sampai berusia lanjut dalam pemeliharaanmu, maka sekali-kali jangan mengatakan kepada kepada keduanya ‘ah’ dan janganlah engkau membentak keduanya, dan ungkapkanlah kepada keduanya perkataan yang baik (ayat ke-23).

Dan rendahkanlah dirimu terhadap keduanya dengan penuh kasih sayang dan ucapkanlah “Wahai Tuhanku! Sayangilah keduanya sebagaimana mereka berdua telah mendidik aku pada waktu kecil” (ayat ke-24).”

Mengenai larangan mencuri (No. 9) narasi Al-Quran sangat spesifik dan relevan bahkan dalam konteks dunia masa kini: “Dan sempurnakanlah takaran apabila kamu menakar, dan timbanglah dengan timbangan dengan timbangan yang benar. Itulah lebih utama (bagimu) dan lebih baik akibatnya (QS 17:33).

Irisan

Pada Tabel 1 tampak beberapa perintah bertanda (*) karena tidak tercantum secara eksplisit dalam Al-Quran. Di sisi lain, menggunakan rumpun ayat yang sama dalam Surat Al-Isra, ada empat larangan yang tidak tercantum dalam 10-Perintah-Tuhan. Ke empat larangan itu adalah (1) tindakan mubazir (ayat 36), (2) berperilaku pelit dan murah-hati berlebihan (ayat 29), (3) bertindak bodoh (tanpa ilmu) karena pendengaran, penglihatan dan gerak-hati, semuanya akan dimintakan pertanggungjawaban (ayat 36) dan (4) bersikap sombong (ayat 37). Mengenai yang terakhir berikut terjemahannya:

Dan janganlah engkau berjalan di bumi ini dengan sombong, karena sesungguhnya engkau tidak akan dapat menembus bumi dan tidak akan mampu menjulang setinggi gunung.

Singkatnya, dalam perspektif Al-Quran, kikir, boros, mubazir, bodoh dan sombong, bukan hanya buruk secara moral, tetapi merupakan bagian dari dosa besar dalam arti “sangat dibenci di sisi Tuhanmu” (teks: kana sayyiuhu ‘inda rabbika makruha).

… dalam perspektif Al-Quran, kikir, boros, mubazir, bodoh dan sombong, bukan hanya buruk secara moral, tetapi merupakan bagian dari dosa besar….

Berdasarkan diskusi di atas, dapat dikatakan bahwa 10-Perintah-Tuhan dan 10-Dosa-Besar tidak persis identik. Artinya; ada bagian yang sama antara keduanya, ada bagian yang berbeda. Jika A = {10-Perintah-Tuhan} dan B= {10-Dosa-Besar} maka irisan antara A dan B menggambarkan kesamaan dua himpunan ini (lihat Gambar 1).

*****

Terhadap pertanyaan yang mungkin timbul kenapa 10-Perintah-Tuhan dan 10-Dosa-Besar diperbandingkan, jawabannya adalah semangat ayat dalam QS (3:64):

قُلْ يَـٰٓأَهْلَ ٱلْكِتَـٰبِ تَعَالَوْا۟ إِلَىٰ كَلِمَةٍۢ سَوَآءٍۭ بَيْنَنَا وَبَيْنَكُمْ أَلَّا نَعْبُدَ إِلَّا ٱللَّهَ وَلَا نُشْرِكَ بِهِۦ شَيْـًۭٔا وَلَا يَتَّخِذَ بَعْضُنَا بَعْضًا أَرْبَابًۭا مِّن دُونِ ٱللَّهِ ۚ فَإِن تَوَلَّوْا۟ فَقُولُوا۟ ٱشْهَدُوا۟ بِأَنَّا مُسْلِمُونَ

Katakanlah (Muhammad), “Wahai Ahli Kitab! Marilah (kita) menuju kepada suatu kalimat (pegangan) yang sama antara kami dan kamu, bahwa kita tidak menyembah selain Allah dan tidak kita mempersekutukan-Nya dengan sesuatu pun dan bahwa kita tidak tidak menjadikan satu sama lain tuhan-tuhan selain Allah. Jika mereka berpaling, katakanlah kepada (mereka), ” Saksikanlah, bahwa kami adalah orang muslim” (QS 3:64).

Wallahualam….. @

[1] Catatan kaki ayat ini dalam Al-Quran: Disertai Terjemahan dan Transliterasi, Mizan (2008) mendaftar 10 kejahatan yang dimaksud untuk merujuk kejahatan-kejahatan yang dirujuk oleh ayat-ayat sebelumnya sampai ayat ke-22.

[2] “Some suggest that the number ten is a choice to aid memorization rather than a matter of theology” (Wikipedia). Analog dengan 10-Dosa-Besar.

[3] Sengaja tidak diterjemahkan untuk menghindari salah-terjemah.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.